Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 67


__ADS_3

Drrrrttt.... drrrttt....


Annasya baru saja selesai kuliah sore saat ponselnya berbunyi terlihat dilayar nama hana yang menelepon. Nasya langsung menggeser tombol hijau, "assalamu'alaikum na..."


"wa'alaikumsalam sya... sya... tolongin gue..." terdengar suara hana merintih kesakitan


"kamu kenapa na?" nasya mulai panik memdengar suara rintihan hana


"perut aku sakit banget na... tolong... uhhh"


"iya... iya.. aku segera meluncur kesana" Annasya langsung menstater mobilnya menuju rumah mertuanya yang hanya berjarak 20 menit. Sambil nyupir dia menelepon araf, "assalamu'alaikum mas"


"ya sayang ada apa?" terdengar araf seperti sedang sibuk karena ada suara beberapa orang disana


"mas tolong hubungin bang zaki mba hana kesakitan ini aku lagi otw kesana nanti aku bawa kedokter kalau udah sampe aku hubungin lagi" ujar nasya


"iya sayang nanti aku juga akan pulang cepet. kamu hati-hati ya jangan ngebut-ngebut"


"iya mas assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam" jawab araf.


Setelah 20 menit perjalanan nasya sampai dirumah utama, terlihat sepi dia pun bertanya pada security penjaga rumah setelah dia turun dari mobil, "pak dodo rumah sepi banget?"


"iya non soalnya bi tinah pulang kampung den zaki belum pulang, mertua non kan lagi keluar negeri"


"imah kemana?" tanya nasya


"tadi keluar non katanya ada yang mau dibeli"


Annasya mengangguk, "pak dodo ikut saya ke atas ya, takut ada apa-apa saya ga bisa gendong hana"


"baik non"

__ADS_1


Pak dodo membuntuti nasya dibelakang setelah membuka kamar hana betapa terkejutnya nasya melihat hana tergeletak bersimbah darah. Dia hampir menjerit, "ya Allah hana.... pak dodo cepat angkat hana ke mobil" nasya mulai panik.


Pak dodo langsung mengangkat tubuh majikannya dan sedikit berlari. Setelah memasukkan hana ke dalam mobil nasya langsung menstater mobilnya ke sebuah rumah sakit terdekat. Nasya meluncur dengan kecepatan tinggi membuat pak dodo yang duduk dibelakang sedikit takut.


Sesampainya di rumah sakit nasya langsung menuju igd dibantu perawat tubuh hana langsung dibawa ke ruangan untuk diperiksa. Setelah hana dibawa ke ruangan nasya lekas mengambil ponselnya didalam tas menelepon araf, "assalamu'alaikum mas"


"wa'alaikumsalam sayang gimana hana?" tanya araf


Nasya mengambil duduk dipinggir kursi, "hana pendarahan mas"


"ya Allah terus gimana sya?" araf mulai panik


"belum tau mas dokter belum keluar. Aku di rumah sakit harapan ibu ya mas"


"iya sayang ini nanti kalau udah selesai aku langsung kesana. Aku udah kabarin zaki tadi nanti q telepon abang lagi untuk kasih tau rumah sakitnya"


"iya mas"


Nasya menghela nafas panjang sambil berdoa, disisi agak jauh dari nasya pak dodo duduk menemani nasya. Dari kejauhan terlihat zaki berlari menuju nasya. Zaki menghampiri nasya yang sedang duduk, "sya..." zaki terlihat ngos-ngosan


"sya... gimana keadaan nasya?" air muka zaki terlihat panik sekaligus khawatir.


"dokter belum keluar mas, jadi aku belum tau" jawab nasya jujur


"ya Allah..." zaki terduduk lemas


"pak dodo imah kemana? kok dia bisa lalai sih jaga hana!" zaki mulai terlihat marah


"bang udah... pak dodo kan juga ga tau apa-apa dia jaga diluar rumah bukan didalam" nasya mencoba menenangkan zaki.


"kalau sampai ada apa-apa sama hana kalian saya laporin ke polisi!" bentak zaki


Pak dodo terlihat menunduk takut, nasya memaklumi karena zaki masih diliputi rasa marah dan kecewa. Tak berapa lama dokter keluar dari ruangan, "keluarga pasien farhana" seketika zaki dan nasya berdiri.

__ADS_1


"saya suaminya dokter" ujar zaki


"ibu farhana mengalami syock karena pendarahan untung saja dia lekas dibawa dan tifak terlambat. Setelah keadaannya stabil kami akan mengoperasi pasien untuk mengeluarkan bayinya karena tidak memungkinkan untuk bu farhana melahirkan normal. Anda bisa mengurus administrasinya segera"


"baik dokter, tapi keadaan istri saya sekarang gimana?" tanya zaki sangat khawatir.


"pasien sudah melewati masa kritis doakan saja segera stabil" Dokrer cantik itu pun tersenyum kemudian meninggalkan nasya dan zaki. Terlihat hana dikelilingi selang dan mesin zaki terlihat terpukul dengan keadaan hana sekarang. Dia menangis tersedu menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Nasya melihat ke arah pak dodo yang masih setia menunggu majikannya, "pak dodo bisa langsung pulang ya nanti tolong bilang imah untuk siapin pakaian bang zaki sama hana dan bawa kesini"


"baik non, tuan sa... saya... pulang dulu" pak dodo terlihat sedang menantikan jawaban namun tak dia dapat. Nasya memberi isyarat untuk pak dodo segera pergi.


Setelah kepergian pak dodo tak lama kemudian araf datang dia membawa tentengan seperti makan malam. Nasya berdiri menyalami araf, "gimana keadaan hana?" tanya araf pada zaki setelah memberikan tentengannya pada nasya.


"belum sadar raf" jawab zaki masih duduk lemas dibangku


"mas..." nasya menyerahkan bungkusan nasi yang sudah dibuka oleh nasya dan diterima araf. Setelah itu nasya menyerahkan bungkusan berikutnya kepada zaki namun ditolak oleh zaki.


"bang kalau abang ga makan nanti abang sakit, kalau abang sakit siapa yang ngurus hana? mami sama papi belum balik dari eropa" ujar nasya


"sedikit aja bang yang penting makan dulu" sambung araf yang diangguki zaki kemudian menerima bungkusan nasi itu dari nasya.


***


Keesokan hana dijadwalkn operasi, hari ini nasya tidak berangkat kuliah karena menemani zaki di rumah sakit. Sedang araf pagi-pagi sudah berangkay ke kantor dari rumah sakit.


Setelah menunggu 2 jam operasi pun selesai, hana dipindahkan ke ruang rawat inap vvip. Zaki merasa bahagia melihat bayi laki-laki didalam boks begitu gembul karena lahir dengan berat hampir 4kg. Setelah diadzani bayi laki-laki yang diberi nama gibran abinaya itu terlihat lelap.


Menjelang tengah hari hana baru sadar sepenuhnya dari bius. Nasya senang melihat hana sudah sadar begitu pun zaki yang terus disisi istrinya menciumi tangan hana, "mas anak kita sehat?" tanya hana dengan suara lemah


"Alhamdulilah sayang sehat wal afiat" jawab zaki


"anakmu gendut tau na gemes banget liatnya" nasya terlihat bahagia menceritakan keponakan barunya. Hana tersenyum bahagia, "makasih ya sya udah nemenin aku"


"sama-sama hana"

__ADS_1


Annasya merasa senang melihat kehangatan zaki dan hana apalagi mereka baru dikauniai bayi mungil. Terselip rasa iri dihatinya karena sangat ingin memiliki anak namun dia belum juga dikaruniai. Ada rasa sedih dan sakit dihatinya. Araf datang pun setelah menyalami nasya dia bergegas menghampiri bayi kecil gibran digendongnya bayi kecil itu dan diciumi araf gemas. Nasya yang melihat meneteskan airmata merasa sedih. Untungnya dia memakai cadar jadi ga akan ada yang tau kalau dia menangis sedih entah kapan dia bisa memiliki anak.


__ADS_2