
Jakarta.
"Akhir nya anak mantu Mama udah sampai???" sambut Mama antusias sambil memeluk ku.
"Kak Midia!!!" teriak Tristan, berhamburan memeluk ku. Ada Papa mertua juga yang menyambut kami.
"Mid..ini kunci Rumah Mama dan Papa serahin ke kamu.." pesan Mama sambil memberi kunci di telapak tangan ku.
"Ini Kan-" jawab ku tidak enak.
"Ini Rumah dari Papa untuk kalian!! Memang nya Adit nggak cerita ya Mid!" beritahu Papa
"Ini rumah kado untuk pernikahan kalian.. Oh oya kenalin Mid..ini mbok Ngatinah, mbok Ngat ini yang mengasuh Tristan sejak Lair..membantu Mama untuk mengasuh dan juga membersih kan Rumah.."
"Kenalin Mbok saya Kamidia" kata ku sambil mengulur kan tangan.
"Saya Mbok Ngat Mbak.."
"Kamu nggak keberatan kan Mid, kalau mbok Ngat disini..biar bantuin kamu dan juga Tristan. Soal nya Adit kurang nyaman dengan orang baru.."
"Kalau mbok ngat disini, nanti yang bantuin Mama siapa??" tanya Adit.
"Kan ada Mbak Suryati Dit..Mama sudah tua, mau menikmati masa tua Mama dan Papa. Rasa nya sudah nggak ada beban lagi, melihat Tristan sudah punya ibu.. Lega Dit hati Mama sama Papa!" jelas Mama.
"Kalau Mbok Ngat Repot..nanti bisa dibantu sama Mbak Sur. Jarak rumah kita kan dekat, hanya berjarak sepuluh rumah saja.."
"Bener kata Mama mu Dit!!" sela Papa.
"Mama Titip Tristan ya Mid.. Mama yakin, kamu adalah ibu yang baik untuk Tristan" pesan Mama dengan mata berkaca kaca.
"Iya Ma!! Aku Janji akan berusaha menjadi ibu yang baik buat Tristan.."
"Makasih ya Mid.." Mama Ivone memeluk ku dengan erat dan penuh haru.
Mama dan Papa mertua pulang ke rumah nya ,setelah semua nya selesai.
"Mbok Ngat! Dimana susu nya Tristan" tanyaku, pada Mbok Ngat yang sedang merajang sayuran.
"Mau buat susu ya Non??? Sebentar biar Mbok saja yang membuat kan.."
__ADS_1
"Biar aku aja Mbok.."
"Aduh..Non Midia kan , belum istirahat dari tadi ..pasti capek! Biar Mbok aja Non!!"
"Jangan Panggil Non atuh Mbok!! Panggil Midia aja ya??"
"Tapi-"
"Nggak ada tapi tapian! Panggil Midia saja! Oke! Mana Susu nya Mbok!! Udah masuk jam tidur siang nih!!"
"Ya sudah, Mbok panggil Mbak Midia aja ya!! Ya sudah kalau Mbak Midia maksa.. Di meja sebelah Kulkas itu Mbak!!" jelas Mbok Ngat menunjuk kan arah Susu.
"Mbok Ngat mau masak apa????" tanya ku sambil membuat Susu.
"Ini Mbak.. Sayur asem , sama cumi asam Manis.. Sama mau goreng ikan" Mbok Ngat masih sibuk merajang.
"Cumi Asam Manis??? Mas Adit suka Cumi asam Manis ya???" sambil mengerenyit.
"Bukan Mbak! Semalem Den Adit telpon Bu Ivone.. Hari ini Mbok di suruh masak Cumi asam manis, kata nya ini Makanan kesukaan Mbak Midia.." jelas Mbok Ngat.
Kenapa tiba tiba Aku jadi Ge Er gini ya.. Kenapa dia jadi perhatian??? Apa benar Mas Adit sudah bisa menerima pernikahan ini??.
kenapa jadi berharap gini sih!! Ya sudah lah.. Jalani saja dulu.
Aku melihat Mas Adit duduk serius menonton Tv
"Mas aku ke kamar Tristan dulu.." pamit ku dengan membawa susu.
"Kalau capek..istirahat." sekilas melihat ku, lalu kembali menatap layar Tv.
"Mau di buatin minum apa??? nanti biar aku buatin minum..setelah Tristan menghabis kan susu nya."
"Nggak usah Mid, Aku bisa membuat nya sendiri.. Yang terpenting Tristan. Pastikan kebutuhan nya terpenuhi semua dengan baik. Tidak usah terlalu memikir kan hal hal.kecil yang aku sendiri bisa melaku kan nya"
Aku kembali menarik nafas dengan dengan dalam. Mungkin belum terbiasa saja..
"Hallo Tristan!!" sapa ku saat membuka pintu "Ayo minum susu nya".
Anak pintar,Tristan langsung menghabis kan susu nya.Kemudian naik ke tempat tidur.
__ADS_1
"Hmmm Tristan ada cerita apa nih??? Ayo cerita sama Kakak" tanya ku sambil ku elus elus telinga nya.
"Tadi di sekolah! Aku berantem sama teman ku yang bernama Rendi!!"
"Eh! Kok berantem..kenapa atuh!!" kini ku ubah posisi ku. Dengan tangan kanan sebagai tumpuhan lalu mengahad ke arah Tristan. Aku mendengar kan cerita anak ini dengan baik.
"Habis nya!! Rendi nggak sabaran!! ngambil mainan Sila dengan paksa! Terus Sila di dorong!!"
"Oh ya!! Terus kenapa jadi berantem..kan masalah nya sama Sila??"
"Aku nggak suka sama Rendi karena sudah menjahati Sila Kak! Langsung ku dorong aja orang nya!!"
"Terus??? Rendi membalas Nggak??"
"Iya lah!! Tapi aku nggak takut! Aku dorong lagi lebih kenceng!!"
"Aduuh anak ganteng!! Lain kali jangan gitu ya?? Tristan kan sudah besar..sebentar lagi kelas 3 Sd..kalau Rendi atau teman yang lain berbuat seperti itu.. Ditegur dulu ya?? Di kasih tahu.. Kalau perbuatan nya salah! Jadi nggak boleh main dorong oke!!"
"Hmmmm"
"Janji ya sama Kakak??"
Anak ini sudah tidak bersuara, ternyata sudah tepar.
"Mid!!" panggil Mas Adit dari daun pintu, hanya kepala nya saja yang kelihatan.
"Makan dulu.. Udah siang!!"
Kami masih canggung berada dalam satu Meja.
"Mau makan apa?? Biar aku ambil kan" tawar ku.
"Tidak usah repot repot Mid..apa lagi untuk hal hal kecil seperti ini..Fokus saja untuk Tristan..aku cuma nggak mau jadi nambah beban dan merepot mu.." kata Mas Adit sambil mengambil Nasi.
"Beban???? Tugas ku sebagai Istri adalah untuk melayani suami..Aku tahu, disini aku hanya Ibu untuk Tristan! Terserah deh, mau nganggep aku apa?? Yang penting kewajiban ku sudah ku tunai kan.. ,terserah kami aja Mas..kalau nolak!!" jawab ku dengan nada ketus.
"Mid..ini meja makan, tempat nya makan.. Bukan tempat untuk berdebat..Maaf kalau kata kata mu membuat hati mu tidak berkenan".
"Orang yang sering meminta maaf adalah orang yang sering melakukan kesalahan.."
__ADS_1
"Mid...!!".
Malas sekali berada dalam satu meja makan. Hallo Kamidia???? seharus nya kamu sadar diri??? Kamu itu pengasuh untuk Tristan tepat nya!!