Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Penganggu


__ADS_3

Adit bermanja seperti bocah, Tiduran sambil menenggelam kan wajah nya ke dalam dada Kamidia.


"Besok pulang jam berapa??"


"Nggak tahu.."


Sambil mengelus Rambut Adit.


"Kok nggak tahu!?? Besok pulang bareng aku aja!"


"Kita lihat besok aja Deh Mas.."


"Kenapa sih temen temen kamu nggak ada yang beres gitu??"


"Nggak beres gimana Maksud nya?????"


Lalu adit mengangkat wajah nya dan menatap Kamidia, dengan tangan nya masih memeluk erat pinggang Midia.


"Teman kamu! Yang cowok itu! Apa dia tidak tahu, kalau kamu sudah menikah??" Adit menaik kan satu alis nya.


Kamidia merasa tidak enak, dengan ragu ragu Kamidia menjelas kan semua nya.


Mengapa ia tidak jujur jika sebenar nya Adit adalah suami nya. Bukan nya ia malu atau tidak mau jujur.


Hanya saja, waktu nya tidak tepat..


Kampus!


"Uluh uluh.. Tuh cewek biar kecil! Tapi pesona nya luar biasa!!!" puji Jefri sedang duduk di taman bersama teman nya ,mentap kagum pada Kamidia


"Jangan sampe LO Ngebayangin hal hal yang jorok ya Jef???? Ngeliat yang bening bening gitu!" timpal Aryo


Jefri hanya mengulum senyum.


Telinga Adit memanas, mendengar kedua teman nya terus memuji kecantikan Kamidia.


"Dit! Menurut Lho Kamidia itu gimana???"


tanya Jefri


"Hmmm biasa!!" Kemudian Adit menunduk kan kepala nya, membuang muka tidak ingin melihat Kamidia.


"Coba deh Lo liat!! Penampialan sih emang simple! Tapi daya tarik nya Men!!! Gue harus bisa ngajakin tuh cewek kencan!!!"


"Gila Lo!!" kata Aryo.

__ADS_1


Adit berpura pura tidak menggubris, ocehan ocehan kedua teman nya yang sedang membahan Kamidia


"Bye!! Gue dulan ya!" Pamit Kamidia melambaikan tangan kepada teman teman nya.


Adit mendengar dan melihat Kamidia berpamitan dengan teman teman nya. Ia juga segera berpamitan dengan teman teman nya.


"Mid!!!" panggil Jordan menghampiri nya


"Kenapa Jor???"


"Gue anterin pulang ya???!"


"MAkasih Deh! Gue pulang sendiri aja.."


"Yach!! Padahal Gue pengen banget nganterin Lo pulang Mid.. Siapa tahu ketemu sama calon mertua!" kata Jordan dengan percaya Diri nya.


Jordan terus merayu, namun tetap di tolak oleh Kamidia.


Hape Kamidia terus berdering, ternyata Adit sudah menunggu nya di dalam mobil. Lalu Buru-buru meninggal kan Jordan ,yang terus menggombal.


"Maaf Mas! Lama yach!!" kata Midia,lalu menutup pintu mobil


"Hmmmm!!" Lalu menyalakan mesin mobil nya.


"Tadi kemana??? bukan nya tadi kamu langsung pulang setelah berpamitan dengan teman teman kamu" tanya Adit sambil menyetir.


"Ngobrol apa??"


"Biasa lah Mas anak itu! Kan rada rada orang nya.."


"Oh temen kamu yang Anak nya menteri BUMN itu ya??" tanya Adit dengan senyum nya yang mengejek.


Kamidia terkekeh mendengar ucapan suami nya."Bukan cuma mentri BUMN! Tapi raja Minyak kata nya! Hahahah " Kamidia semakin terkekeh.


"Bilang aja! Kalau suami kamu itu Dewan Komisaris! Banyak uang..jadi nggak tertarik sama anak Mentri BUMN??"


"Nggak boleh sombong atuh!! Nama nya juga rada- rada..,biarin aja lah Mas!"


"Kita mampir ke kantor sebentar.. Ada rapat! Nggak lama kok!"


Kamidia mengikuti suami nya,Mampir ke kantor dulu sebelum pulang ke Rumah


Kamidia terus menggelendoti lengan Adit...bahkan ia tidak perduli jika ada banyak mata yang memperhati kan mereka.


"Kalau kamu capek! Istirahat aja di ruang istirahat!!" kata Adit sambil memencet tombol Lift.

__ADS_1


"Oke!!"


Ting!!: Pintu Lift terbuka,


Kamidia langsung merebah kan tubuh nya di atas sofa "Ya Ampun!! Capek banget!"


"Tidur aja di kamar kalau kamu capek!" perintah Adit mulai membuka kancing kemeja nya. "Aku mau mandi dulu" Pamit Adit meninggal kan Kamidia sendiri tidur selonjoran di atas sofa sambil bermain Hape.


"Mid! Jangan malas malasan gini!" Tiba tiba Adit sudah mengunci tubuh nya, setelah selesai mandi.


"Iiih! Apa'an sih Mas Adit!!" Mata mereka saling mengunci.


"Kenapa nggak ke kamar! Malah tiduran di sini!" Adit semakin memajukan wajah nya, Tubuh mereka benar benar sudah Menempel.


Aroma tubuh nya, benar- benar membuat nya melayang. Apa lagi wajah nya yang terlihat masih segar, semakin membuat Aura ketampanan nya terpancar.


"Mas malu ih!!! Gimana kalau ada yang masuk!!" Mata Midia melotot.


"Biatin!!" Adit semakin menatap mata cantik Kamidia.


Sehingga membuat Kamidia salah tingkah. Dengan perlahan Bibir Adit mulai menyentuh Bibir Kamidia.


Saat mereka mulai terhanyut..


"Adit!!!!" pekik Renata datang membuka pintu.


Membuat mereka kalang kabut, Adit segera bangun dan beranjak. Dan Kamidia segera duduk.


"Apa kamu nggak bisa mengetuk pintu dulu Ren????" tanya Adit dengan kesal. Lalu merapikan kemeja nya.


"Nggak tahu malu!!! Apa kamu nggak bisa,menahan sebentar! Sampai sampi kamu melakukan nya di kantor!!!!" balas Renata dengan ketus, Wajah nya menjadi merah padam


"Aku tidak melaku kan nya dengan orang lain! Jadi aku nggak perlu malu!!!" bantah Adit dengan kesal.


"Aku tahu!! Tapi ini kantor!! Kenapa sih kamu jadi aneh gini!!!!"


"Kamu kenapa Sih Ren??? Sejak kaoan kamu jadi kepo sama masalah orang! Mau ngapain aja! itu bukan urusan kamu.." Adit tak kalah Sebal nya.


"Mas..kata nya mau meeting..buruang dong!! keburu laper nih??? Kata nya mau ngajakin nonton???" Kamidia sengaja mEmbuat Renata cemburu.


Sehingga membuat Renata menatap nya dengan penuh kebencian.


"Lain kali! Ketuk dulu pintu nya..sebelum masuk!!!" Lalu Adit pergi meninggal kan ruangan.


Disana hanya tersisa Renata dan Kamidia.

__ADS_1


"Kamu jangan merasa menang dulu!!" Kata Renata penuh penekanan..sebelum meninggal kan ruangan untuk Rapat.


__ADS_2