Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 84


__ADS_3

Setelah 3 hari dirawat nasya akhirnya pulang, dia dijemput oleh mertuanya. Nasya merasa bahagia melihat betapa perhatian dan sayangnya mertuanya padanya. Dia seperti memiliki orang tua yang sudah lama dia rindukan. Seperti kita tau nasya ditinggal ibunya dari usianya 5 tahun ayahnya sangat sibuk hingga nyaris tak ada waktu memperhatikan nasya hanya danu dan beberapa orang pembantu yang memperhatikan nasya kecil saat itu.


Saat nasya berusia 6 tahun danu yang bekerja sebagai tentara pun mulai sibuk bertualang ke luar negeri karena tugas. Sebenarnya bukan hanya tugas tapi juga karena danu sangat terpukul dengan kematian maryam istri kakaknya yang sangat dicintainya. Apalagi melihat nasya yang benar-benar duplikat maryam membuat danu makin sulit melupakan maryam. Hingga saat nasya benar-benar merasa kesepian dia pun meminta pada ayahnya untuk memasukkannya ke sebuah pondok pesantren hingga dia akhirnya dinikahkan oleh araf.


Selama dimobil nasya memeluk araf karena dia merasa pusing dan mual namun saat menghirup aroma araf dia merasa sangat tenang. Leni yang tak pernah melihat nasya bermanja dengan suaminya tersenyum pada suaminya yang dibalas dengan senyuman juga.


Leni menoleh kebelakang melihat pada nasya yang sedang memejamkan matanya, "sayang sebelum sampai rumah kamu mau makan apa?"


"Aku sebenernya pengen makan pancake buatan hana mi, tapi karena hana pasti repot jadi ga mau" nasya menggeliat dipelukan araf.


"nanti mami minta ya... kalau gitu kamu kerumah mami dulu ya sayang" pinta mami yang dijawab gelengan nasya.


"biasanya kamu yang paling semangat sayang kalau diajak ke rumah mami?" araf menoleh pada nasya yang masih memejamkan matanya.


"aku juga ga tau mas, pengennya cepet pulang tidur. Aku kangen kamar kita mas" jawab nasya.


"ya udah mami telepon hana biar dia buatin pancake ya"


"jangan mi" cegah nasya


"loh kenapa sayang?" kali ini papi yang bersuara


"hana punya baby pi dia ga pake pengurus pasti repot banget jangan ah. kasihan repot" ujar nasya.


Belum 5 menit ponsel mami berbunyi ternyata dari hana, "assalamu'alaikum sayang"


"wa'alaikum mami, gimana mi nasya udah pulang?" hana to the point


"udah hana, kamu lagi ngapain kok mami ga denger suara gibran?"


"lagi bikin kue mi..." seketika nasya terlonjak. Karena mami me-loudspeaker ponselnya makanya nasya dan yang lainnya bisa mendengar.


Nasya memajukan badannya ke arah mami yang duduk didepan, "hana buat kue apa?" tanya nasya pada hana diseberang sana.


"bikin bolu batik, kamu mau?" jawab hana diseberang sana membuat nasya kecewa lemas dan mundur


"ga mau ah... kirain buat pancake" baru kali ini nasya terlihat sangat manja. Hana yang mengerti segera berucap, "ya udah nanti aku buatin kamu yang kesini aja ya soalnya bang zaki sebentar lagi pulang"


"mau hana mau... buahnya yang banyak ya hana" nasya seperti anak kecil yang mendapat hadiah. Dia benar-benar bahagia. Araf baru kali ini melihat nasya sangat antusias.

__ADS_1


Saat nasya hendak memeluk araf lagi ponsel araf berbunyi membuat nasya bertanya, "siapa yang telepon mas?"


Araf menoleh pada nasya, "tumben kamu nanya?"


"ga boleh?" nasya balik bertanya dengan tatapan tajam. Araf yang mengerti nasya sedang sensitif pun menunjukkan layar ponsel pada nasya. Terlihat nama danu tertera dia pun semangat mengangkat ponsel itu, "hallo om"


"sayang kamu udah pulang belum?"


"emang om belum dikasih kabar mas araf?"


"udah semalam kalau kamu pulang hari ini, tapi om kan ga tau jam berapanya"


"udah om aku udah pulang sekarang lagi otw kerumah mami"


"alhamdulillah. bagus deh kamu sementara tinggal dulu dirumah mertua kamu biar ada yang jagain"


"ga om aku kesana cuma mau minta pancake-nya hana. Aku ga mau nginep"


"loh kenapa? apa ga lebih baik tinggal sama mertua kamu disana nanti banyak yang jagain kamu"


"ga mau om" nasya mulai kesal dan menyerahkan ponselnya pada araf.


Araf yang melihat hanya menggeleng, "hallo om"


"udah om dia kekeh ga mau katanya kangen kamarnya, om masih kerja?" tanya araf.


"om lagi prepare besok udah hrus tugas ke surabaya"


"pengantin baru kok udah ditinggal sih dan?" papi berteriak agar terdengr oleh danu.


"namanya tugas mas" jawab danu


"yo wes hati-hati ya" leni ikut berteriak.


"om kalau pulang jangan lupa bawain wingko ya om" pinta nasya


"siap sayang"


"om pulang kapan?"

__ADS_1


"2 hari lagi sya, ya udah om mau masuk laporan dulu. kamu jaga diri baik-baik ya jangan kelelahan"


"iya om"


"mba mas aku pamit assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam"


****


"hana pancake" Sesampainya dirumah utama nasya langsung berlari kecil ke arah hana yang sedang sibuk menata kue diats piring.


Hana tersenyum melihat nasya yang bahkan tak pernah manja pada dirinya sekarang terlihat bagai anak kecil yang sedang meminta makanan pada ibunya. Hana memberikan pancake buah yang bru selesai dibuatnya dan memberikan pada nasya.


"makasih hana..." seru nasya seperti anak kecil


"sama-sama nasya"


Nasya langsung beranjak ke ruang tengah dimana mertua dan suaminya sedang duduk. Dia memakan sendiri pancake itu. Dia melihat mertuanya dan araf menawari mereka namun mereka menggeleng.


"raf karena istrimu sedang hamil lebih baik kamu kurangi pekerjaan kamu. pinta daffa dan billy untuk membantu"


"iya pi, tapi araf harus segera menyelesaikan skripsi araf tahun ini araf harus lulus"


"mas aku juga harus koas kan mas biar sebelum melahirkan aku udah jadi dokter" nasya berucap pada suaminya.


"tunda dulu sayang kamu lagi hamil ya. Kamu harus jaga kondisi kamu" ucap araf.


"iya sya tunda dulu ya sayang nanti setelah melahirkan bisa kan" mami ikut bicara yang diangguki nasya.


"iya sya... jangan aktifitas dulu, kamu juga dengar kata dokter kan kalau kamu ga boleh banyak mikir nanti sakit kepala. Kasihan otak kecil kamu ini kalau kelelahan nanti sesak nafas lagi" araf bicara sambil menekan kepala nasya. Nasya hanya mengangguk sambil menikmati pancake ditangannya.


Setelah makan nasya beranjak kekamar gibran, araf sedang mengobrol dengan orang tuanya.


"hana...." panggil nasya sambil membuka pintu.


"hai sya sorry ya gue ga ikut ngobrol tiba-tiba gibran bangun" ucap hana yang melihat nasya membuka pintu. Nasya masuk perlahan karwna takut membangunkan gibran. Dia mengelus kepala gibran lembut.


"ga nyangka ya ponakan aku udah 3 tahun udah gede" nasya menciumi gibran perlahan.

__ADS_1


"Hana... semoga aku bisa sehat terus ya dimasa kehamilan seperti kamu dulu"


"amin..." nasya tersenyum pada hana kemudian memeluk gibran yang sedang tertidur pulas. Tak lama kemudian nasya ikut tertidur.


__ADS_2