
Annasya tak habis pikir dengan araf terkadang dia berpikir apakah araf tidak pernah memikirkan perasaannya? Atau memanglah araf orang yang teramat sangat baik? Ingin rasanya nasya berteriak dan menangis namun tak pernah dia lakukan. Araf sudah menjadi suaminya apapun yang terjadi itulah yang harus dia terima. Bukan bermaksud pasrah namun jika dia berpikir untuk berpisah bukankah itu akan lebih menyakitkan?
Disinilah dia, disebuah rumah sakit menemani araf untuk menjemput erika. Araf terus menggandeng nasya sepanjang jalan menuju kamar erika. Tak ada yang tau bagaimana ekspresi nasya yang wajahnya tetutup cadar. Sungguh jika bisa nasya ingin sekali menhajar araf karena kesal!!
Berulang kali dia menghela nafas, berusaha mengurangi sesak didada. Sesampainya dikamar vip araf membuka pintu dirangkulnya pundak nasya untuk memasuki kamar. Saat hendak masuk dilihatnya wanita usia pertengahan 20-an yang terlihat cantik dengan dress biru terang yang sexy hanya sebatas setengah dari paha wanita itu dengan kerah V yang menonjolkan belahan dadanya. Annasya beristighfar dia langsung berplaing dari memandang wanita itu.
"hai erika gimana keadaan kamu?" tanya araf yang menghampiri erika yang berdiri ditepi ranjang sambil memasukkan pakaiannya ke dalam tas
"hai raf aku udah lebih baik terima kasih udah nolong aku. ini....??" erika melirik pada wanita bercadar yang terlihat sangat tertutup dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"ahhh... iya... ini istriku namanya annasya, sayang ini erika" araf memperkenalkan erika pada pada nasya.
"hallo... aku erika..." Erika berusaha tersenyum namun nasya hanya mengangguk saja. Toh kalau dia tersenyum erika ga akan bisa liat juga kan.
"semua udah beres?" tanya araf
"udah raf" jawab erika sambil tersenyum senang
Sebenarnya araf merasa aneh karena erika tak lagi memanggilnya pak hari ini apalagi dilakukan didepan nasya istrinya. Dia takut nasya salah paham.
"ok kalau gitu aku akan mengurus administrasinya dulu. Sayang kamu disini aja dulu ya sama erika aku utus administrasi sebentar" Nasya mengangguk tanpa menoleh.
Setelah kepergian araf nasya beralih ke sofa diruangan itu, dia mwngambil ponselnya dan mengirim pesan pada hana yang sudah terlebih dahulu mengirim pesan padanya.
hana:
sya dimana? gue ke apartemen lo ya kita jalan lagi vita sama nita ngajak ke pengajian akbar di masjid agung
nasya:
tumben ngajak ngaji biasanya ngajak nge-mall ðŸ¤
hana:
iya tuh ngapa tau 2 curut itu bisa berubah
"nasya..." sedang asyik nasya berkirim pesan erika memanggil. Nasya mwndongak melihat ke arah erika yang entah sejak kapan sudah duduk didepannya.
"terima kasih" ujar erika kemudian. Nasya hanya mengangguk dan fokus melihat ponselnya lagi.
__ADS_1
nasya:
aku ga bisa ikut hana, hari ini erika diperbolehkan pulang mas araf berencana membawa dia ke apartemen kami. Ga mungkinkan aku tinggalin mereka berdua
hana:
apa??? erika mau dibawa ke apartemen kalian! gila ya araf!
nasya:
ada alasan khusus hana
hana:
apapun alasannya ga dibenarkan membawa orang ke-3 ke dalam rumah! emosi gue lama-lama ama laki lo
nasya:
istighfar hana jangan sampai emosi menguasai diri nanti kamu jadi lemah hati
"annasya... ehmmm" erika seperti ragu bicara karena nasya terlihat enggan bicara
"kamu gapapa aku... tinggal..."
"apa yang harus aku lakuin? ngusir kamu? aniaya kamu?" tanya nasya dingin membuat erika seketika shock mendengarnya. Araf benar istrinya dingin dan cuek.
"aku..." erika ragu untuk berkata
"selagi semua keinginan suami apa aku boleh membantah? asalkan kamu ga memulai perang aku ga akan ngusik kamu" ucap nasya tajam
"aku ga bermaksud untuk masuk kedalam rumah tangga kamu sya... kalau bisa aku malah mau..."
"udahlah ga usah dibahas nanti sesampainya dirumah kami tolong pakai pakaian yang lebih sopan"
"Sialan nih cewe bener-bener ga bisa dibaikin! Ketus banget sih. Gue pikir dia tipe cewe-cewe yang pasrah dan lembut kaya diseinetron yang rela suaminya nikah lagi. Ahhh andaikan araf bisa jadi milik gue" Erika berbicara dalam hati
Annsya dan erika diam, nasya tak lagi memainkan ponselnya dia juga tak lagi bicara oada erika.
Araf masuk saat suasana menjadi canggung untuk keduanya, "kalian udah siap?"
__ADS_1
Nasya lekas berdiri menghampiri araf diikuti erika dibelakangnya yang membawa tas. Araf menggenggam tangan nasya erat dan menuntunnya keluar. Erika melihat iri ke arah mereka.
"sayang mau makan dulu ga? daripada nanti sampai apartemen kamu masak kan pasti lelah banget mending kita makan diluar ya" ajak araf pada nasya yang duduk disampingnya
"iya sayang aku ikut kamu aja" seketika araf shock menatap pada nasya dia tak percaya nasya memanggilnya sayang. Untung lampu merah jadi araf tak perlu ngerem mendadak. Araf menatap lekat pada nasya. Nasya tersenyum dibalik cadarnya dan balas menatap araf, "kenapa sayang?" tanya nasya yang melihat araf menatapnya
"gapapa... kok rasanya aku makin cintaaa banget sama istri solehahku ini" baru saja araf ingin meraih kepala nasya klakson dibelakang mereka berbunyi. Erika yang melihat adegan itu merasa jengah.
"Erika kamu ga keberatan kan kita makan dulu" tanya araf sambil menyetir mobil.
"gapapa raf... aku juga kebetulan lapar" ucal erika dengan senyum terpaksanya
"sayang kamu mau makan apa?" tanya araf
"mas aku kok pengen banget makan maskan manado ya mas" jawab nasya dengan nada manja membuat araf sedikit heran dengan nasya hari ini. Namun dia senang melihat nasya yang mau manja dengannya
"pak boleh ga kalau aku makan pizza? kayanya aku pengem banget pak pizza itu" erika merengek pada araf untuk berhenti diresto pizza seberang jalan.
Araf tampak berpikir namun dia mengiyakan erika, sesaat nasya merasa kesal namun dia hanya diam sambil istighfar. Sebelum erika turun araf mencegahnya, "ga usah turun biar aku aja yang beli nanti kamu bisa makan diresto tempat aku sama nasya makan" ucap araf
"ga usah raf aku pengen makan ditempat aja" ujar erika
"owh ya udah nanti kalau kami udah selesai makan kami jemput ya. Resto manado ga jauh kok dari sini" ujar araf
Seketika erika lemas dipikirnya araf akan mengantarnya makan di resto pizza itu ternyata dia lebih memilih ikut makan diresto pilihan istrinya. Nasya merasa senang suaminya memilih ikut makan dengannya.
"ok sayang kita makan masakan manado, kenapa ga ke resto masakan jawa aja sayang?" tanya araf pada istrinya
"aku lagi pengen banget mas" jawab nasya manja
"hmmm istriku lagi ngidam ya..."
"mudah-mudahan ya mas"
"beneran sayang?"
"ihhh kamu sendiri tau kok aku masih datang bulan ya belum mas. Mudah-mudahan bulan depan ya mas"
"amin" araf tersenyum lebar melihat ke istrinya
__ADS_1