
Pov Malam setelah Pertengakaran tempo Lalu
Kamidia memilih keluar mobil duluan.. Segera berlari untuk memncet tombol rumah,
Tak lama kemudian Mbok Ngat membuka kan pintu, di ikuti Adit di belakang nya.
"Baru pulang ya Mbak." sapa Mbok
"Iya Mbok.. Aku masuk dulu ya"
"Ibu ada di dalam Mbak.." beritahu Mbok Ngat.
Mama Ivone sudah berada di ruang tamu, Tapi tidak terlihat dengan Tristan. Kamidia tidak sempat menanyakan perihal tersebut.
"Mamah! Udah dari tadi???" Kamidia berusaha menyembunyi kan wajah nya. Karena ia tidak mau sampai Mama kalau sebenar nya ia habis menangis.
"Setengah jam'an yang lalu Mid.."
"Maaf Mah..Aku langsung ke kamar ya.. Aku lagi nggak enak badan" jelas Midia, suara nya masih twrdengar bindeng.
" Iya nggak apa-apa.." Mama tersenyum ramah sambil mengelus pundak nya sebelum masuk ke dalam kamar.
Sedang kan Adit berdiri di depan pintu, sambil membawa Jas yang di sampirkan di lengan nya.
"Dit! Kenapa dengan Midia!" Bisik Mama mendekati Adit. "Apa kalian lagi berantem???"
__ADS_1
"Iya Mah.." Adit menunduk
"Kamu Apakan Midia Dit?? Sampai wajah nya sembab gitu.."
"Mah! Midia keras kepala banget! Nggak bisa di nasehati dengan halus.."
"Tapi itu bukan alasan untuk kamu berbuat kasar! kamu apa kan Midia?? Nggak kamu pukul kan??"
"Enggak lah Mah! Aku cuma menyeret keluar dari Mobil.. Kesabaran ku sudah habis ma.."
"Adit!! Kamu keterlaluan banget sih! Sabar itu nggak ada batas nya!! Kamidia itu anak perempuan satu satu nya di keluarga nya! Apa kamu nggak ingat pesan Papa nya!!"
"Maaf Ma..aku bener bener nggak bisa kontrol emosi tadi.."
"Selesaikan Masalah kalian secara baik baik, jangan sampai Ada kekerasan! Pasti Kamidia punya alasan, kenapa dia sampai begitu.."
"Satu lagi, kalau kamu capek..jangan kamu lampias kan ke Istri kamu! Jangan minta Maaf sama Mama! Minta maaf sana Sama Istri kamu! Dan jangan di ulangi lagi!! Ingat pesan Mama kan Dit!!"
"Iya Mah! Adit bener bener emosi tadi.."
"Ya udah, Mama pamit ya! Beberapa hari ini biar Tristan menginap di rumah Mama.. Karena masih Ada Rama disana" Pamit Mama saat akan pulang.
"Iya Mah!".
"Mbok! Nanti pagi bangun lebih awal ya.."
__ADS_1
"Baik Mas.."
"Kasihan..Midia kecapean mbok..Anak itu kan nggak bisa diam..kalau Mbok Ngat masak nya lebih awal..kan Midia nggak akan ribut ke dapur"
"Siap mas!!"
Midia masih diam mematung, dan Mendiam kan Adit.
Lebih memilih tidur lebih awal..akah Fikiran nya menjadi tenang.
Adit merasa sangat bersalah, apalagi setelah mendengar nasehat dari Mama.
Malam itu juga, Tanoa sepengetahuan Kamidia. Adit segera menelfon Erwin.. Meminta tolong untuk membuat nomor baru yang sama untuk Kamidia.
Dan menonaktif kan nomer nya yang kemarin, karena ada Insiden yang baru saja mereka Alami.
Lalu Adit mencerita kan semua nya, apa yang menjadi penyebab Insiden malam ini terjadi.
Ia sendiri sebenar nya merasa Risih karena Renata selalu mendekati nya.
Seperti tadi siang dengan tidak tahu malu nya menggelendoti lengan ku. Dengan sengaja menggesek gesek nya Buwah dada nya. Apa Renata sengaja.. Aku aku bernafu dan terpancing untuk menyentuh nya??
Aku Bukan tipe lelaki seperti itu
Padahal di sana ada banyak orang termasuk Kamidia.. Apa Renata tidak berfikir jika istriku akan marah jika melihat hal seperti itu.
__ADS_1
Dulu aku sempat kagum sama Dia, Tapi sekarang kan sudah beda keadaan nya Aku juga Heran ,kenapa Mas Reza tidak memberitahu ku terlebih dahulu jika Renata akan bekerja di perusahaan kami.