
Ternyata Adit sudah menunggu di depan Toilet
"Mas Adit!!! Ngapain kamu disini???" Kamidia tak percaya dengan apa yang di lihat nya.
"Nungguin kamu!"jawab Adit tak berEkspresi.
"Apa??? Kamu nggak malu apa kalau di lihat Orang!!"
"Nggak ada Orang!! Lagian kenapa kalau ada yang melihat!!"
Adit langsung menarik tangan Kamidia dan kembali membawa nya masuk ke dalam toilet. "Mas Adit! Apa apav'n sih!!"
Adit memegang ke dua tangan Kamidia dan menyenderkan nya ke dinding
"Mas Adit!!"Pekik Midia, tak percaya dengan ulah suami nya sendiri.
"Aku nggak suka kamu di goda sama pria lain! Kenapa malah kamu ladenin!!" Adit memajukan wajah nya.
"Kenapa juga kamu mau di gelondotin sama Renata!!!" Kamidia balik bertanya dengan kesal.
"Kamu cemburu???".
"Enggak!! Udah deh! Sana temenin Renata! Lepasin tangan ku!!"
"Aku sudah bilang Mid! Aku hanya berteman dengan Renata! Hubungan ku hanya sebatas teman!"
"Bodo amat!!!"
Jawaban Kamidia justru memancing Emosi Adit. Tanpa berbasa basi.
Aditya langsung melahap bibir Manis Kamidia..dengan Brutal.
"Hemmmpp!!" Kamidia memberontak.
Justru Adit semakin memberikan ciyuman panas..membuat Kedua nyasemakin terhanyut.
"Mas!" Kamidia mendorong dada Adit. "Aku nggak bisa nafas!" kata Midia sambil ngos ngosan.
"Aku nggak suka kamu dekat dekat sama Elgin!" sambil mengusap bibir Midia dengan ibu jari nya.
"Kalau kamu deket sama Renata Boleh???? Kalau aku dekat sama cowok lain nggak boleh gitu!??" Kamida masih protes dengan mulut nya yang mengerucut.
"Midia!!! Bisa tidak kamu menurut sama Suami!! Atau kita pulang sekarang!!!" Ancam Adit
Midia hanya mendelik kesal, Akhir nya ia memilih untuk mengalah. "Oke!!!" jawab nya dengan judes.
Kamidia celingukan saat membuka pintu, ia takut jika ada orang lain yang akan melihat mereka..
Apa kata dunia??? Kalau sampai ada yang melihat..ini kan Toilet! Bukan Hotel.
Aku segera buru buru keluar sambil merapikan bajuku, karena Gara gara ulah Mas Adit..penampilan ku jadi berantakan Gini.
"Mana Dit Proposal nya???" tanya Renata saat Adit hendak Duduk.
__ADS_1
"Nggak Ada! Aku lupa naruh nya!" lalu kembali duduk.
"Kok Bisa Lupa sih???"
Apa sih mau nya perempuan itu, sok perhatian banget! Bikin senewen Aja.
"Mas! Aku tunggu di depan aja Yach!!" pintaku pada Mas Budi saat berjalan keluar dari Projek.
"Oke!"
"Midia pulang bareng aku aja Mas!" tiba tiba Mas Adit berkata seperti itu.
"Loh! Terus aku pulang sama siapa Dit??? Masih ada pertemuan sama Pak Basuki juga lho????" peringat Renata.
"Kamu pulang bareng Mas Budi aja! Naik Mobil kantor! Masalah Pak Basuki..itu urusan Mas Reza..,baru ke Aku.." jelas Adit dengan datar.
"Yah! Padahal aku mau sekalian nebeng sampai ke Apartemen".
Apa sih mau nya perempuan ini.
"Mid! Nggak apa apa kan?? Aku nebeng kalian???"
Mas Adit menatap ku dengan tatapan segan.
"Terserah Bu Renata aJa Deh!" Aku langsung meninggal kan mereka, mending bareng sama Mas Budi aja.
"Gimana??? Boleh kan Dit?? Kamidia aja udh ngijinin.." Renata masih ngotot ingin pulang bareng mereka.
"Ya udah.. Biar sekalian aku antar kamu pulang!".
"Bodo amat lah Mas!" jawab ku ketus.
Baru saja aku mau membuka pintu Mobil, Renata lagi lagi berulah dengan beribu alasan.
"Mid..Aku duduk di depan yach!! Aku tuh suka Mabok kalu duduk di belakang..."
"Oke!" jawab ku singkat, dasar nggak tahu diri.
Mas Adit mengamati ku dari sepion dalam mobil.
Sepanjang perjalanan aku memilih untuk diam, menikmati jalanan dari kaca jendela mobil.
"Adit masih suka Manja nggak Mid! Dulu waktu di australi..manja nya minta Ampun!"
"Nggak gitu juga kali Ren!" jawab Mas Adit sambil mencuri curi pandang kepada ku lewat sepion.
"Iya! Kamu inget nggak! Waktu kamu sakit!! Kamu kan minta di temenin terus! Nggak mau di tinggal! Sampai aku menginap tiga hari di Appartemen kamu". Jelas nya sambil ketawa ketawa.
"Nggak perlu di ungkit ungkit lagi Ren..itu kan dulu???"Mas Adit merasa tidak enak pada ku.
"Hahaha jangan kan sakit! Enggak sakit aja bawaan nya minta di temenin terus!!"
Aku hanya tersenyum kecut.
__ADS_1
Menahan sakit hati, bisa bisa nya mereka membahas hal ini di depan ku.
"Makasih atas tumpangan nya Dit!" pamit nya sebelum turun dari mobil.
"Pindah kedepan Mid.." pinta Adit, setelah Renata benar benar turun dari Mobil mereka.
"Nggak Mau!!!" tolak kamidia
"Mid..ayo lah! Jangan bersikap seperti itu.."
"Kamu mikirin perasaan aku nggak sih Mas!!"
"Please! Aku capek! Aku nggak mau berantem sama kamu! Ayo cepat pindah ke depan!"
"Nggak Mau!! Aku nggak Mau!!"
"Kamidia!!!" Suara Adit sudah naik satu oktaf. Aku tidak perduli.
"Kamu keras kepala banget sih Mid!! Cepat pindah duduk ke depan!!"
"Aku bilang nggak mau!! Ya nggak Mau!! Kamu denger kan Mas! Aku nggak Mau!!!" tolak kamidia penuh penekanan.
"Braak!!!!!!" Mas Adit memukul stir Mobil,lalu melajukan mobil nya.
Hanya diam dan ketegangan yang menyelimuti kami. Mas Adit hanya diam saat menyetir.
Air mataku sudah menetes,
Tiba tiba Mas Adit menepikan mobil nya.
"Kita nggak akan pulang! Sebelum kamu berhenti menangis dan pindah duduk di depan!!" kata Mas Adit dingin
"Terserah! Aku bisa pulang sendiri!!" Sambil membuka gagang pintu..
"Midia! Kenapa sih kamu keras kepala banget!! Sekali kamu turun!! Aku tinggalin kamu di jalan!" ancam Adit sudah tidak bisa menahan emosi nya.
"Aku nggak perduli!!!" perasaan kamidia benar benar marah dan kecewa.
Adit langsung membuka pintu mobil untuk Kamidia.
"Turun! Ayo turun!! Perempuan keras kepala! Nggak mau mendengar kan kata kata suami!!" Adit menarik tangan kamidia membawa nya keluar dari mobil.
Adit benar -benar Marah.
"kamu sendiri suami macam apa Mas??? Terus mengungkit masalalu di depan istri kamu!"
"Aku sudah kehabisan kata kata Mid!! Aku dan Renata hanya sebatas teman!!! Cemburu kamu itu berlebihan" Teriak Adit Menggebu gebu karena saking Emosi nya.
Air mata Midia semakin deras ,karena sakit hati akibat di bentak. Ia berinisiatif untuk menghubungi Mas Budi, siapa tahu bisa membantu nya. Setidak nya ia mendapat tumpangan pulang.
Adit langsung mengambil paksa ponsel Kamidia dan membanting nya.
"Pyaaaar!!!" Ponselku berserakan di mana mana.
__ADS_1
"Masuk!! Kali ini jangan membantah ku lagi!! Jangan sampai kesabaran ku habis Mid! Dan jangan sampai Aku melakukan hal hal yang akan membuat mu semakin menangis!!!" Sambil menyeret Kamidia Masuk ke dalam Mobil.