Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Ketahuan


__ADS_3

Dari tadi..aku nggak fokus kerja, karena memikir kan Kamidia. Apa lagi saat melihat nya di dekap oleh Mas Budi.


Fikiran ku jadi kemana mana, apa Mungkin Mas Budi menaruh perasaan terhadap Midia???, Harus nya Mida juga bisa menolak ka???


Ah!! Kenapa Fikiran ku jadi kacau seperti ini. Aku tidak mau menyalah kan Gadis itu lagi..


Bisa bisa dia ngambek dan berbuntut panjang. Setelah sekian lama menunggu. Kini tiba saat nya jam makan siang,


Aku segera keluar dari ruangan dengan terburu buru..berkali kali memencet tombol Lift dengan tidak sabar.


"Mau kemana Lo Dit!!" Erwin mengikuti ku.


"Midia!!" jawab ku singkat.


"Lo sih keterlalun.. Ngebentak anak orang sampai segitu nya..".


Aku mendengus dengan kesal, Bukan nya membantu, Justru kata kata Erwin membuat ku berfikir yang tidak tidak.


Tingg!!! Pintu terbuka, Aku buru buru masuk dan di ikuti Erwin.


"Lo harus bisa jaga sikap..inget di Pantry banyak orang Dit! "


"Iya!!" Langkah ku semakin cepat,


Ku kira Gadis itu akan sedih, tapi ternyata tidak. Midia justru ngobrol sesekali tertawa di sela makan siang nya.


Sebenar nya aku ingin mendatangi mereka, tapi lengan ku di tarik oleh Erwin


"Dit! Banyak orang.. Jangan sampai martabat Lo turun.. Jaga sikap!"

__ADS_1


Benar kata Erwin, kenapa aku bisa seaneh ini. Lebih baik aku duduk dan memesan makanan , dan ku perhatikan dari kejauhan.


Seperti nya aku tidak tahan melihat calon Nyonya Sasmita berdekatan dengan Pria yang sudah beranak dua itu. Kenapa Mereka sedekat itu.. apa di lupa kalau Minggu besok kami akan bertunangan.


Kalau saja Tristan tidak menghambakan diri untuk mengidola kan nya, Aku tidak akan mau bertindak bodoh seperti ini. Baru kali ini, seolah aku mengejar ngejar perempuan.


Pak Adit : Mid.. Aku mau ngomong sama kamu..


Pesan ku sudah bercentang biru, tanda nya sudah di baca. Tapi kenapa tidak di balas juga???


Ku kirim lagi Pesan Wa


"Mid! bisa ke sini sebentar??"


Gadis itu hanya memeriksa hape nya, hanya di lihat saja tanpa mau membalas nya. Lalu dimasukan lagi ke dalam saku nya. Benar benar berani gadis ini.


"Kenapa Lo Dit!! Keburu dingin tuh makana Lo??"


"Makan dulu lah! Entar kan lo bisa nyamperin dia di ruangan nya kan??"


"Gue sampai nggak fokus kerja, cuma karena mikiran dia! Gara gara habis Gue bentak tadi!! Gue kira dia bakalan takut atau gimana..eh! Malah cekiki kan sama Mas Budi! Tuh lihat!!"


"Lo Cemburu??! Parah Lo!!" Ejek Erwin


"Gue nggak cemburu!! Gue cuma nggak mau dia berubah Fikiran! Lo bisa ngebayangin nggak..Gimana Tristan mengidola kan Midia?? Bahkan kalau sampe Gue gagal nikah sama Dia" jawab ku dengan sewot.


"Jawaban Lo terlalu Absurd!! Bilang aja Lo cemburu...."


Tak perlu berbasa basi untuk menjawab pertanyaan yang tidak bermutu dari Erwin.

__ADS_1


Aku sengaja tidak menghiraukan nya,


dan memilih untuk menelfon Midia.


Gadis ini benar benar keterlaluan. Telfon ku hanya di biar kan begitu saja, tanpa mau menjawab nya.


Kalau kali ini dia tidak mau menjawab Pesan chat dari ku.. Awas saja!


Aku :Mid!! Kalau kamu nggak mau membalas chat ini, aku bakalan nyamperin kamu!


Midia langsung menoleh ke Arahku, Lalu menatap layar hapr nya ,


Midia : ngomong apa lagi??! Nggak puas udah bentak bentak saya!!"


Cih! Kata kata nya, membuat ku mual saja manggunaka kata Saya segala. Benar kan dugaan ku. Gadis ini memang sedang marah karena peristiwa tadi pagi.


aku : Nanti ketemu di ruangan ku..


Midia : Tidak bisa, proposal harus selesai sore ini.


Aku : Aku yang akan ke ruangan kamu.


Midia : Terserah.


Aku : Baik.. Sekalian mengumum kan pertunangan kita minggu depan.


Midia : Baik. Saya akan ke Ruangan Bapak nanti.


Aku: sekarang! Masih ada waktu dua puluh menit.

__ADS_1


Aku tersenyum penuh kemenangan, Memang nya siapa dia??? Jangan karena aku mau mempersunting nya, Dia bisa berbuat semau nya.


__ADS_2