
Sesampainya di apartemen betapa terkejutnya araf mendapati leni dan bayu ada diapartemen mereka. Dia juga melihat ada bi tini yang sedang menonton tv bersama kedua orangtuanya.
"loh mami, papi tumben ada dirumah kami? sejak kapan?" tanya araf heran.
"sejak kamu memutuskan untuk membawa orang lain masuk kerumah ini!" jawab leni ketus.
Araf menatap pda nasya, "kenapa kamu ga bilang aku kalau mami sama papi mau nginep sya?"
Nasya memanggil bi tini tanpa menoleh pada araf, "bi tini... tolong bantu erika ke kamar tamu"
"baik non"
Araf duduk setelah menyalami kedua orang tuanya begitu pun erika, "hallo tante om" sapa erika canggung pada orang tua araf. Leni dan bayu hanya tersenyum pada erika.
"bi bawa erika untuk beristirahat ya" pinta bayu pada bi tini
"mari non erika" Erika berjalan mengikuti bi tini.
Setelah erika pergi dengan bi tini araf bertanya pada orang tuanya, "mami sama papi mau nginep sampai kapan?" tanya araf
Leni menatap tajam pada araf, "kenapa memangnya?"
"ya gapapa soalnya tumben aja mami..."
"aku yang minta mereka untuk nginep mas" nasya memotong ucapan araf
"pikiran kamu kemana raf? mami sama papi ga habis pikir bisa-bisanya kamu bawa orang lain untuk tinggal sama kamu" bayu bertanya geram sambil menatap tajam pada anak bungsunya itu
"ga gitu pi... keselamatan erika itu penting" elak araf
"bahkan lebih penting daripada perasaan istri kamu!" ketus leni
"mi... aku udah minta persetujuan nasya"
"tapi aku kan ga bilang setuju. Bahkan airmata aku kamu anggap sepele" ucap nasya setelah membuka cadarnya
"kok kamu jadi nyudutin aku sih sya"
Nasya yang hendak menenggak minumannya balik menatap araf, "kamu merasa tersudut? aku kan ngomong bener. Ada ga kamu dengar aku bilang setuju?"
Araf mengerutkan keningnya mendengar ucapan nasya. Memang dia tak pernah bilang setuju bahkan nasya menolak keras hingga menangis
"araf... papi mau tidak mau akan ikut campur urusan rumah tangga kalian. Biar bagaimana pun ga sepantasnya kamu membawa dia kerumah kamu yang hanya kalian tinggali berdua. Kami disini untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Kamu pun ga boleh egois raf, segala sesuatu yang hendak kamu lakukan harus kamu pertimbangkan juga perasaan istri" jelas bayu
"maafkan aku pi..."
__ADS_1
"jangan minta maaf sama papi, minta maaflah pada nasya renungkan berapa kali kamu menyakiti hati nasya. Jangan sampai kamu menyesali dibelakang hari" ucapan papi terasa menusuk didalam hati araf.
"mi... pi... nasya kekamar duluan ya mau ganti baju trtus shalat"
"iya sayang silahkan" ucap leni
Setelah jepergian nasya tinggalah araf bertiga dengan leni dan bayu. Bayu menatap araf, "apa kamu ga bisa bawa erika ke tempat lain? apa kamu benar-benar buta dengan perasaan nasya?"
"araf mami minta kamu lebih menghargai dia. Jangan sampai kamu menyesal di akhir. Sulit untuk mendapatkan istri yang begitu sabar, pengertian dan taat" ucap bayu pelan
"sayang mami bukan ga mau mendukung kamu menyelamatkan erika tapi mami juga mau kamu harus memikirkan rasa sakit yang dirasakan nasya. Dia cenderung diam dan tak mau bicara bukan karena dia enggan untuk bicara tapi dia ga mau kalian ribut. Nasya udah banyak mengalah kamu harus pahami itu" ucap leni panjang lebar
"astaghfirullah araf hampir lupa mi" ucap araf
"sekarang coba kamu pikirkan lagi ucapan kami. Kami hanya ga mau kamu kehilangan nasya. Dia sangat berharga untuk disia-siakan" ucap bayu
***
Nasya baru selesai shalat saat araf masuk kedalam. Araf memeluk nasya erat, "maaf sayang"
"terus minta maaf tapi terus nyakitin aku bosen mas dengernya"
"sayang... aku harus gimana?"
"emang pendapatku masih berlaku untuk kamu?" tanya nasya
"siapa yang ngambek biasa aja"
"aku janji setelah ini semua selesai aku ga akan mendekat pada erika atau wanita-wanita lain"
"ya..." jawab nasya singkat
"mas lepasin ah" pinta nasya yang dipeluk erat araf
"ga mau" rajuk araf
"ihhh apaan sih mas geli tau" protes nasya saat kepala araf bergerak-gerak dipundaknya
"biarin aku mau menggoda istriku. Aku lg kangen banget" ucap araf yang tanganya mulai bergerak meraba seluruh tubuh nasya.
"masih siang mas lagipula dibawah juga ramai kan" nasya mencoba mengelak
"menolak suami dosa loh"
"ihh mas"
__ADS_1
Tanpa banyak bicara lagi araf membopong nasya ke atas kasur.
***
Sore hari setelah melaksanakan shalat ashar araf berdiri dibalkon sendiri. Erika yang hendak kedapur melihat araf berdiri dibalkon sendiri. Erika pun menghampiri araf, "raf kok sendirian?" sapa erika
"hai..." dilihatnya erika menghampiri erika yang hanya memakai kaos tipis dan hot pants.
"kenapa ngelamin sendirian?"
"ga ngelamun hanya lagi berpikir"
"soal aku yang disini ya. maaf ya merepotkan kamu"
Araf tersenyum membuat erika bergetar hatinya, "ga kok tenang aja"
"aku pikir istrimu itu... seperti yang disinetron gitu yang solehah nurut apa kata suami lemah lembut"
"sejauh ini nasya seperti itu kok, kamu belum mengenalnya dengan baik aja"
Nasya mencari araf karena leni dan bayu ingin minun teh sore bersama. Saat melihat araf berbincang pada erika awalnya ingin mendekat namun mendengar pertanyaan eruka nasya menahan diri.
"btw kalian kenapa nikah muda? kalau ga salah ingat usia kamu belum sampai 20 kan?"
"jodoh kami dekat, aku mencintai istriku hingga ada rasa takut kehilangan hingga memutuskan menikah cepat. Wanita seperti nasya sangat sulit didapat lagipula dia ga bisa pacaran. Annasya sangat berharga" ucap araf membuat erika menciut tiba-tiba senyum dibibirnya luntur.
"owh..." ucap erika singkat
"mas..." annasya memanggil dia memutuskan mendekati suaminya sebelum mereka semakin akrab
"hai sayang..." araf langsung mendekap istrinya tanpa malu ada erika disana
"mas malu ihhh ada orang"
"santai aja sya dah biasa" jawab erika dengan senyum terpaksa
"mami sama papi diruang tengah yuk kita nge-teh bareng" ajak nasya kemudian melirik ke arah erika, "erika kamu bisa ikut tapi tolong pakai celana yang lebih panjang ya"
"ahhh... sayangnya aku ga punya" ucap erika pura-pura menyesal
"nanti aku minta bi tini untuk meminjamkan" ucap nasya sambil menyingkir dari sana menggandeng araf. Araf menarik pinggang nasya mereka berjalan sambil bercanda. Erika merasa iri dengan kerimantisan mereka, "bikin iri aja hufff" gumam erika
Erika beranjak dari sana dia melihat betapa harmonisnya keluarga araf membuat hatinya trenyuh ada kekosongan jauh didalam hatinya.
🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵
__ADS_1
Hatiku masih berputar ditempat tak bisa berpindah dan beranjak
Ingin berlari secepat mungkin jika berjalan sudah tak bisa