Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Persiapan


__ADS_3

Jakarta.


Kembali berutinitas seperti biasa nya. Selamat hari senin! Semangat!


"Tumben Lo berangkat pagi Mid!" sapa Mas Budi meletak kan tas nya, kemudian duduk di atas neja kursi ku.


"Ya elah! Gini amat sih! Kayak enggak pernah berangkat pagi aja Deh Gue!!" jawabbku sambil menyangga dagu dengan tangan kanan ku, tepat menatap ke arah wajah Mas Budi.


"Eh kabar Elgin gimana Mid???"


"Mana Gue tahu!! Game over!!!" kata ku bersemangat.


"Gaya Lo!! Kemaren aja nangis bombay Lo Mid!!"


"Enak aja!!!" aku membela diri.


"Ehem!!!!!" Tegur Pak Adit, sudah berada di ambang pintu.


"Eh kamu Dit!! Masuk..." Mas Budi mempersilah kan Pak Asit, kemudian turun dari Meja.


Kenapa pagi buta gini sudah Brpatroli di Ruangan ku sih.


"Saya Mau discuss sama Mas Budi.. Bisa ke ruangan Meeting sekarang??"


"Discuss???? Bisa! Oke Nanti Aku kesana.. Aku Prepare kerjaan dulu sebentar aja kok.."


"Oke! Aku tunggu di sana Mas.."


Pura pura aja nggak ngelihat kalau dia ada disini.


"Pagi Mid!" sapa Mbak Della saat memasuki ruang kerja


"Pagi Mbak Del!" balas ku tanpa menoleh ke Arah nya ,karena aku Fokus dengan layar Komputer.


"Deadline udah kamu siapin kan Mid.."


"Udah dong Mbak!! Tinggal ngeprint aja.."


"Sip deh!!".


Ruang Meeting.


"Thanks Mas Budi.."


"Memang ada Indikasi ,orang kita sendiri yang berjalan tanpa sepengetahuan kita Dit.." jelas Mas Budi.


"Kirim bukti nya Mas! Aku mau tahu laporan nya! Sedetail mungkin".


"Baik.. Nanti biar aku kirim ke email nya Erwin".

__ADS_1


"Makasih Mas..."


"Sama sama" Lalu Mas Budi Pamit kembali ke Ruangan nya.


Seperti Biasa, Mbak Dela sibuk dengan laporan yang baru saja selesai ku berikan. Begitupun dengan Mas Budi, Pagi pagi sudah memasang wajah yang sangat serius,


Mungkin sibuk dengan Projek Pabrik baru. Terpaksa hari ini aku yang mempersiap kan Meeting nya.


Taraaa! Tinggal nunggu jam sepuluh aja, satu jam lagi. Semua sudah siap, Semua berkas sudah selesai. Tinggal mengerja kan pekerjaan baru.. Menyusun Rencana dan segala kegiatan serta kebutuhan dan juga pelaksanan.


"Mid!" Tiba tiba Pak Adit datang menarik pergelangan tangan ku.


"Pak Adit!!" Mata ku melotot di buat nya, gimana coba kalau ada yang melihat. Pleasee aku belum siap di Buly


"Aku nggak suka, kamu terlalu dekat dengan Mas Budi".


"Maksud nya????"


"Kamu sama Mas Budi!! Seperti tadi pagi!!"


"Aku sama Mas Budi?? Ngapain??? Kita cuma ngobrol aja.."


"Tapi nggak perlu juga kan! Dekat dekat seperti itu!!"


"Maksud nya gimana sih??? Aku nggak ngerti.."


Aku masih belum faham, apa maksud Pak Adit.


"Sorry!!!!" kata Mbak Dela, tiba tiba masuk ke dalam ruang Meeting. "Maaf Pak! Saya nggak tahu kalu ada Pak Adit disini.." jelas Mbak Dela.


Aku segera melepas kan tangan ku, "Nggak Apa apa kok Mbak!! Lagian kita nggak ngapa ngapain..." jelas ku ,


"Ini Mid..berkas dan laporan nya.. Sekalian aja Lo siapin di atas meja masing masing ya. Gue pamit dulu Ya???? Masih ada perlu sama Pak Basuki nih!!"


"Eh!! Mbak Dela mau kemana????"


Ya Ampun, kenapa Mbak Dela buru buru pergi sih! Padahal aku berharap Pak Adit nya yang pergi.


"Mid! Kamu tahu kan maksud ku?? Nanti Malam Mama mau ketemu sama Kamu..Nanti pulang nya bareng aku aja.."


"Oke!!"


Malam ini aku pulang bareng Pak Adit dan sial nya Lagi Miss Gosip melihat kami. Fix nanti pagi bakalan jadi Berita Hot di kantor.


Bu Ivone dengan ramah menyambut kedatang an ku, begitu juga Tristan. Menggelendoti ku seperti anak kanguru.


Anak ini manja sekali, minta di bacakan dongeng seperti di buku nya. Cerita tentang kancil dan Harimau.


"Kapan kita Bisa ketemu kancil Kak???" tanya bocah ini dengan serius.

__ADS_1


"Di Kebon Binatang..ada Lho disana??"


"Beneran Kak??? Kapan kita ke Kebon Binatang Kak!! Aku mau melihat kancil!!"


"Masaka sih?? Tristan belum pernah melihat kancil???"


"Belum!"


"Sudah! Kamu aja yang ga mau melihat waktu itu!! Kamu kan antusias nya mau melihat Buaya??" sela Pak Adit.


"Buaya Darat ya!!" celutuk ku.


"Emang ada ya Kak?? Buaya darat??" tanya Tristan dengan serius, "Aku boleh lihat nggak???"


"Mid!! Kalau ngajarin yang bener dong!!!" Kata Pak Adit dengan wajah nya yang serius.


"Heheheh Maksud Kakak, Buaya nya naik ke darat setelah berendam di Air..,"""


"Oh... Kapan kapan kita pergi ke BonBin ya Kak??"


"Siap!! Tapi sekarang Tristan cuci tangan.. Terus minum susu ya??"


"Oke kak!"


"Eh!! Tapi buku nya di Rapih'in dulu atuh?? Pamali kalau masih berantakan...Tristan kan sudah besar..Tristan harus belajar tanggung jawab, menjaga Barang barang Tristan sendiri... Kalau hilang gimana hayoo???"


"Iya kak!" anak ini menurut seperti anak kucing.


Kami semua sudah berkumpul di meja makan, aku sedikit gugup berada di tengah tengah Mereka. Terlebih Tristan, apa apa minta di layani oleh ku. Anak ini sangat menggemas kan.


Tante Ivone menyuruh ku untuk memilih perhiasan yang sangat bagus. Aku sendiri bingung memilih nya.


"Ayo pilih saja Mid.. Pilih yang paling kamu suka! Besok tinggal kamu coba dan ambil di toko perhiasan nya.." Kata Bu Ivone calon mertua.


"Ini aja Mid.. Lebih elegan dan casual kalau kamu pake.." Pak Adit tiba tiba datang menyodor kan pilihan nya.


"Biar Midia yang milih dong Dit!!!" protes Mama.


"Pilihan Adit itu yang paling bagus.." Pak Adit juga tak mau kalah.


"Iya Bu.. Benar kata Pak Adit,ini saja.. Saya juga suka.." Pilihan Pak Adit emang bagus, selera orang ini memang tinggi.


"Kok Bu sih?? Panggil Mama! Mulai sekarang Panggil Mama! Dan jangan Pak! Nggak enak di denger nya Mid.."


"Iya Bu! Eh Ma..." ucap ku salah tingkah.


Mama dan Keluarga Pak Adit telah sepakat, bahwa dua Minggu lagi, akan menyelenggarakan acara pertunangan kami.


Aku memilih menggunakan kebaya modern berwarna putih kecoklatan untuk warna atasan nya, sedangkan jarik warna Hitam bermotif batik yang menjadi bawahan nya senada dengan baju yang akan di kenakan Pak Adit.

__ADS_1


__ADS_2