
"Ma..Mama!!!" Kamidia mengigau, terus memanggil nama Mama nya
Sayup sayup ku buka mata sambil menyalakan Lampu tidur, tidak biasa nya Kamidia mengigau seperti ini.
Wajah nya sangat pucat, ada cairan bening di pelupuk mata nya.
"Mid..." ku sentuh bahu nya terasa hangat, lalu kupastikan lagi dengan memegang kening nya.
"Kamu demam Mid!"
Midia terus meracau memanggil nama Mama nya. dan menyambar tangan ku yang masih menempel di pelipis nya padahal mata nya terpejam..dan tiba tiba menenggelam kan wajah nya ke dalam dada ku.
"Ma..! Mama!" racau nya ,dengan mata nya yang masih terpejam.
Kemudian ku elus elus punggung nya sesekali ku kecup pucuk kepala nya.
Aku sangat merasa bersalah atas kejadian tadi malam..Midia seandai nya kamu tidak keras kepala.
Semalaman suntuk Midia tidur di lengan ku. Kulirik jam di dinding ternyata sudah jam enam pagi.
Dengan perlahan ku angkat lengan ku..Syukur lah jika Midia tidak terbangun.
"Mbok!! Tolong belikan bubur ayam di depan ya?".
"Loh! Masakan Mbok sudah matang Lho Mas??"
"Nggak apa- apa Kamidia lagi demam soal nya Mbok..,nanti sekalian bawakan Air hangat ke kamar ya!"
"Baik Mas!"
"Aduh!" Rintih Midia, sebenar nya dia ingin bangun..tapi badan nya sangat lemas dan terasa sakit. Kepalanya juga terasa berputar putar..
"Mau kemana Mid!" Adit segera mendekat dan ingin membantu nya.
"Aku nggak kenapa kenapa kok!" menyingkir kan tangan Adit,
__ADS_1
"Nggak kenapa kenapa gimana! Wajah kamu pucet banget!"
Midia masih mengerjab -ngerjab kan mata nya, untuk menyeimbang kang tubuh nya..menahan Rasa pusing di kepala. "Kecapean aja!!"
Midia mencoba untuk berdiri, namun baru satu langkah saja, Dia sudah ambruk. Untung Ada Adit dengan sigap membantu. Dan segera Membawa nya Duduk di tepi Ranjang.
"Udah aku nggak apa apa!!" peringat kamidia dengan ketus.
"Kamu lagi sakit Mid!! lebih baik kamu tidur lagi!!"
"Udah deh!! Nggak usah sok perhatian sama aku!!" Kamida memasang wajah Jutek.
"Sok perhatian gimana?? Jelas aku perhatian sama kamu lah Mid!! Kamu kan istri ku!"
"Masih nganggep aku Istri????" sambil memijat mijat kepala nya.
Sebenar nya Adit sudah beberapa kali mencoba memberi perhatian, namun selalu di tolak.
"Mid..udah dong cemburu nya!!"
Lagi lagi kata Midia membuat Emosi Adit terpancing.
"Kamidia!!! Aku sama Renata itu hanya sebatas teman!! Nggak lebih!!!"
"Teman??? Tapi sampai menginap di Appartement kamu selama tiga hari???? Teman apa Mas????"
"Astaga!! Mid! Itu dulu waktu aku masih di Australia!! Kenapa sih kamu mengungkit nya terus????"
"Jelas aku mengungkit nya Lah Mas!! Dia masa lalu kamu! Tapi sekarang dia hadir di kehidupan kita!!!! Dan Dia Masih terus mengungkit nya!" teriak Kamidia, Membuat nya menangis "Hiks! Hiks! Hiks!"
Adit menjadi serba salah " Jangan nangis.." Adit mengusap Air Mata Midia
"Lalu?? Apa saja yang sudah kalian lakukan selama di Australia!! Sampai menginap segala!! Hah! Hiks hik hiks!"
"Dulu aku memang sangat Dekat dengan Renata, Memang aku sempat merasa nyaman dan punya perasaan Care sama Renata.. Tapi itu dulu!! Selama tiga hari merawat ku..aku nggak ngapa ngapain sama Dia Mid! Sumpah!! Aku berani sumpah demi apa pun!!!" Jelas Adit dengan serius.
__ADS_1
Kamidia bisa sedikit lega mendengar penjelasan Adit.
"Mengenai Masalah semalam!! Aku minta Maaf sudah keterlaluan.. Aku janji nggak akan mengulangi nya lagi???" Sambil menggenggam tangan Kamidia.
"Bohong!!" Kamidia masih tidak percaya.
"Mid.. Aku harus gimana lagi agar kamu percaya sama Aku??? Aku nggak Bohong! Untuk kemarin..aku bener bener ketemu sama Klien..aku nggak mampir kemana mana.."
"Mampir nya juga cek Lokasi ke Lapangan, ada orang banyak juga disana.. Maka nya, waktu kamu ijin ke Toilet! Aku langsung nyusulin kamu.. Karena aku tahu, kamu pasti bakalan salah Faham kayak gini!"
"Awas ya Kalau kamu Bohong!!" menatap penuh Curiga
"Beneran Mid! Aku nggak bohong!! Harus nya semalam kamu itu negur Renata..Agar dia yang duduk di belakang..Kamu kan Istri ku?? Kenapa harus mengalah sama Dia?? Masak sih kamu nggak ada perlawanan Gitu..kalau ada perempuan lain yang mau mendekati suami kamu???"
"Harus nya kamu peka Lah Mas!!"
"Sebelum nya kan aku udah nolak Renata..aku suruh naik Mobil kantor bareng sama Mas Budi.., Ya udah lah aku diem aja! Karena kamu juga nggak mau melarang Renata.. Harus nya kamu itu melarang Renata Numpang di mobil kita!"
"Setidak nya..agar aku merasa Di Miliki dan di pertahan kan.." kata Adit dengan sejujur nha
"Kok jadi nyalahin aku sih Mas!" Wajah memerah Kamidia Malu.
"Sekarang udah nggak marah kan?????" Adit merangkul pundak Istri nya.
Lalu Midia mendongak kan wajah nya. "Aku nggak suka kamu deket-deket sama Renata!!"
"Aku tahu..aku hanya Profesional saja dalam bekerja..Sekarang kamu istrihat biar cepat sembuh.. Sebentar lagi Dokter Anita sampai.."
"Siapa Dokter Anita??? ".
"Dokter yang akan memeriksa kamu.."
"Hari ini kamu nggak ke kantor Mas????"
"Enggak! Aku udah ijin tadi, Masak sih istri nya lagi sakit..Malah aku ke kantor.."
__ADS_1
Hati Kamidia mengembang melihat perhatian Adit. Ia juga sempat menyesal karena sudah menuduh nya macam macam.