Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 64


__ADS_3

Danu berjalan menyursuri trotoar taman, dia berjalan perlahan sambil menghirup udara malam dalam-dalam. Dipikirannya terbayang senyum nasya sang keponakan yang sudah lama dia rindukan. Karena jarang sekali bertemu membuatnya menjadi lupa bagaimana senyum indah itu terlukis dan mata sendu itu menatap padanya, "benar-benar duplikatmu maryam" pikir danu sambil menatap langit malam.


Disebuah kursi kosong dia menyandarkan bokongknya sambil meneguk sekaleng soda, sesekali dia menghela nafas dan membuangnya. Dia menatap pada kaleng soda memainkan jari-jarinya yang menggenggam soda itu. Menggigit-gigit bibirnya yg tipis dan mungil. Sesekali mengusap wajahnya dengan kasar.


"kayanya lagi lelah banget ya" sebuah suara lembut menyapa dirinya. Danu memdongak melihat ke asal suara danu langsung tersenyum yang diiringi gelengan kepala.


"lama ga ketemu kak apa kabar?" tanya seorang wanita yang mengambil posisi duduk disisi kiri danu yang lebih luas.


"hah.... baru seminggu yang lalu ketemu di johor baru fai" jawab danu tanpa berniat memandang faiqa.


"hahaha iya ya, menurut aku sih seminggu itu lama banget loh kak berasa bertahun-tahun aku nunggunya" faiqa berucap sambil mencemberutkan bibirnya.


"haih...." danu menghela nafas.


flashbac on


Sebenarnya ia merasa jengah dengan ulah faiqa yang tiada lelah mengikuti kemana pun dia pergi. Entah sengaja atau tidak faiqa selalu tau dimana dia berada, kecuali saat dia tugas ke afrika selama 6 tahun dia merasa senang karena jauh dari gangguan faiqa.


Faiqa adalah anak dari atasan danu dimiliter. Faiqa menyukai danu saat masih sekolah danu sering berkunjung kerumah orang tuanya untuk urusan pekerjaan. Ayah faiqa atasan danu, sering meminta danu mengantar faiqa kesekolah.


Pernah suatu ketika danu menjemput faiqa yang saat itu sudah duduk dikelas 3 sudah sampai disekolah namun anak itu ternyata tidak sekolah menurut laporan teman-temannya dia berada di warnet bermain game. Saat danu menghampiri dia melihat faiqa asyik bermain game online.


"bagus ya... bukannya sekolah malah diwarnet" danu menyilangkan tangannya sambil menarik hoody yang dipakai faiqa.


"kak.... kak... tunggu aku belum selesai" faiqa yang ditarik danu pun berteriak. Setelah sampai diluar danu melepaskan tangannya dari hoodi faiqa dia menatap anak remaja yang masih mengenakan seragam sma-nya yang dilapisi hoodi berwarna salem.


"kak ihhh malu tau" keluh faiqa sambil melepaskan diri dari cengkeramn danu.


"kamu itu udah kelas 3 masih aja suka bolos" danu mulai memarahi faiqa.


"habisnya bosen kak belajar dikelas. Lagian mau pinter atau ga saat kita sekolah bukan itu kan yang nentuin masa depan" faiqa bicara sambil menunduk


"dapat kata-kata darimana lagi kamu!" danu menyipitkan matanya


"ih kakak bukan itu yang penting, btw kakak pulang kok ga kabarin aku?" faiqa yang awalnya sedikit takut mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya dia sangat senang bertemu dengan danu saat ini.

__ADS_1


"buat apa saya ngabarin kamu? lagian siapa kamu?" danu melipat tangannya


"calon istri kakak" jawab faiqa cengengesan


Danu menjentikkan jarinya didahi faiqa, "sekolah yang bener bisa jadi juara masuk universitas negeri dengan beasiswa baru bisa jadi calon saya"


faiqa mengelus dahinya yang sakit, "aw.... sakit kak"


Danu menjentikkan dahinya lagi, "kalau ga bisa jangan mimpi"


"kakak kdrt nih sakit"


"sakit kan? makanya bangun jangan mimpi terus. ayo pulang" danu menarik tangan faiqa. Faiqa merasa senang tangannya digandeng danu dia pun lupa dengan sakitnya dahi yang disentil danu.


Saat didalam mobil faiqa bertanya pada danu, "kak..."


"hmmm"


"kalau aku bisa masuk universitas negeri kakak mau nikahin aku ga?"


"emang aku bukan tipe kakak ya? aku juga tau kok kalau kakak masih suka sama cewe yang difoto dompet kakak"


"sekolah aja yang bener"


"males ah kakak ga bikin aku semangat" faiqa melengos menatap jendela disampingnya.


"aku ga bisa mencintai kamu faiqa apalagi usia kita jauh banget. kamu itu harusnha panggil saya om bukan kakak"


"aku ga pernah bilang minta dicintai aku cuma minta kakak untuk nikahin aku. seiring berjalannya waktu kakak pasti bisa mencintai aku"


"ok lah" danu akhirnya menyerah


"seriusan kak" mata faiqa berbinar dia tak menyangka danu mau.


Semenjak itu faiqa semangat untuk belajar demi bisa menikah dengan danu.

__ADS_1


falshback off


"kak usia aku udah 24 tahun aku juga udah lulus s2 aku masuk universitas negeri dengan beasiswa. S2 juga dengan beasiswa sesuai ucapan kakak" faiqa berujar sambil menatap kedepan


Danu menatap faiqa sekilas kemudian melihat ke kaleng minuman yang digenggamnya, "ga nyangka ya kamu sekarang udah dewasa"


"sekarang waktunya kakak yang harus tepatin janji kakak"


"hmmm janji apa?" danu bingung dengan ucapan faiqa


"janji kakak untuk nikahin aku lah jangan bilang kakak lupa" faiqa mulai cemberut karena kesal.


"..." danu


"kak serius ih..."


Danu duduk menghadap ke arah faiqa, "kenapa sih kamu itu terobsesi banget sama saya hmm?"


"kak. aku ga terobsesi tapi aku cinta sama kakak. Harus berapa kali aku ngungkapin?" ucap faiqa dengan nada kesal.


"kamu yakin itu cinta bukan obsesi?" danu menegakkan punggungnya.


faiqa, "...."


"fai kamu masih mudah baru 24 tahun saya udah 38 apa ga lebih baik kamu mencari yang seumur atau seenggaknya jangan terlalu jauh perbedaanya" saran danu


"kak aku udah nunggu kakak dari aku masih smp. Aku berbuat onar supaya kakak bisa ngomelin aku negur aku. Karena kalau aku jadi anak baik kakak cuma senyum sama aku. Aku jadi anak baik dan rajin belajar lagi semenjak kakak janji mau nikahin aku. Aku selalu tanya ayah kemana kakak tugas kalau bisa aku cari kakak dengan bantuan ayah ditempat kakak tugas. Aku..." faiqa menunduk terlihat dia menghela nafas menahan tangis, "aku bener-bener cinta sama kakak tapi kakak malah anggap ini obsesi bukan cinta. hah... rasanya sakit banget disini" faiqa menunjuk ke arah dadanya.


Danu terdiam menatap faiqa. Bulir airmata tampak jatuh dipipi faiqa, "penantian aku selama 10 tahun terakhir berasa sia-sia"


"fai..."


"kakak seorang prajurit harusnya kakak menepati janji bukan mengingkari dengan berbagai alasan"


Entah mengapa melihat faiqa sangat sedih membuat hati danu terasa sangat sakit. Dia tak tega melihat faiqa seperti itu. Faiqa bangkit dari duduknya dia melihat kearah danu dia membungkukkan tubuhnya dan mencium bibir danu. Danu terkejut bukan main dia hanya diam mematung seperti belum siap menerima kenyataan dia dicium seorang wanita. Faiqa menegakkan tubuhnya, "seenggaknya ciuman pertama aku udah kakak ambil aku akan minta pertanggung jawaban kakak" faiqa melenggang pergi sedangakan danu membuang nafas kasar. Masih syok dengan kejadian yang dialaminya

__ADS_1


__ADS_2