Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
terjadi lagi


__ADS_3

"Dit!" Renata menarik Lengan Adit ,usai meeting, Padahal Adit masih sibuk memberes kan berkas- berkas yang di gunakan nya untuk meeting tadi.


"Ada apa Ren.." tanya Adit sambil melepas kan lengan nya dari tangan Renata dan sengaja tidak memperduli kan Renata.


"Aku minta Maaf atas sikap ku tadi.. Aku hanya cemburu.." Jelas Ranata masih setia berdiri di belakang Adit yang masih berberes.


"Cemburu!???? Kita tidak punya hubungan apa pun! Bagimana kamu bisa cemburu!" jawab Adit dengan santai tanpa menghirau kan Renata,


"Dit! Kamu kan tahu? Kalau aku-" Renata diam tidak menerus kan lagi ucapan nya.


"Please Renata!! Jangan bersikap seperti ini! Aku sudah menikah!" Jelas Adit sambil menatap Renata dengan tajam. Garis tegas di wajah nya semakin menunjukan keseriusan Adit.


"Aku tahu Adit! Maka nya aku mau minta Maaf.. Please, jangan seperti ini??".


"Tidak ada yang harus di Maaf kan..Tidak ada yang salah. Aku harap kamu bisa bersikap lebih dewasa!" Adit beranjak sambil membawa Berkas nya tadi, dan meninggal kan Renata Sendirian di Ruang meeting.


"Braaakkkj!!!!" Renata menggebrak meja ,setelah kepergian Adit. "Awas kamu Dit!!" umpat Renata penuh Amarah.


"Mas Adit!!!" pekik Kamidia melihat Adit membuka pintu.


"Hufft!!!" Adit menghempas kan tubuh nya di atas sofa, tepat duduk di samping Kamidia Lalu menyender kan kepala nya,, menyender kan kepala nya . sambil mengendur kan kancing kemeja yang di pakai nya.


"Kenapa Atuh??? Ada masalah ya??" tanya Kamidia penuh perhatian.


Adit hanya diam , terus memijat mijat pangkal hidung nya. Semakin membuat Kamidia penasara .

__ADS_1


"Kunaon atuh??? Gagal yach!!" tanya Midia lagi dengan cemas.


bagaimana ia tidak cemas jika melihat raut wajah suaminya sangat lesu.


"Mas Adit ihh!!! Kunaon!! Cerita atuh!!!" Kamidia menarik dagu Adit agar melihat nya.


Mata mereka kembali beradu, terlihat jelas kekhawatiran dan kecemasan di mata Kamidia. "Kunaon????" tanya Kamidia melemah dan semakin cemas.


Dengan Perlahan, Adit malah terkekeh lalu tertawa terbahak -bahak melihat Ekspresi Kamidia yang sangat mengkhawatir kan nya.


"Mas Adit Ih!!!!" Wajah Kamidia berubah seketika, menjadi sebal karena merasa di kerjai oleh Adit. Lalu memukul mukul lengan nya.


"Aduh!! Sakit mid!!!" Adit mencoba menepis nya


"Habis nya kamu sih!! Nggak lucu tauk!!!" jawab Kamidia bersungut -sungut. Bibir nya sudah mengerucut seperti panthat Bebek saja.


"Tungg!! Tunggu!!" Kamidia menghentikan Aksi Adit, "Apa tadi??? Mas Adit panggil aku Sayang??? Telinga ku nggak salah drngar kan???" Kamidia menyelip kan anak Rambut nya sendiri ke belakang daun telinga. "Coba Sekali lagi!! Aku mau dengar.." Lantas mendekat kan telinga nya.


"Kamu memang mnggemas kan Mid!!" Adit malah mencubit Pipi Kamidia dengan Gemas..


"Bucin ya sama Aku????" Goda Midia


"Bucin??? Kata kata Bucin bikin telinga ku sakit! Bahasa apa itu??? Baru denger.. Bikin geli aja di telinga!!"


"Bucin itu arti nya budak cinta! Mas Adit gimana sih! Kata nya kaum Intelektual.. Bucin aja enggak tahu!!" ejek Kamidia.

__ADS_1


"oh..Kirain Bucin itu arti nya sama kayak Bacin!! Kalau Bacin kan arti nya Bau busuk!" jelas Adit kembali menjadi Dingin. Dasar Pria aneh.


"Ih jorok banget sih!" Protes Kamidia dengan kesal. Kenapa Adit harus kembali ke sikap wala nya gitu sih?? Males banget sama Pria dingin dan jutek.


"Jangan sama kan Aku dengan anak Menteri BUMN itu!aku nggak kenal sama yang nama nya Bucin atau Bacin itu! Dan jangan kamu ulangi lagi mengucap kata kata itu. Aku nggak suka!"


"Baik lah! Maha Raja Aditya Sasmita!" jawab Kamidia dengan kesal.


"Nggak usah menatap ku seperti itu..! Aku tahu kamu lagi kesel kan sama Aku??"


"Udah tahu nanya!! Kenapa sihkamu harus balik lagi ke sikap kamu yang dingin, jutek dan angkuh itu Mas!!!" protes Kamidia.


Adit langsung menarik pinggang Kamidia "Tapi kamu sangat menikmati disetiap permainan Pria yang kamu nilai dingin,jutek dan angkuh ini kan!" Kata Adit penuh makna..


"Mas Adit mau ngapain!!!" Mata midia melotot melihat Adit yang seperti ini.


Adit langsung membungkam mulut Kamidia menggunakan bibirnya.


Tangan nya segera bergeril nya menulup ke dalam Kemeja.


Akhir nya permainan panas kembali terjadi.


"Ahhhhhhggg" Nafas Adit terengah engah, saat mencampai puncak nya.


Setelah lahar hangat menyembur ke dalam Rahim Kamidia, Sejenak Adit memejam kan mata nya. Menikmati Anugrah yang tiada tara.

__ADS_1


Wajah Midia telihat merah karena Malu.


"Nggak perlu malu, kita sudah sering melakukan nya.. Aku nggak suka kamu deket deket sama cowok lain!!!" pesan adit sebelum turun dari tubuh Kamidia, Lalu mencium sekilas bibir ranum Kamidia.


__ADS_2