
Terima kasih yang sudah setia baca krya author ya. Maaf kalau dalam penulisan banyak salah-salah kata, penulisan atau dalam cerita banyak alur yang tidak sesuai.
Next author akan mencoba menulis lebih baik lagi. Authornya ga pandai membuat kata-kata yang pasti author mau bilang terima kasih untuk para readers yng udah like, komen, vote dan kasih bintang.
###
Araf merasa bahagia dengan kehidupannya sekarang yang sudah dikaruniai 3 orang anak. Annasya pun sudah menjadi seorang dokter. Kini sikembar telah berusia 5 tahun annasya sering meminta araf untuk program kembali namun araf tak pernah mau memberi izin. Dia selalu bilang cukup 3 jagoan dirumahnya namun nasya selalu minta untuk dia hamil lagi agar mendapat princess.
Araf tak mau mengizinkan karena dia sangat terpukul saat melihat nasya yang kesulitan saat hamil dan melahirkan.
Saat malam menjelang nasya mencoba bicara lagi pada araf untuk mau menambah momongan.
"mas..." panggil nasya saat melihat suaminya baru saja selesai mandi. Dia meraih handuk kecil ditangan araf kemudian araf duduk dibawah sedangkan nasya masih duduk ditepi ranjang.
"hmmm..." araf memejamkan matanya menikmati usakan handuk dirambutnya.
"1 lagi aja ya mas, kita kan belum punya princess mas. hana sama om danu mereka sepasang loh" nasya mencoba merayu suaminya.
"sya... amanah yang ada aja kita jaga dengan baik dulu. mereka anaknya 2 sedangkan kita udah punya 3 sya" nasya mendesis kesal.
"kamu kenapa sih mas diajak nambah anak ga mau? banyak loh pasangan diluar sana yang pengen punya anak. kita jangan nyegah mas. Sekasihnya Allah aja mas berapa pun"
Araf yang sudah malas berdebat dengan istrinya pun bangkit meraih handuk ditangan nasya. Nasya yng heran dengan sikap araf bertanya, "mau kemana mas?" saat melihat araf keluar kamar.
"liat anak-anak" jawab araf singkat.
Nasya terdiam sepertinya setiap kali dia membahas soal anak araf menjadi badmood. Annasya bingung bagaimana lagi bicara pada araf.
__ADS_1
Nasya duduk dikamarnya sambil menunggu araf kembali tapi sampai jam 11 malam araf tak juga kembali. Dia pun ke kamar anak-anaknya dilihatnya araf tertidur pulas dipelukan anak-anak mereka. Nasya tersenyum melihatnya. Memang kamar anak mereka didesign dengan kasur yang super besar yang bisa menampung 5 orang. Nasya ikut tidur bersama mereka. Sebelumnya nasya menciumi pipi 3 jagoan mereka yang diberi nama habil, hasybi dan hail abinaya. Anak-anak itu sangat lucu, pintar dan menggemaskan. Tingkah mereka tak pelak membuat para maid dan orang tua mereka kelelahan.
Annasya mencium kening araf membuat araf menggeliat tapi dia tak juga bangun. Nasya membelai pipi araf lembut, wajah araf yang sedang tertidur sangat imut dan lucu mirip seperti jagoan mereka. Melihat 4 pria kesayangannya tertidur bersama seperti ini membuat nasya merasa bahagia.
***
"sya... kue yang itu bawa ke depan gih..." pinta hana sambil mengaduk salad buah kesukaan anak-anak mereka.
"owh iya..." nasya membawa kue bolu kedepan tempat para lelaki dan orang tua berkumpul.
Hari minggu jika mereka tak ada kegiatan mereka berkumpul bersama dirumah utama. Apalagi kini bayu dan leni sudah pensiun. Semua lini bisnis ditangani oleh zaki bahkan butik milik leni pun sekarang ada dibawah naungan abinaya corp. perusahaan bayu yang sudah diwariskan oleh zaki.
Sedang araf masih berkutat dengan usaha yang diwariskan oleh mertuanya. Annasya sendiri sudah menjadi seorang dokter umum. Dia membuka praktek sendiri dirumah dengan membuka klinik sendiri. Karena araf tak mengizinkan nasya bekerja dirumah sakit lagi dengn alasan agar bisa mengawasi perkembangan sikembar. Namun karena tempat praktek nasya sangat bagus dan recomended banyak yang mengajak untuk membuka cabang walaupun sampai kini nasya tak pernah berpikir untuk membuka cabang dia masih ingin fokus pada kliniknya saja.
"hana..." panggil nasya yang sedang membantu hana mengiris buah.
"aku pengen deh supaya mas araf kasih izin untuk aku punya anak lagi gimana caranya ya?"
"emang sampe sekarang araf belum kasih izin?"
"belum..." jawab nasya murung
"lagian lu udah punya 3 orang anak juga masih kurang aja"
"pengen punya incez hana" dengan rengekan manja nasya menatap hana
"disyukuri aja yang ada sya emang lu ga ngerasa sakit apa ngelahirin? gue aja kalau ga kebobolan cukup 1 aja" hana berucap sambil mencicip adonan salad buahnya, "sy madunya kurang ga sih?" hana memberikan sendok pada nasya, "udah cukup"
__ADS_1
"kalian lagi buat apa nih?" faiqa tiba-tiba datang dan ikut nimbrung didapur bersama hana dan nasya.
"eh tante kapan dateng?" tanya nasya pada faiqa yang langsung mengambil duduk didepan mereka sambil menggendong bayi mungil aqila anak ke-2 danu dan faiqa.
"baru aja"
"om danu sama ivan ikut tan?" kali ini hana yang bertanya
"tuh disana sama anak-anak kalian lagi main ditaman" tunjuk faiqa ke arah kolam renang yang disisi kananya ada taman untuk anak-anak yang terlihat dari dapur.
"tante cobain deh udah pas belum?" faiqa memberikan sesendok teh salad pada faiqa.
"cukup hana. pantas ya gibran sama alana sehat-sehat banget masakan kamu enak banget" puji faiqa
"tante bisa aja. yuk ke taman gabung sama mereka" ajak hana yang membawa semangkuk besar salad buah. Nasya membawa mangkuk kecil dan sendok kecil untuk menikmati salad bersama keluarga.
Anak-anak yang melihat hana membawa salad buah langsung mengerubung mengelilingi hana. Nasya bahagia melihat itu, terlebih melihat anak-anak dan suaminya yang terlihat sangat akrab, "ya Allah astaghfirullah ampuni hamba yang kurang bersyukur. Harusnya aku bahagia dan bersyukur dengan yang aku miliki saat ini bukan terus mengeluh karena belum mendapatkan bayi perempuan"
Nasya beranjak dari kolam renang dia ingin ke toilet namun langkahnya tertahan diruang tengah saat araf menarik tangannya kekamar mereka.
"kenapa mas?" tanya nasya saat sudah sampai dikamar mereka dan araf menutup pintu kamar. Araf memeluk nasya erat, "maaf ya karena sempat ngambek sama kamu semalam dan sampai sekarang baru bicara lagi sama kamu"
"iya mas aku juga minta maaf ga seharusnya aku terus maksain kehendak" nasya membalas pelukan araf
"aku cuma ga sanggup liat kamu yng kesusahan saat hamil apalagi waktu melahirkan melihat kamu menahan sakit sampai menggigit bibir muka pucet aku bener-bener ga sanggup" Araf membingkai wajah nasya menatap manik mata madu milik nasya.
"iya mas aku minta maaf ya yang ga mau ngerti kekhawatiran kamu" senyum nasya membuat araf merasa teduh dan nyaman dia pun memeluk lagi nasya dengan erat.
__ADS_1