
Annasya sedang duduk bersama 2 orang temannya di kantin kampus setelah jam ke-2 selesai. Lisa salah 1 teman nasya datang dengan wajah sumringah karena bahagia.
"hai guys..." Seru lisa sambil menciumi pipi teman-temannya satu persatu
"kayanya ada yang lagi bahagia ya...." selidik jessica yang disenyumi oleh lisa.
"kenapa sih jadi kepo tau..." nina yang penasaran menengok pada lisa
"kasih tau ga ya...." lisa memainkan bibirnya
"ahhh males deh kalau dibikin penasaran" kali ini nasya yang bersuara.
"ayooo doong jangan bikin penasaran" desak nina. Lisa tersenyum kemudian merogoh saku jas lab dokternya dan menunjukkan pada semua teman-temannya, "gue hamil ye..." seru lisa yang disambut sorakan dari nina dan jessica.
Sedang nasya melihat pada test pack membolak balikkan alat itu memperhatikan dengan seksama lisa dan yang lainnya melihat ke arah nasya yang masih fokus pada alat itu, "kenapa sya? ada yang salah?" tanya jessica yang belum melepas rangkulan tangannya dari lisa.
Nasya melihat ke arah lisa, "hmmm beruntung banget sih good luck ya..." nasya memeluk lisa dengan hati-hati.
"hadehhh gue kira kenapa" nina menepuk jidat
"makasih adik kecil sayang" lisa membalas pelukan nasya dengan menepuk pundak nasya, nasya melepas pelukan lisa, "kebiasaan deh kalau manggil aku adik kecil terus" gerutu nasya
"lah emang bener lu itu adik kecil kita, coba diantara kita siapa yang paling muda lu kan" nina menunjuk pada nasya dengan dagunya.
"cuma beda 2 tahun" jawab nasya dengan suara manjanya
"biar kata 2 tahun juga tetep aja lu paling muda sya" jessica mendukung ucapan nina.
"ihhh..." nasya berpaling pada lisa, "sehat-sehat terus ya ibu sama baby-nya" ucap nasya sambil mengelus perut rata lisa.
"makasih aunty, semoga aku bisa secantik dan secerdas aunty ya" jawab lisa sambil mengelus perutnya sendiri.
"amin" jawab semua serempak
"eh bentar emang tau darimana lu kalau nasya cantik? bisa jadi dia ga secantik gue" nina berucap sambil mengelus wajahnya dengan telapak tangannya.
"pede banget lu tau ga hahaha" ujar jessica tertawa lepas diikuti lisa dan nasya yang menggeleng.
"lu lupa waktu ultah jessica suaminya bilang apa? karena saking cantiknya nasya ga ada yang boleh menikmati kecuali suaminya sendiri. Itu bukti kalau nasya cantiknya ga main-main" ucap lisa menjelaskan.
__ADS_1
"lagian lu emang udah tau apa anak lu cewe? bisa-bisanya berdoa secantik nasya" jessica menimpali
"mau cewe atau pun cowo yang penting sehat ga kurang suatu apapun" kali ini nasya menengahi.
"makasih adik kecil" lisa tersenyum bahagia
"tuh kan" sebal nasya
"eh sya lu sendiri nikah dah berapa lama?" tanya nina penasaran
"udah 3 tahun makanya aku iri tau lisa hamil dia kan baru 6 bulan nikah" nasya berucap dengan nada memelas.
"sabar sayang... nanti juga lu bisa dapet" lisa menepuk pundak nasya
"tunda aja dulu sya lu kan msih terlalu muda untuk hamil. lu sebagai calon dokter pasti tau kan resiko kehamilan diusia dini" nina mencoba memberi arahan
"justru karena mumpung masih muda nina biar nanti kalau udah 30-an cuma fokus besarin anak" jawab nasya santai
"lu konsultasi aja sama dokter sya kalau lu emang pengen banget lekas dapet anak biar dikasih vitamin" ucap jessica
"1 hal yang pasti kalau lu pengen cepet w kasih saran sini..." lisa meminta nasya mendekatinya diikuti nina dan jessica.
"kalau masa subur kejar laki lu buat dia rajin berhubungan suami istri" bisik lisa yang takut didengar orang lain.
"gimana caranya?" tanya nasya polos
"aduhhh" jessica, nina dan lisa menepuk jidat mereka.
"lu udah nikah lebih dari lama dari gue masa nanya ke gue sih" lisa seperti putus asa menjawab pertanyaan nasya.
"jes kayanya dia perlu jurus menggoda lelaki deh" nina berucap sambil memainkan dagunya dengan jari.
"ahhh ga ah gara-gara ide kalian aku disuruh pake baju seksi aja suami aku ngomel kok" tolak nasya
"tapi dia tergoda kan?" tanya nina penasaran.
"hmmm" nasya melihat ke arah teman-temanya yang menatapnya kemudian nasya mengangguk.
"itu intinya sya..." jessica menjentikkan jarinya.
__ADS_1
"dengerin ya sya...." nina berucap sambil mendekat pada nasya, "diluar sana banyak pelakor betebaran kalau lu ga bisa bikin suami tergoda sama lu siap-siap suami lu digoda sama pelakor diluar sana"
"sedikit nakal sama suami gapapa sya asal jangan genit diluar aja" lisa menimpali.
"seenggaknya lu bikin suami lu ketagihan sama lu jadinya dia ga akan rajin lembur seperti yang lu bilang. Dijamin deh dia pasti rajin pulang cepet" ucap jessica setelah menyesap jus jambu.
"lu tau darimana kalau suami nasya rajin lembur?" lisa penasaran dengan ucapan jessica
"tiap hari dia balik sendiri terus kalau kita wa dia malam cepet balesnya. Dia juga pernah bilang waktu gue tanya jam 9 masih bisa bales wa gue emang laki lu ga marah dia jawabnya suamiku lembur" ucap jessica menjelaskan
"iya gue juga sering wa dia jam 10 masih dibales" nina menimpali. Lisa menatap nasya, "mang biasanya laki lu balik jam berapa sya jam 10 lu masih ol?"
"dia kan sibuk kuliah sambil kerja..." nasya membela diri
"tetep aja sya lu hrus wanti-wanti tau" dengan ucapan sedikit menekan nina memperingati nasya.
"sebentar deh kok jadi bahas soal aku sih, ini kan kita lagi bahagia dengar kabar lisa hamil"
"kita begini supaya rumah tangga lu adem ayem tanpa pelakor sya" lisa mengelus kepala nasya.
"makasih..." ucap nasya manja pada teman-temannya.
🏵🏵🏵
Araf baru saja pulang saat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dia melepas dasi yang dikenakannya setelah dia merebahkan dirinya disofa kamar tidurnya. Araf menghela nafas sambil menatap langit-langit kamarnya memijat kepalanya yang pening karena banyaknya pekerjaan.
"kamu capek ya mas?" nasya membantu araf melepas kancing kemejanya, "minum dulu" nasya memberikan segelas air putih pada araf.
"makasih sayang" araf menenggak minuman itu. Setelahnya araf merasa heran karena nasya bergelayut manja hal yang tidak pernah dilakukan nasya sebelumnya.
"kamu mau langsung tidur apa mandi dulu?" tanya nasya mendekatkan wajahnya pada araf.
"aku udah mandi dikantor tadi" dengan santainya araf menjawab.
Tanpa berkata apa-apa lagi nasya mendekat pada araf menciumi wajah araf, Araf memegang wajah nasya, "kamu kenapa?"
"lagi pengen" jawab nasya asal
"emang dateng bulannya udah selesai?" tanya araf yang diangguki nasya yang kemudian nasya mulai aktif lagi menciumi araf. Araf yang awalnya curiga melihat nasya aktif tak ambil pusing fia pun menggendong nasya ke atas tempat tidur
__ADS_1