Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 61


__ADS_3

Tidak biasanya araf pergi mendadak baru kemarin araf dan nasya berduaan kini dia harus menerima jika ditinggal lagi oleh araf demi pekerjaan. Ya nasya hanya tau araf pergi berhari-hari itu berarti araf ada pekerjaan diluar kota.


Nasya diam saja saat merapikan pakaian araf, dia tampak lesu dan tak bersemangat. Araf melihat pada istrinya, "kamu kenapa kok cemberut gitu sih?"


Nasya hanya menoleh pada araf kemudian berbalik lagi merapikan pakaian ke dalam koper kecil. Araf mendekat memeluk nasya, "sayangku jangan cemberut dooong"


Nasya berbalik, "mas... ga bisa apa ga usah pergi" nasya memeluk araf.


"maunya begitu sayang tp waktunya mepet banget. Udah ga ada waktu lagi" araf mengecup kepala nasya.


Nasya terduduk lemas, "kerjaan lebih penting darpada aku" nasya mendesah


"ehhh kok istriku sekarang manja ya...." araf melirik pada nasya. Nasya mengelus perutnya yang masih rata.


"kapan ya aku punya anak biar ga kesepian ditinggal kamu"


Araf mendekati nasya mencubit pipi nasya gemas, "wahhh... bisa-bisa aku ga berangkat ini digoda istriku yang menggemaskan kalau lagi ngambek"


"ya udah ga usah berangkat aja mas" mata nasya terlihat berbinar.


"ga bisa sayang..."


"Lebih penting kerjaan ternyata aku dinomor duain"


"sayang..." araf merapatkan gemggaman tangannya pada telapak tangan nasya, "kamu itu segalanya buat aku. kamu penting banget itulah alasan aku kerja keras supaya bisa kasih kamu dan anak-anak kita kelak hidup yang layak"


Nasya mengangguk, "maaf mas bukan aku mengeluh"


"gapapa sayang. Untuk isi waktu luang kamu boleh belanja sesuka hati, ngaji, kursus atau apapun yang penting positif ya. Aku ga akan larang kamu selagi kamu ga ngelupain kewajiban kamu sebagai seorang istri yang harus menjaga kehormatan suami"


***


Sepulang dari kampus nasya mampir kerumah utama karena dia merasa kesepian di apartemen. Saat memasuki ruang tamu terdengar suara tawa dari mertuanya juga hana dan zaki di ruang keluarga. Nasya langsung menuju ruang keluarga, "assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam" semua serempak menjawab salam nasya. Setelah menyalami mertuanya nasya duduk disebelah mami.


"hai sayang kamu dateng. udah makan belum?" mami bertanya sambil mengelus kepala nasya yang duduk disisinya.


"udah mi tadi dikampus sebelum kesini. Kayanya lagi bahagia banget ya ada apa sih?" tanya nasya pada semua orang yang ada disana sambil melepas cadarnya.


"ini lho anaknya hana lincah banget diperut sya gerak gerak terus kayanya lagi pda main bola didalam hahaha" papi menjawab asal

__ADS_1


"loh emangnya anaknya diprediksi kembar beneran hana?" nasya bertanya dengan raut wajah senang. Hana hanya tersenyum dan mengangguk.


"wahhh bahagianya..." Nasya beranjak dan mendekat pada hana dia mengelus perut buncit hana yang tinggal menunggu waktu.


"gimana kabar kamu sayang didalam? pinternya ponakan tante didalam main bola terus ya" semua orang tertawa melihat wajah nasya yang dibuat lucu berbicara kepada ponakananya.


"sini tangan jempol kaki kamu aku injek sya" hana berujar sambil menarik kaki kanan nasya yang berdekatan dengan kaki kiri hana.


"buat apa han?" tanya nasya bingung


"kata orang kalau jempol kaki kamu diinjek orang hamil bisa cepat ketularan hamil"


"masa sih? mau mau nih injek aja sepuasnya" nasy mengangkat sedikit gamisnya diberikannya kedua kakinya yang memakai kaos kaki pada hana.


"kamu ini ngajarin yang ga-ga aja sama nasya sayang" ucap zaki pada hana


"tahayul itu" papi menanggapi


"siapa bilang tahayul? dicoba apa salahnya" mami membela hana


"dasar perempuan ada-ada aja" ucap zaki


"tapi kalau lihat hana hamil ga menyusahkan kaya aku dulu ya mi. Hana lebih sehat dan kuat"


"tuh sya jangan-jangan kamu kaya gitu sya, datang bulan tapi tau-tau hamil" ucap hana mencoba menghibur nasya.


"terus taunya mami hamil gimana? kan masih datang bulan?" tanya nasya


"4 bulan kan perut buncit sedikit sayang" mami menerangkan


"papi malah kira mami kamu dulu itu gizi buruk kok hahaha" papi dan mami tertawa mengingat masa lalu


"emang lo udah pengen punya anak sya? lo kan masih kuliah?" tanya hana pada nasya yang langsung redup wajahnya


"iya sayang kamu kan masih kuliah apa ga lebih baik ditunda dulu sampai kamu lulus?" ujar mami


"kalau nasya hamil kan bisa cuti mi. Nasya kesepian diapartemen sendirian mi, mas araf kan sibuk mi"


"kalau lo kesepian ya kesini aja nginep sekalian kalau araf lagi diluar kota" saran hana


"iya sya sekalian kan kamu bisa belajar gimana caranya ngurus baby kalau anak abang dah lahir" zaki menyahut.

__ADS_1


Nasya tersenyum mendengar semuanya, "iya"


***


Saat nasya hendak masuk apartemennya dilihatnya ada seorang lelaki berdiri didepan pintu apartemennya sambil memencet bel. Nasya mendekat, "om danu..." seketika oranv yang dipanggil menengok.


"hai putri kecil om" danu mendekat memeluk nasya


"om apaan sih aku bukan putri kecil ihhh aku tuh fah dewasa om" omel nasya pada om-nya, "kita masuk dulu yuk om" ajak nasya


"ga ah kayanya suami kamu ga ada dirumah kita jalan keluar aja yuk. om mau ajak kamu makan" ucap danu


"ya udah aku taro tas sama buku dulu ya om"


"om tunggu diparkiran ya"


"iya om"


Danu beranjak dari sana menuju parkiran sedang nasya membuka pintu dan meletakkan tas dan buku. Sebelum jalan dengan danu nasya mengabari araf.


imamku:


mas aku izin mau jalan sama om danu ya


Setelah mengirim pesan tanpa menunggu balasan dia beranjak dari sana menuju parkiran.


Sesampainya nasya diparkiran dia langsung menuju mobil danu, "ayo om jalan" Danu tersenyum dan menstater mobilnya.


"kamu mau kita kemana sya?" tanya danu


"aku ikut om aja"


"kalau om ajak kamu ke afrika mau? hahaha" danu tertawa


"maulah kalau cuma liburan hehehe"


Danu menatap nasya yang tertutup cadar sekilas, "om seneng kamu pakai cadar lagi sayang. Om tenang rasanya" ujar danu serius.


"iya nasya paham om saking banyaknya musuh bisnis ayah biar aku aman juga. Tapi bukan itu niat aku pakai cadar om"


"iya sayang om tau. Kamu pengen menjaga pandangan orang-orang terhadap kamu begitu pun kamu bisa menjaga pandangan. Seandainya om bisa dapat wanita solehah seperti putri kecil om ini"

__ADS_1


"om serius?" tanya nasya yang diangguki oleh danu. Nasya tersenyum gembira dia seperti tau hendak menjodohkan om-nya dengan siapa.


__ADS_2