Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 80


__ADS_3

Kehidupan yang indah


Hari yang indah


Tetaplah disisiku, indah cintaku


Indah hatimu


Ini adalah kehidupan yang indah


Tetaplah berada disisiku


Aku bahagia tetap hidup didalam kenanganmu


,,,,,,,


Hayooo coba tebak lirik diatas lagu siapa?


Terima kasih untuk yang selalu setia membaca karya aku, ini adalah karya pertama author dan terima kasih juga sudah like, coment, dan vote


ok kita lanjut


.......


Malam semakin larut 2 insan berbeda jenis kelamin tengah bermesraan menikmati hari yang jarang terjadi dalam kehidupan rumah tangga mereka. Annasya dan araf sudah banyak lika liku dan jalan terjal mereka lewati demi mempertahankan rumah tangga mereka. Araf masih memeluk nasya dengan tangan kanannya melingkar dipinggang nasya. Mereka sedang menikmati acara televisi yang sebenarnya menurut araf dan nasya biasa saja.


"sayang..." araf memanggil disertai kecupan manis dikepalanya


"ya mas...." sahut nasya yang masih asyik melihat acara dengan memakan cemilan di atas meja.


"kita nonton bioskop yuk bosen nonton acara kaya gini" araf mengelus kepala nasya


"ceritanya kita ngedate ya mas" ucap nasya polos


"bukan ceritanya tapi faktanya habis nonton kita dinner romantis" ajak araf


"mauuu ......" dengn manjanya nasya berucap sambil memajukan bibir mungilnya membuat araf gemas dan mengecup singkat.


"ya udah siap-siap yuk. Aku ga usah gnti baju ya begini aja" nasya memperhatikan araf yang hanya memakai kaos oblong dan celana pendek sebatas lutut.


"celanamu aja mas ganti" pinta nasya


"ok" araf beranjak ke walking closet memilih celana yang akan dia kenakan. Sedang nasya masih mengenakan jilbab syar'i dan cadarnya. Setelah menyemprotkan parfum nasya dan araf beranjak dari kamar.

__ADS_1


"bi minah..." panggil araf sesampainya ditangga lantai bawah rumahnya.


"ya tuan" dengan tergopoh-gopoh bi minah muncul dari dalam dapur kotor


"malam ini kita ga makan malam dirumah. Masak aja untuk kalian ya" ucap araf yang diangguki bi minah


"baik tuan"


Araf menggandeng tangan nasya erat dibukakannya pintu mobil untuk nasya. setelah nasya duduk dia beralih ke bagian kursi pengemudi setelah masuk araf menstater mobilnya. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota.


Nasya terlihat senang, "mas... udah berapa lama ya kita ga nikmatin moment ini?"


"iya sayang masing-masing dari kita sangat sibuk selepas sekolah maaf ya sayang aku jadi jarang perhatiin kamu" dari kata-katanya araf seperti merasa bersalah.


"aku mengerti mas, aku paham banget gimana sibuknya kamu" nasya berucap dengan lembut menenangkan hati araf.


Araf tersenyum masih dengan memegang kemudi mobil, "makasih sayang ya udah pengertian aku beruntung banget punya istri seperti kamu" Nasya hanya membalas dengan senyuman.


sesampainya dimall


"kita nonton apa mas?" tanya nasya yang memeluk lengan kanan araf sambil melihat jadwal film.


"yang romantis aja ya sya" araf pun melihat jadwal


"ok lah. Kamu tunggu disana aku beli tiketnya dulu" Araf melangkah ke arah kasir. Nasya memesan 2 gelas besar minuman 1 lemon tea dan 1 lagi minuman bersoda kesukaan araf. Setelah duduk nasya memperhatikan sekeliling karena ini hari minggu banyak muda mudi yang seumuran dirinya datang untuk menonton. Nasya sedang duduk menikmati minumannya saat araf duduk didepannya dengan membawa 1 popcorn ditangannya.


"kok cuma 1 mas?" tanya nasya heran


"ini juga udah ukuran besar loh sya masa kurang?" protes araf.


"suamiku sekarang jadi pelit" gerutu nasya yang masih terdengar araf. Araf menangkup wajah nasya dengan kedua telapak tangannya, "coba ngomong sekali lagi?" araf terlihat serius namun sebenarnya bercanda.


"jangan mandangin aku begitu" nasya menjadi salah tingkah saat araf menatap matanya.


"kenapa? takut makin cinta ya sama aku?" araf tersenyum membuat nasya salah tingkah.


Saat mereka bercanda tawa banyak abg yang memperhatikan mereka. Terlebih para gadis memperhatikan araf yang terus tersenyum dan bersikap sangat manis pada nasya membuat mereka sangat iri.


"ihhh yang cowo ganteng banget sih kayanya masih muda deh" selentingan terdengar obrolan mereka. Namun nasya tak mempedulikan mereka.


"tapi yang cewe pake cadar, masa cewe syar'i begitu pacaran?" tanya salah seorang gadis


"ahhhh jaman sekarang pake kerudung apalagi syar'i kebanyakan cuma kedok doang" gadis bermata sipit yang memakai kaos belang belang berucap.

__ADS_1


"mas..." nasya mulai jengah dengan mereka memanggil suaminya.


"ya sayang?" araf menoleh pada nasya saat sebelumnya dia membalas pesan diponselnya


"jam berapa mulai?"


"20 menit lagi sya"


"jalan yuk" ajak nasya.


"sebentar ya sayang aku ketoilet dulu" araf berdiri setelah mendapat anggukan dari nasya.


Saat nasya ditinggal araf sendiri 3 gadis remaja yang terlihat seumur dirinya mendekat pada nasya.


"mba..." panggil gadis yang menguncir ekor kuda rambutnya


"ya..." nasya menoleh pada mereka


"mba pacarnya mas-mas tadi ya?!" salah seorang gadis memberanikan diri bertanya pada nasya.


Nasya menatap pada mereka, "kalian mau kenalan?"


"emang boleh mba?" gadis berbaju putih dengan rambut pendek antusias. Nasya tampak berpikir dia pun menggeleng setelah itu menghadap kedepan tak mempedulikan para gadis remaja itu.


"ihhh... sok cantik deh. Baru juga pacar belum tentu nikah!" sungut gadis berbaju belang-belang.


Saat araf keluar dari toilet salah seorang gadis yang berambut pendek menabrakkan dirinya pada araf, "sorry" araf berucap dingin dan cuek tanpa mau menyentuh gadis itu kemudian berjalan ke arah nasya. Nasya tersenyum melihat adegan itu. Sebelum sampai pada nasya salah seorang gadis mencegat araf dan meminta nomor hp, "mas ganteng tunggu"


Araf berhenti menepis tangannya dari genggaman gadis yang memakai kemeja putih, "tolong jangan sembarangan sentuh orang" ucap araf sinis


"elahhh mas sombong banget kita tapi aku suka" gadis itu cengengesan, "boleh minta nomor hp ga mas?" gadis itu memberikan ponselnya pada araf. Araf melihat pada ponsel itu, "silahkan tanya sama istri saya yang duduk disana" dengan santainya araf mendekat pada istrinya. 3 gadis itu hanya melongo tak percaya.


"masih ada ya laki begitu?!" gumam cewe berkacamata yang terlihat polos diantra mereka ber-3.


"pada ngajak kamu kenalan ya mas?" tanya nasya saat suaminya duduk didepannya.


"kok kamu tau?"


"duhhh suamiku laku banget ya" nasya menyentuh pipi araf lembut.


"emangnya aku barang dagangan dibilang laku" araf mengambil ponselnya ditangan nasya.


"hmmhh... aku harus hati-hati kalau suamiku ga disamping aku nih" nasya menopang dagunya dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"hahahaha.... tapi kamu bisa percaya suami kamu ga akan nakal karena aku udah punya bidadari dirumah" dengan pede-nya araf berucap. Nasya tersenyum dibalik cadarnya araf bangkit dan duduk disisi nasya kemudian memeluk istrinya, "mas ini tempat umum" araf terkekeh mendengar protes nasya


__ADS_2