Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Insiden


__ADS_3

"Kamidia!!" Adit segera melepas kan bibir nya dari bibir Renata.


Kamidia tersenyum kecut,sambil mengusap air mata nya. Lalu pergi dari Ruangan ku tanpa sepatah kata.


"Mid!!" Renata menahan tangan Adit, saat Ia akan mengejar Kamidia.


Kamidia buru buru masuk ke kubikel nya, sambil menyambar tas nya.


"Mid Lo mau kemana??" tanya Dela tapi tidak di hirau kan. Pergi dengan buru buru.


Dela tahu kalau saat ini Kamidia sedang tidak dalam keadaan baik. Wajah nya berubah tegang dan merah.


"Kamidia mau kemAna Del!!" tanya Mas Adit memasuki Ruangan.


"Nggak tahu Mas! Gue tanyain tapi diem aja orang nya!!"


kebetulan hari ini Midia mengendari mobil sendiri,


Hati nya benar-benar hancur ketika melihat suaminya bercumbu mesra dengan Renata. walau sebenarnya kejadiannya tidak seperti itu.


tak henti-hentinya air matanya mengalir ,Hati nya terasa begitu sakit.


Kamidia merasa di hianati, padahal baru semalam ia membahas ini semua dengan suami nya.


ditambah lagi Ia baru saja diintimidasi oleh Renata di toilet tadi. Hati nya benar benar sakit. Lebih sakot dari penghianatan Elgin dulu.


Berkali kali memukul stir Mobil, sebagai pelampiasan atas rasa sakit hati nya. Otak nya terasa buntu, Bagaimana tidak! Kamidia melihat dengan mata nya sendiri.


"Aaa!!!! Braak!! Brakk!!!" Mobil Kamidia menabrak pembatas jalan.


Kebetulan Elgin melintas di jalan tersebut. dia melihat banyak orang yang ber kerumunan sehingga menimbulkan kamacetan.


Terlalu lama menunggu, jalaan benar benar padat tidak bisa bergerak sedikit pun..Karena penasaran Elgin segera turun dari mobilnya dan mengecek keadaan yang sedang terjadi. matanya membulat seketika menatap nanar, Melihat Midia yang menjadi korban kecelakaan sedang di Evakuasi oleh Polisi.

__ADS_1


"Kamidia!!! Pak! Korban adalah keluarga saja!" kata Elgin dengan panik


Kemudian Elgin dan Pak Polisi membawa Kamidia ke Rumah Sakit.


"Renata!!!" bentak Adit menghempas kan tangan nya. "Aarrghhh!!!!" teriak Adit meraup wajah nya dengan kasar.


"Adit!! tunggu!! Kamu mau kemana!!"


"Kamidia pasti salah Faham!!!"


"Nggak perlu kamu jelasin!! Percuma!! Dia sedang Marah! nggak ada guna nya..dia pasti bakalan nuduh kamu yang macam-macam!!!" cegah Renata.


Adit tak menghiraukan ocehan ocehan Renata


Bodoh! Kenapa bisa seperti ini! Adit terus menutupi dirinya sendiri, lalu berlari dengan buru-buru mencari Kamidia ke kubikel nya.


"Mas Budi! Midia mana??" tanya Adit dengan Panik.


Mas Budi saling menatap dengan Dela.


Dela hanya menggeleng kan kepala. " Tadi sih kayak nya buru buru".


"Win!! Coba Lo cari tahu ke semua ruangan Divisi!! Siapa tahu Kamidia ada di sana!!" perintah nya dengan panik.


"Nggak ada Dit!!"


Lalu Adit menelfon Pak Yatin


"Tadi Pagi Mbak Midia, nggak mau saya antar Mas.."


"Jadi tadi pagi Kamidia nyetir sendiri???"


"Iya Mas!!"

__ADS_1


Adit mengacak-acak rambutnya dengan kasar putus asa mencari keberadaan Kamidia.


Elgin terlihat sangat khawatir,terus menemani Kamidia.


"Dok gimana keadaan Pasien??"


"Syukur lah Pak..tidak ada yang serius. Hanya sedikit Memar, akibat benturan dan Syook saja".


Setelah mendapat penjelasan dan izin dari dokter, Elgin segera masuk untuk menemui kamidia yang masih berbaring.


"Gimana keadaan Kmu Mid!! Mana yang sakit!" tanya Elgin penuh perhatian sambil memeriksa lengan Kamidia.


Perhatian Elgin,Justru membuat Kamidia menangis tersedu sedu. andai saja elgin itu Adit pasti dia akan bahagia.


Tapi tidak mungkin, Adit sedang bermesraan dengan Renata. Mana mungkin dia perduli dengan keaadan ku. Lagi lagi aku teringan dengan Adegan yang tadi ku lihat.


"Mid.. Kamu kenapa???" Elgin langsung memeluk untuk menenangkan ku, seperti nya ia tahu..aku dalam kondisi yang tidak baik


"Jangan menangis!" Elgin mengusap Air mata ku "apa nya yang sakit???"


Aku hanya menggeleng, terharu melihat perhatian nya.


"Jangan banyak bergerak.. Rilex aja.."


"El terimaksih, sudah menolong ku.."


"Nggak apa apa Mid..kebetulan tadi aku lewat dijalan Merdeka..aku juga nggak nyangka kalau kamu yang menjadi korban kecelakaan !" sambil mengelus pucuk kepala ku.


"Tadi aku sudah menghubungi Pak Adit"


"Seharus nya, kamu nggak perlu menghubungi dia!!!"


"Kenapa?? Kamu sedang ada masalah sama Pak Adit?"

__ADS_1


"Sudah lah..aku nggak mau membahas dia!"


__ADS_2