Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
skakMatt


__ADS_3

"Ada apa ini?" tanya Erwin, kebetulan sedang melewati Kubikel Kamidia.


Della adalah orang pertama yang maju untu memberitahu dan menyampaikan pendapat nya. karena ia juga sangat kesal dengan gaya dan juga Sikap Renata yang sok berkuasa.


"Rencana Program kerja yang di buat Kamidia kemarin kan sudah mendapat persetujuan dari Pak Adit dan Pak Basuki.. Tapi Renata ngotot tidak setuju dengan Rancangan program kerja yang telah di setujui..menyuruh kami untuk merivisi nya lagi, Agar sesuai dengan aturan Dia!!!"


Erwin hanya menarik nafas, Lalu memeriksa kumpulan kertas di dalam Map yang berisi rencana Program Kerja.


Kamidia hanya terdiam dengan raut wajah kesal ,lelah dan marah. Hanya saja ia tidak terlihat Frontal seperti Dela.


"Kan harus nya Renata harus Discuss dulu dong Pak! Sama Pak Reza! Orang dia aja belum discuss kok udah berani memutus kan! Emang dia siapa ???? Manager nya??? Saya tahu Pak! Dia itu Skretaris nya Pak Reza! Andai kata harus ada yang di revisi. Tetap harus sepengetahuan Pak Reza lah!! Pake bilang: Kalau saya nggak setuju! Pas Pak Reza juga nggak setuju : segala!!! " Dela terus nerocos sambil menirukan Gaya Ngomong Renata..


"Nggak usah di ambil pusing..ini kan sudah dapat persetujuan dari Pak Adit sama Pak Basuki! Dan juga sudah di tanda tangani beliau..jadi bisa di jalan kan Del! Biar saya bawa proposal nya, biar saya bicarakan lagi sama Pak Adit." jawab ku dengan Bijak.


Dela mendengus dengan kesal.

__ADS_1


Lalu ku Hampiri Kamidia yang sedang duduk di kursi kerja nya. "Renata memang gitu orang nya..selalu mengedepan kan aturan tapi tujuan nya sama kok.. Untuk perusahaan juga. Nggak usah di fikirin! Fokus saja sama Progess selanjut nya ya Mid.."


"Iya Mas.. Ya bikin kecewa aja! Aku nggak asal asalan buat program kerja nya.. seenak nya di bilang nggak mutu.. Kalu memang harus di revisi, harus nya kan sampai dulu ke Pak Reza.." jelas Midia


"Sudah..sudah! Kita tutup masalah Program kerja! Seperti apa yang di kata kan Pak Erwin.. Kita tunggu saja keputusan nya besok". Mas Budi menengahii.


"Win! sebener nya Gue juga kurang setuju dengan sikap Renata. Seharus nya yang memberi keputusan itu Reza! Gue tahu..Renata itu skretaris nya..apa apa lewat dia dulu, tapi kan nggak gini cara nya.. Gue udah kerja keras Maksimal untuk ngerjain setiap Program kerja dari kantor.." kata Mas Budi mengajaku Ngobrol di depan pintu. Aku tahu Mas Budi juga agak nggak terima, Apa lagi dia kan kepala bagian Devisi di Prograam perencanaan, Jadi dia bertanggung jawab penih atas setiap rencana Program Kerja.


"Besok Aku kabari Mas..".


"Oke! Tetap kita butuh tanda tangan Mas Reza untuk mengesah kan Proposal ini!"


Tanpa berbasa basi ,Kemudian Adit mendatangi Ruangan Mas Reza dengan membawa Proposal tadi.


"Program baru akan tetap berjalan di Pabrik Baru Mas! Semua sudah di pertimbang kan dengan matang. Tidak hanya aku, atau pun Pak Basuki. Tapi juga Dewan Direksi.."

__ADS_1


"Bagaimana dengan Provit untuk perusahaan?"


"Jangan khawatir! Kita hanya mengorban kan tiga setengah persen saja dari Provit! Kesejahteraan karyawan juga harus dipikir kan.. Entah itu anak magang atau karyawan kontrak!"


"Tapi Dit!!! Coba kamu bayangin!? tiga setengah persen kan bisa ki alokasi kan untuk anggaran belanja.. Kalau enggak gitu! Provit kita semakin besar." sahut Renata.


"Kerja itu tidak hanya tentang Provit. Tanpa karyawan..Kita tidak akan mendapat kan Provit!kalau tidak ada karyawan Renata! Mengingat minim nya presentase pegawai tetap! tidak ada salah nya kita memanusiakan karyawan!" Jelas Adit tanpa Basa basi.


"Oke! Kalau semua nya sudah setuju! " jawab Mas Reza lalu menandatangani proposal.


"Dan saya Berharap! Terutama kamu Renata!" Adit menatap Renata dengan tajam " Bekerjalah sesuai dengan bidang pekerjaan kamu.. Saya tidak mau mendengar hal ini terulang kembali!" pamit Adit sebelum pergi.


Membuat Renata semakin kesal pada Kamidia.


Padahal tujuan nya untuk mencari Simpati Adit,

__ADS_1


__ADS_2