
"Bang! Tadi gimana Karate nya!" tanya ku pada Tristan, sambil memijit mijit kaki nya.
"Seru! Tapi capek Kak!" anak ini fokus dengan Tab di tangan nya.
"Besok mau di bawain bekal apa Bang???"
"Hmmm apa ya???"
"Ih!! Kalau di ajak ngobrol..nggak boleh sambil mainan hape atuh! Enggak sopan namanya!!"
"Tanggung kak!!" dasar anak keras kepala.
"Om Adit belum pulang ya Kak??" tiba tiba menanyakan keberadaan Om nya
"Belum?? Mungkin masih banyak kerjaan nya di kantor". Padahal sebenar nya nggak gitu Bang.
"Tadi Sore Om Adit datang ke Sekolahan kok Kak!"
"Datang ke sekolah Tristan???" tanya ku. Seketika tangan ku berhentu memijat.
" Iya! Tadi sore Om Adit datang ke sekolah sama teman nya! ngebawain air Minum sama makanan.. Setelah itu Om Adit pulang?" jawab nya dengan polos
"Teman??? Om Erwin???" dahi ku mengernyit karena penasaran.
"Bukan!! Kakak Renata"
"Kakak Renata?????" tanya ku , jadi perempuan itu bernama Renata. Apa coba makasud nya, ngajakin perempuan ini ke sekolah nya Tristan.
"Tadi aku berkenalan dengan Kakak itu!! Namanya Kakak Renata!!" bocah inu mempertegas omongan nya
"Oh mungkin om Adit Masih ada kerjaan sama Kakak Renata..Ya udah! Kakak buatin susu dulu ya? Habis ini tidur!".
"Aku nggak suka sama Kakak Renata!! Udah jelek! Suka deket deket sama Om Adit!!" Tristan langsung mencebikan bibir nya kayak pantath Bebek.
__ADS_1
"Eh! Enggak boleh gitu atuh!! Kenapa nggak suka??? Kalau nggak kenal ,maka nya nggak sayang???".
"Pokok nya Kak Renata itu Jelek!!" Anak ini semakin Frontal saja.
"Udah! Kakak buatin susu dulu ya?"
Bocah ini mengangguk, lalu kembali asik dengan Tab di tangan nya.
"Mbak!! Biar Mbok saja yang membuat Susu untuk DeN Tristan! Ada tamu Mbak?" beritahu Mbok Ngat ,saat aku mulai meracik Susu.
"Tamu?? Siapa malam- malam gini yang bertamu???"
"Pak Reza Mbak!" Mbok Ngat segera mengambil alih tugas ku.
Lalu aku menemui Mas Reza.
"Mas Reza!! Silah kan masuk???"
Mas Reza menatap ku sesaat, ya Ampun aku hanya mengenakan celana kolor pendek rumahan dan Tshirt aja. Pasti pikir nya aku kayak pembokat.
"Mas Reza bisa aja..Ayo Mas masuk! Kebetulan Tristan belum tidur..masih selonjiran di ruang tengah". Ajak ku.. Jadi malu deh ah! Di puji sama cowok Ganteng.
"Bang! Papa datang.. Ayo salam dulu sama Papa!!" perintah ku mendekati Trisan.
Tristan kemudian mencium punggung tangan Papa nya.
Begitupun juga Mas Reza, mencium kening Tristan.
Nama nya juga Tristan. Lebih sibuk dengan Tab nya ketimbang ngobrol sama Papa nya.
"Baru pulang kantor ya Mas?" aku memulai pembicaraan.
"Iya Mid! Maaf ya, Malam- malam gini bertamu, jadi ganggu kamu". Sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
Duda yang satu ini memang ganteng dan keren.
"Nggak kok Mas..Lagian kami juga baru selesai ngobrol. Oh ya! Maz Reza mau minum apa?? Kopi, teh atau yang dingin dingin.." tawar ku.
"Air putih saja,"
Kebetulan Mbok Ngat datang membawa susu untuk Tristan, jadi aku minta tolong sekalian sama Mbok Ngat..untuk mengambil kan air minum untuk Mas Reza.
"Bang! Mainan nya nanti lagi ya! Ada Papa..mau ngajak ngobrol tuh Papa!"
Kemudian Tristan dan Mas Rza saling ngobrol. Biasa lah antara anak dan Bapak Menanyakan kabar dan kegiatan Tristan sehari hari. Senang melihat mereka bisa sedekat ini.
Meski tidak setiap hari bertemu.. Setidak nya anak dan Bapak tetap Akrab.
"Mana Adit Mid?? belum pulang ya??" tanya Mas Reza.
"Mungkin sebentar lagi Mas.." aku tersenyum kecut.
"Anak itu! Kalau sudah ketemu Renata.. Pasti lupa Waktu..Mungkin dia lupa kali kalau ini Jakarta?"
"Mas Reza juga kenal sama Renata???" tanya ku tidak enak.
"Kenal lah Mid.. Renata itu kan dulu juga sering ke Rumah.. Pernah menjalin hubungan sama Adit cukup lama.juga sih! Kebetulan juga dulu mereka satu kampus di Australi!"
"Oh..." Aku tersenyum dengan getir. Kenapa hatiku jadi senewen gini.
"Mid! Makasih ya..Sudah mau menjaga Tristan!"
"Sama sama Mas.. Memang sudah selayak nya dan tugas Aku kok Mas. Untuk menjaga dan merawat Tristan"
"Ya sudah.. Aku pamit ya.. Sidah Malam, Tristan juga sudah mengantuk" pamit nya.
"Salam buat Reza.."
__ADS_1
Aku mengantar Mas Reza sampai di depan Rumah.. Ku lambaikan tangan ,sampai bayangan nya tak terlihat.
Hari ini cukup menguras Emosi. Kenapa harus bertemu lagi dengan Elgin Pria yang telah menyakiti ku.. dan Renata Entah siapa dia. Sabar Midia..