
Karen merasa kesal dengan perlakuan nasya pada dirinya. Dia juga berpikir bagaimana caranya membalas nasya yang sudah membuat dia malu disekolah. Saat sedang duduk termenung didengarnya david bicara pada araf
"Raf nanti pelatih bilang kita harus latihan sepulang sekolah. Buat persiapan lomba seminggu lagi" ucap david sambil meletakkan tas didepan meja araf.
Araf mengangguk dan menjawab, "ok. nanti w bilang nasya biar dia pulang sendiri"
Karen yang mendengar nasya hendak pulang sendiri langsung mendapat ide untuk membalas nasya yang dipikirnya sok suci itu, "kebetulan dia pulang sendiri ini waktunya balas dia" gumam karen sambil tersenyum. Dia pun mengetik pesan pada seseorang yang bernama Vano
vano
Vano gue mau lu bantu gue untuk balas sakit hati gue sama seorang cewe
setelah terkirim tidak berapa lama ada balasan dari vano
Vano
apa imbalannya kalau gue bantu lu?
karen
apa yang lu mau
vano
diri lu
karen
ok
vano
siapa yang harus w ganggu?
Karen membalas dengan mengirim foto nasya
karen
cewe ini anak baru disekolah gue, gue mau lu hancurin dia
vano
dia pake jilbab
gila kali lu ya? keliatannya alim begini kenapa gue harus hancurin dia?
karen
karena dia udah ambil araf dari gue, dia juga yang bikin gue malu 1 sekolah
__ADS_1
vano
maksud lu dia cewe baru araf?
karen
maybe
vano
gue suka kalau mainan araf
ok deal
Setelah membaca wa terakhir vano karen tersenyum senang. Hingga mia dan eli datang melihat heran pada karen
Mia yang duduk disamping karen bertanya, "lu kenapa ren?"
karen hanya tersenyum sambil menggeleng kemudian memasukkan hp-nya ke dalam saku bajunya.
****
Saat jam istirahat araf mendatangi kelas nasya, 1 kelas menatap pada araf yang datang menghampiri nasya
"sayang...." panggil araf lembut hingga membuat seisi kelas riuh. Nasya yang malu langsung membenamkan wajahnya di telapak tangannya.
"kenapa? emang ga boleh menghampiri pujaan hati?" vita dan hana yang mendengar ucapan araf langsung berdehem. Sedang nasya salah tingkah karena malu dengan teman 1 kelas. Hana yang mengerti berucap, "vita, nita yuk kekantin daripada ganggu orang pacaran"
"eitsss kita ini bukan pacaran ya kita ini sudah... " araf yang hendak jujur ditutup mulutnya dengan tangan.
"sudah apa kak araf? jadi kepo deh..." ujar nita kesal
"sudah sana kekantin ada yang mau saya omongin ke nasya" ucap araf sambil tersenyum menggoda pada nasya
"mas apaan sih, nanti kalau 1 sekolah tau kita udah nikah yang ada kita dikeluarin" ucap nasya setelah teman-temannya keluar dari kelas
"mas tumben kekelas aku ada apa?" tanya nasya kemudian
Araf menatap manik madu dimata nasya, "sayang nanti sepulang sekolah aku harus latihan basket. Kamu dijemput pak deri aja ya supir rumah"
Nasya tersenyum, senyum yang selalu araf sukai karena senyum itu membuat hati tenang, "ga usah mas aku bisa pulang sendiri naik taxi online"
"kamu yakin?" tanya araf yang sebenarnya khawatir dengan nasya. Nasya mengangguk pasti.
"yaudah kalau gitu sampai rumah langsung kabari ya"
"iya mas"
"ya udah yuk kekantin aku udah lapar"
__ADS_1
"aku bawa bekal mas, kan mas sendiri yang suruh aku bawa bekal"
"maaf ya aku cuma ga mau kamu makan sembarangan karena kamu sering sakit perut" ucap araf sambil mengusap kepala nasya
"gapapa mas. ayo kita makan, aku udah bikin nasi roll"
"keliatannya enak kamu emang krwatif" puji araf pada nasya saat melihat bekal cantik yang dibawa nasya.
***
Setelah berpamitan dengan araf dilapangan, nasya berjalan ke arah halte bus sekolah menunggu taxi yang dia pesan.
Saat nasya sedang menunggu datanglah 4 orang siswa dari sekolah lain yang menghampiri dia dengan sepeda motor.
1 lelaki yang berperawakan kurus dengan wajah oval menyapa, "hai cewe mau pulang bareng abang?"
Nasya hanya melirik kemudian mengalihkan pandangan tanpa menjawab. Membuat pemuda itu turun dari motornya diikuti temannya yang lain.
Arya ketua kelas nasya yang kebetulan hendak pulang melihat kejadian itu. Dia pun bergegas balik lagi ke sekolah hendak melapor pada araf.
Saat vano turun dari motor dia mendekati nasya, nasya lekas menyingkir namun dihadang oleh teman vano. Nasya tidak merasa takut namun dia jengkel dengan ulah pria-pria berandalan disampingnya, "mau apa kalian?" tanya nasya ketus
Vano tersenyum licik dia tidak menyangka jika nasya lebih cantik daripada di foto. Dia pun mengulurkan tanganya hendak menyentuh nasya namun nasya berhasil berkelit, "jangan sentuh saya kalian bukan muhrim" ujar nasya dengan suara lebih ditinggikan
Vano tertawa keras, "kalian dengar ga? hari gini ada cewe sok suci begini hahahaha..... jadi bikin gue tambah penasaran" vano hendak memeluk nasya namun nasya berhasil meninju ulu hati vano hingga cowo itu terjengkang ke belakang.
Teman-teman Vano terkejut, mereka segera maju bersamaan hendak menangkap nasya. Namun karena nasya pandai bela diri dia pun dengan mudah menumbangkan gerombolan berandalan itu. Saat vano dan kawan-kawannya sudah bergeletakkan nasya mendekat pada vano, "saya tidak kenal dengan kalian jadi jangan ganggu saya"
Tidak berapa lama araf datang bersama david, fariz dan daffa juga tentunya dengan arya. frizz pun yang baru keluar gerbang tercengang melihat nasya dengan mudahnya menumbangkan musuh sekolah bebuyutan sekolahnya, "gila pentolan sekolah angkasa kalah sama seorang cewe" ujar teman frizz membuat frizz langsung tersadar, "dia benar-benar istimewa" gumam frizz
Saat Araf datang bersama kawan-kawannya dia pun tercengang melihat nasya yang sedang duduk santai dikursi halte sambil membaca novel kesukaannya. Disampingnya tergeletak cowo-cowo dari sekolah musuhnya.
Araf mendekat pada nasya, "sayang kamu gapapa?" tanya araf khawatir sambil memegang tubuh nasya. Nasya menengok, "aku gapapa mas"
"lo yang ngalahin mereka semua sya?" tanya daffa takjub
"mereka mau sentuh aku mas, maaf aku cuma membela diri ga ada maksud buat mereka begitu" ucap nasya sambil menunduk
Semua yang mendengar penjelasan nasya dibuat melongo.
Vano berdiri sambil memegang ulu hatinya berucap, "gue akan balas lain kali. Gue inget lu cewe sialan!"
Araf menarik kerah baju vano, "lo berani sentuh cewe gue habis lo"
Araf melepas kerah baju vano. Vano pun beranjak pergi dengan teman-temanya ada yang memegang hidung karena berdarah ada yang memegang leher ada juga yang jalan terpincang-pincang.
Araf menarik tangan nasya masuk lagi kesekolah. Nasya yang bingung bertanya, "kok masuk kesekolah lagi mas? aku mau pulang"
Araf menoleh pada nasya lalu menghadap kedepan lagi, "kita pulang bareng tungguin aku selesai latihan" perintah araf pada nasya. Nasya hanya mengikuti kemauan suaminya ini
__ADS_1