
Hana belanja ke mall bersama nasya hari ini. Karena sebentar lagi hana akan menikah dia mengajak nasya berbelanja keperluan mereka selama di bali. Hana yang sudah letih mengajak nasya makan siang kebetulan perutnya sudah berteriak. Saat hana duduk tanpa sengaja dia melihat nabila duduk diseberangnya. Karena hana merasa tidak kenal dia hanya cuek saja. Namun berbeda dengan nabila dia tersenyum dan mendekat.
"hallo... hana" sapa nabila dengan tersenyum semanis mungkin.
Nasya dan hana melihat ke arah mereka, "ya..." jawab hana dengan pandangan tak suka.
"boleh aku gabung disini?" tanya nabila yang masih berdiri didepan hana.
"saya rasa masih banyak yang kosong kenapa harus duduk disini?" hana bertanya balik tanpa melihat ke arah nabila
"siapa dia han?" tanya nasya pada sahabatnya itu.
"hallo kenalkan namaku nabila"
Nasya sudah mengerti saat wanita sexy itu menyebutkan namanya, "ternyata secantik ini mantan bang zaki" batin nasya sambil melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala wanita yang berpakaian minim ini. Dia memakai crop top warna putih dengan rok denim pendek sobek-sobek menampilkan belahan dadanya dan pahanya yang mulus terpampang sangat jelas.
Nasya hanya mengangguk tanpa menyahut. Karena di pikir ga kenal untuk apa bercakap lagi. Nabila melipat tangannya kemudian duduk disamping nasya, "aku ga nyangka ya kalau pada akhirnya kamu yang akan menjadi istri zaki. Padahal aku sama dia udah 8 tahun pacaran loh dengan dia"
"selamat ya anda menjaga jodoh orang" ucap hana sambil tersenyum sinis. Nasya hanya tersenyum sedikit mendengar ucapan hana.
"owhh... jangan senang dulu, saya disini justru ingin mengingatkan kamu. Zaki itu sangat mencintai saya, saya yakin dia menikahi kamu hanya untuk lari dari saya. Dan saya ga akan menyerah untuk bisa mendapatkan zaki lagi" ujar nabila dengan senyum mengejeknya.
"Kenapa kamu mau jadi orang ke-3 dalam hubungan mereka. Kamu sangat cantik, kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari bang zaki" ucap nasya sambil menoleh pada nabila.
"hei... kalian ini anak kecil tau apa? Yahhh.... mau gimana lagi ya... sebenarnya agak menyesal putus dengan zaki yang terlalu bodoh mencintai saya. Hingga menuruti semua kemauan saya" ujar nabila lagi
"Hubungan kami saya rasa sangat kuat dan saya yakin bang zaki ga akan mudah tergoda sama ular macam kamu!" ucap hana mulai geram
Nabila tertawa mendengar ucapan hana, "hei bocah... didunia ini ga ada yang namanya hubungan kuat yang ada hanya orang ke-3 yang kurang berusaha"
Nasya dan hana shock mendengarnya. Dengan tatapan sinis nasya berucap, "anda sepertinya sangat ingin ya menjadi orang ke-3? menjijikkan"
"hmmhhh.... saya hanya ingin mengambil milik saya" ucap nabila kemudian berdiri, "ok cukup sudah saya ga akan berlama-lama bicara dengan anak ingusan macam kalian"
__ADS_1
Setelah kepergian nabila hana menghembuskan nafas kasar, "gila sakit jiwa nih orang!"
"syaaa...." rengek hana pada nasya. Nasya bangkit dan duduk disisi hana dia memeluk hana
"sabar ya hana lebih baik sisa waktu kamu gunakan untuk shalat istikharah hana. Jangan lupa hajat dan tahajudnya" Hana mengangguk kemudian dia melepaskan pelukan nasya.
"nasya..." panggil hana sambil mengusap airmata yang mulai menetes.
"ya..." jawab nasya singkat
"kamu kenapa bisa memaafkan araf yang terang-terangan zinah dan berselingkuh dari kamu" tanya hana yang membuat nasya terdiam benerapa saat.
"Aku memaafkan kesalahan araf karena aku mau berdamai dengan keadaan. Aku dan araf dijodohkan aku ga tau bagaimana hubungan dia dengan karen sebelumnya. Setelah mendapat penjelasan dari araf aku belajar untuk memaafkan dan berdamai pada diri sendiri" jelas nasya
"kalau suatu saat araf berselingkuh lagi? dan dia meminta maaf lagi?"
"aku pasti memaafkan untuk apa menyimpan dendam dan sakit hati itu hanya akan menyakiti siri sendiri. Tapi walau aku udah memaafkan kepercayaan aku udah pasti hilang"
"kok gitu?"
Hana mengerti apa yang diucapkan nasya, sesimple ini hidup nasya. Dia ga pernah dendam walaupun ada orang yang sudah sangat menyakiti nasya.
***
Saat keluar dari mall nasya melihat araf berjalan dengan seorang wanita dia terlihat seperti gadis kampus. Araf keluar sambil membawa tentengan berupa kue dia dan gadis itu masuk ke dalam mobil araf. Nasya yang melihat araf berdua dengan wanita yang bukan muhrim berdua dalam mobil langsung berlari ke arah araf namun nasya tertinggal jauh.
Hana yang melihat nasya berlari bingung dia pun ikut berlari dan menghampiri nasya, "ada apa sya?"
"aku melihat mas araf" nasya terlihat sendu
"kamu gapapa?" tanya hana setelah masuk mobil. Nasya hanya mengangguk
****
__ADS_1
Sesampainya diapartemen nasya langsung masuk kedalam kamar, dia melihat hp-nya dia mengirim pesan pada araf
to imamku:
tidaklah laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita melainkan yang ke-3 dari mereka adalah syetan.
(HR. At-Tirmidzi)
Pesan pun terkirim
Araf sedang berkumpul dengan teman-temannya saat dia mendapat pesan dari istrinya dia terkejut, "apa maksud wa ini?" araf pun penasaran. Dia langsung menelepon nasya.
Drrrttt.... drrrttt...
Hp nasya berbunyi, nasya melihat siapa yang menelepon. Saat dia melihat araf yang menelepon dia pun mengangkatnya, "assalamu'alaikum" nasya mengucap salam dengan lembut seperti biasa.
"wa'alaikumsalam sayang maksud wa kamu apa?" tanya araf to the point
Nasya menghela nafas pelan, "aku tadi lihat kamu jalan sama cewe mas kalian 1 mobil bahkan cewe itu duduk disamping kamu"
"ya Allah sya aku kira apa. Maaf ya sayang tadi aku sama mika beli kue untuk ultah temen kita. Aku kebagian beli kue yang lain dekor ruangan"
Nasya hanya diam, "sya... tolonglah jangan terlalu kolot seperti itu. Lagipula aku sama dia ga ada apa-apa" ucap araf
"apa mas? kamu bilang aku kolot?" tanya nasya terkejut
"sayang... sayang maksud aku.... ga gitu..."
"maaf kalau aku kolot mulai sekarang aku ikuti apa yang kamu contohkan. Suatu saat kalau ada laki-laki yang bukan muhrim jalan berdua sama aku kamu ga bisa marah. Karena kamu yang kasih contoh"
"sya kamu kok jadi dendaman begini sih?" tanya araf tak suka
"aku ga dendam mas aku hanya mencontoh perilaku yang imamku ajarkan" ucap nasya tegas
__ADS_1
"sya..."
"waktunya shalat ashar mas aku mau shalat dulu selamat bersenang-senang assalamu'alaikum" Nasya mematikan teleponnya. Araf terkejut dengan ucapan nasya ga biasanya dia sensitif seperti ini. Araf menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedang nasya dirumah tiba-tiba menereskan air mata.