
"Gila Lo!!! Bisa bisa nya lo ML di kantor!" ejek Erwin, duduk menyilang kan kaki nya sambil menatap Aditya yang masih duduk mengenakan handuk sambil mengutak utik layar Ponsel nya.
Adit hanya tersenyum Smirk ,tanpa membalas kata kata Erwin. Lalu pergi untuk mandi lagi.
Kamidia Pov
Ya Ampun!! Kenapa Gue nggak nunggu Di Ruangan Mas Adit dulu, sampai rambut ku kering.
Dasar laki laki! Nggak bisa nahan meliat paha yang menanggur.
Tahu gini aku nyari alasan aja.
Padahal tadi pagi sudah! Sekarang melakukan lagi!
Aku segera duduk di kursi kerja, Mas Adit dan Mbak Dela saling berpandang dan mengerling kan mata.
"Apa ada Hujan di kantor ya Del???" sambil menata kertas Di mesin Printer.
"Nggak cuma hujan Mas! Tapi banjir!!" balas Mbak Dela.
"Masa sih Del! Kalau banjir.. Kenapa Rambut nya doang yang basah!"
"Banjir nya ,banjir yang Lain dong Mas!" Mbak Dela menimpali lagi..
"Ihh! Mas Budi! Mbak dela!! Apa'an sih!! Ngeledek terus deh!!!!" protesku, justru membuat mereka cekikikan
"Yachh!! Ada yang ngerasa nih Mas!!!"
__ADS_1
"Pesona pengantin Baru Del! Nggak di rumah! Nggak di kantor! Hajar aja terus!!! "Ejek Mas Budi semakin pedas.
"Tadi tuh tiba tiba badan ku gatal!! Maka nya aku numpang Mandi !!" aku beralasan.
"Yang manah nih yang Gatal????" goda Mbak Dela semakin menjadi jadi.. Aduh Kalu Miss Gosip sudah berkicau gini.. udah nggak ada yang bisa mengatasi.
Kenapa harus beralasan gatal juga siih! Jadi berabe gini kan
Mas Budi ketawa cekiki kan,
"Mbak Dela ih!!!!" Aku mencubit pinggang nya.
"Aw!! Aw!!" Mbak Dela menggelinjang kegelian, Dan Aku terus menggelitiki nya.
"Kalau Gatal tuh nggak Mandi! Tapi harus nya di garuk!!" Mbak Dela nggak mau kalah.
"Bulu halus apa bulu Lebat Mas Budi!"
Habis sudah sore ini di bully sama mereka.
"Brakk!!!!" Renata membanting Map di atas meja Mas Budi.
"Pantas saja Program yang kalian buat nggak bermutu!!! Ternyata kerjaan kalian macam begini!!" dengan gaya Angkuh nya.
"Ada Apa ini Ren???" tanya Mas Budi.
"Coba lihat ini!! Rencana Program kerja yang di buat Anak Buah kamu Mas!!"
__ADS_1
"Sini Mid?" Mas Budi memanggi ku. "Kamu yang mengerjakan rencana Progam kerja untuk Pabrik baru kemarin kan??"
Kemudian aku mengangguk "Pak Adit dan Pak Basuki sudah menyetuji..ada beberala konsep yang harus di revisi, tapi sudah aku revisi kemarin" Jelas ku.
"Revisi apa nya!! Tuh Lihat kerjaan kamu! Pak Reza tidak akan mengACC kalau saya tidak menyetujui nya!"
"Nggal bisa gitu dong Mbak! Yang berhak memutus kan kan Pak Reza..,Mbak Renata bisa konsul atau diskusi dulu..mengenai kesalahan Program kerja yang saya buat..,setelah saya Revisi Pak Basuki juga sudah menyetujui nya. Jadi tidak ada masalah dengan Program yang saya kerjakan Mbak.." jelas ku.
"Itu guna nya skretaris! Pak reza itu tugas nya hanya menerima Finall nya aja! Kalau tidak ada perubahan..saya tidak akan mengaCC sampai ketangan Pak Reza!"
"Nggak bisa gitu dong Bu! Masalah nya Pak Adit dan Pak Basuki sudah mengAcc jadi semua nya oke! Tinggal persetujuan Pak reza saja! Selama ini proses nya juga begitu!!" bela Mbak dela.
"Gini nih!! Kalau ada ikatan dalam satu kantor!! Bikin nggak profesional!!!"kata Renata dengan sengak.
"Mana yang harus di Revisi Ren! Kalau memang harus ada yang di Revisi!!" Tanya Mas Budi sambil memeriksa Proposal.
"Mengenai jaminan Kesehatan di Masa Training! Kita mengacu pada atura aturan yang sudah ada aja lah Mas! Jangan membuat peraturan baru!!" jelas Renata dengan ngotot.
"Memang saya berinisiatif untuk mengajukan aturanbagi para pekerja Baru, dan kemarin sudah aku discuss Mas???sama Pak Basuki.. Mereka berhak mendapat fasilitas kesehatan, Agar mereka merasa di hargai dan di butuh kan. Jadi akan berpengaruh ke kinerja Mereka.. Kita Mau nya semua lulus Training sampai lulus Kontrak. Kalau mereka tidak mendapat jaminan, Pasti mereka akan menganggap dirinya tidak di butuh kan..mentang mentang Anak Magang. Akhir nya mereka memilih asal asalan bekerja atau membuat mereka senjang dengan karyawan lama.. Padahal mencari tenaga kerja yang berskill itu nggak mudah.., Meski semua nya harus dalam tahao belajar". Jelas ku.
"Dengan mengorban kan banyak Hal! Berapa ribu karyawan yang harus kita tanggung!!Kamu mikir anggaran juga nggak sih!!"
"Mbak Kerja itu bukan sekedar kita menggaji orang! Tapi juga memanusiakan orang lain!"
"Sudah! Biar nanti saya omongin lagi ke Adit ataupun Reza!!" Mas Budi menengahi.
"Coba deh Mas!! Anak buah kamu di kasih pengertian apa kek!! Biar dia tahu! Menyusun program kerja itu nggak sama, sama seperti menulis kegiatan Sosial!!!! Ini Tuh kantor!! " jawab nya dengan ketus.
__ADS_1