Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 78


__ADS_3

Annasya sedang duduk dibalkon saat araf terbangun dia meraba tak memdapati nasya disisinya. Araf pikir nasya akan menjalankan shalat tahajud seperti biasa namun saat dia menoleh ke arah balkon dia melihat tirai dan pintu ke arah balkon terbuka. Araf lekas memakai piyamanya dan menyusul nasya yang ternyata sedang memejamkan matanya sambil berdzikir. Dia pun menarik nafas dan membuangnya perlahan. Seperti menikmati udara disekitarnya.


"kamu lagi apa sya?" Araf mendekat, berjongkok didepan nasya yang sedang duduk bersila diatas bangku rotan. Nasya membuka matanya, "mas kok bangun?" bukannya menjawab pertanyaan suaminya nasya malah balik bertanya.


"aku yang tanya bukannya dijawab malah nanya balik, ada apa sayang?" seperti mengetahui kegelisahan nasya araf bertanya lagi sambil mengusap pipi nasya.


"gapapa mas aku cuma ga bisa tidur rasanya seperti sesak nafas" jawab nasya pelan dengan menatap wajah suaminya.


"kamu kalau sesak nafas ga baik diluar, lebih baik ayo kita kedokter!" araf mulai panik.


"ga perlu mas aku cuma butuh nenangin diri setelah ini juga lebih baik kok" nasya berujar dengan mengalungkan tangannya dileher araf.


Araf mendekatkan wajahnya pada nasya menciumi mata, pipi, kemudian bibir nasya lembut. Nasya merespon suaminya dengan lembut, "mas... ini diluar ayo masuk kalau mau mesum didalam aja ga baik kalau ada yang lihat"


Araf menatap wajah polos istrinya yang bersinar dibawah cahaya rembulan, "yang mau mesum kamu itu yang belakangan otaknya ngeres terus ga peduli suami capek" araf menjentikkan jarinya didahi nasya.


"ihhh... sakit" ringis nasya yang kemudian dicium oleh araf.


"maaf sayang..." araf memeluk nasya erat setelah mencium kening nasya, "semoga kita bisa begini terus sampai tua ya sya... bisa akur terus sampai akhir hayat. Semoga kita juga bisa bertemu disyurga nanti"


"amin" jawab nasya.


"sya masuk yuk dingin diluar ga baik buat kesehatan" ajak araf yang diangguki nasya. Saat nasya hendak berdiri araf sudah membopong nasya, "gimana kita mau punya baby kamu aja enteng banget begini. Kamu makan ga sih?!" tanya araf heran.


Nasya memajukan bibirnya, "makanlah mas" elak nasya


Araf merebahkan nasya diatas ksur perlahan setelah membuka mukena nasya dan melempar kesegala arah araf memandang wajah nasya, "makan yang banyak ya sayang jaga kesehatan jangan terlalu kurus begini"


"juga jangan terlalu lelah dan ngoyo pengen cepet lulus aku ga mau kamu terlalu stress" sambung araf

__ADS_1


"aku mau cepat lulus kan supaya kita bisa cepet program mas"


"kita nikmatin aja yang sekarang sayang jangan terlalu ngoyo ga baik. Mensyukuri nikmat lebih baik"


Nasya mengangguk mendengar ucapan araf. Araf merentangkan tanganya yang dipakai bantalan kepala nasya kemudian nasya memeluk erat suaminya. Tak lama kemudian terdengar nafas nasya teratur dia mulai tertidur dengan nyaman dipelukkannya.


Araf membelai rambut nasya lembut sejujurnya dia merasa bersalah karena tak pernah tau apa yang menjadi cita-cita nasya sampai faiqa dan danu datang mengutarakan semua yang menjadi keinginan nasya dulu. Dia merutuki kebodohanya dan keegoisannya. Setelah dipikir selama 4 tahun menjalani rumah tangga belum pernah nasya membicarakan tentang keinginan terpendamnya. Yang dia tau hany nasya sangat menginginkan anak. Sebenarnya araf pun ingin memiliki anak namun dia takut dengan kejadian dulu saat awal kehamilan nasya yang sering pingsan bahkan tak bisa makan apapun kalau araf tak menyuapi nasya. Saat nasya pendarahan araf sangat ketakutan dan khawatir.


Araf terus menciumi rambut nasya dia akan fokus untuk bisa lulus kuliah tahun ini agar bisa meluangkan banyak waktu untuk nasya. Jika Allah berkehendak nasya bisa hamil dia ingin bisa menjaga nasya sepenuhnya seperti dulu.


"tidur mas jangan ciumin aku terus nanti kalau aku pengen dibilangnya ga pengertian suami capek" ucap nasya dipelukan araf membuat araf tertawa lepas ditwngah malam.


Araf mendongakkan wajah nasya, "semenjak kuliah kedokteran istriku ini jadi lebih vulgar ya bicaranya bahkan lebih mesum"


"kamu itu yang mesum" bantah nasya. Araf gemas dengan bibir nasya yang cemberut dia pun menggigit kecil bibir mungil nasya.


Setelah acara makan malam dengan danu semalam, danu mengirim pesan pada nasya.


sya besok om kerumah ya ada yang mau om bahas sama kamu sebagai keponakan om


Nasya melihat pesan dari danu dia berpikir sejenak, ada apa ya?


***iya om nanti aku bilang mas araf juga


Araf udah om kabari juga kalau besok om mau kesana***


Balasan dari danu membuat nasya berpikir sepertinya ini sangat penting. Yang dia tau danu sama sepertinya tak lagi memiliki orang tua saudara satu-satunya adalah ayahnya yang sudah meninggal 4 tahun lalu.


Saat nasya selesai dengan prakteknya dijam 4 sore dia mendapat pesan dari araf

__ADS_1


sayang besok om danu mau ngajak ketemu dirumah, kita ngumpul dirumah utama aja ya


Nasya berpikir sejenak penting banget ya pertemuan ini sampai araf mengajak bertemu dirumah utama. Nasya hanya menduga-duga jika mungkin saja danu ingin menikahi dosennya itu. Baru sajabmembatin tentang faiqa nasya berpapasan dengan faiqa dilorong menuju perpustakaan.


"hai sya.." sap faiqa dengan ramah disertai senyum mautnya. Nasya mengangguk, "hai tante..." balas nasya. Faiqa mengenakan dress abu-abu sebetis dengan lengan panjang dan kerah yang sebelah kanannya lebih lebar dari sebelah kirinya. Rambutnya dia gulung sebagian dan membiarkan yang lain sedikit berantakan namun teratur. Dia benar-benar cantik seperti artis korea.


"kamu mau kemana sya?" tanya faiqa yang mencoba ingin bisa dekat dengan satu-satunya saudara calon suaminya.


"ke perpus" nasya menjawab singkat.


"ada waktu? aku mau bicara sama kamu" faiqa masih menunggu jawaban nasya yang hanya mengangguk


Faiqa dan nasya duduk dipembatas taman. Faiqa duduk dengan anggunya nasya yang memperhatikan sungguh terpukau. Sekarang dia paham mengapa om-nya bisa jatuh cinta dengan wanita didepannya. Selain cantik dia juga anggun dan murah senyum mirip seperti alm ibunya.


"sya..." faiqa menggenggam tangan nasya, nasya merespon dengan menoleh padanya, "aku minta izin"


"untuk?" tanya nasya heran


"aku ingin bisa menikahi kak danu"


"tante ga usah minta izin sama om kalau tante tulus fan cinta sama om mintalah sama om bukan aku"


"tapi kamu juga harus memberi kami izin. Biar bagaimana pun kamulah harta berharga yang danu miliki. Danu sering berucap jika kamu tidak mengizinkan maka kak danu tidak akan menikahi aku" ujar faiqa lirih.


Nasya terdiam sejenak terlihat permohonan tulus dari faiqa. Karena tak juga direspon nasya faiqa tertunduk lesu, "kita memang belum akrab sya tapi kita bisa kan mulai mengakrabkan diri?"


Nasya mengangguk, "aku akan merestui tapi tante harus benar-benar mencintai om aku dengan tulus. Karena ga mudah buat dia untuk jatuh cinta"


Faiqa mengangguk senang, "maksih ya sya" reflex faiqa memeluk nasya

__ADS_1


__ADS_2