
Midia semakin kesal! Apa sih sebenar nya mau Adit. Dari pada kepala nya semakin pusing. Kamidia memilih untuk tidur.
"Jangan pegang - pegang!!" kata ku menghempas kan tangan Mas Adit,Ku lihat ia hanya mengenakan Handuk saja.
"Mau sampai kapan kamu seperti ini Mid??"
"Sampai kamu mau memulang kan aku ke Rumah Orang tua ku!!!"
Adit menarik nafas dalam dalam lalu mengeluar kan nya dengan kasar.
"Kamu perempuan Egois! Yang hanya memikir kan diri kamu sendiri! Bagaimana perasaan orang tua mu Jika kita harus bercerai!!"
"Mereka pasti paham dan bisa menerima! Dari pada mereka tahu aku tekanan Batin hidup sama Kamu!!".
"Apa aku melakukan kekerasan pada mu??? Atau aku berselingkuh?? Mid sudah berkali kali aku mengatakan! Aku hanya berteman dengan Renata!! dan Aku tidak pernah berciuman dengan Renata!!!".
"Karena Kamu hanya menganggap ku sebagai orang Asing yang datang dalam kehidupan kamu!!! Aku tidak pernah berarti untuk Kamu!" Teriak Midia.
Mas Adit sama sekali tidak menggubris ku.
memilib menjauh..lalu membuka pintu, Karena ada yang mengetuk pintu.
Kemudian Mas Adit kembali menutup dan mengunci pintu.
"Ini baju ganti! Tadi aku memesan nya.. Aku sudah menyalakan Air hangat Mandi lah..agar badan kamu ngga lengket.." Sambil memberiku bungkusan Plastik
Ku ambil dengan kasar, Lalu aku Mandi. Percuma aku berteriak minta penjelasan..Mas Adit tetap tidak mau mengaku. Apa susah nya mengaku dan minta maaf pada ku.
Adit Pov.
__ADS_1
Kamidia!! Benar benar menguji kesabaran ku. Kenapa harus ada kata Cerai! Jika masih ada solusi yang lain.
Aku tidak pernah melakukan kesalahan yang Fatal. Harus berapa kali aku mengatakan, Kalau Aku tidak melakukan apa pun!! apa lagi berciuman denga Renata.
Aku sendiri juga kecewa dengan sikap Renata! Kalau saja dulu kita tidak pernah berhubungan dengan baik..Bisa bisa aku mendorong nya tadi.
Aku duduk di kursi sambil menyiap kan makanan yang ku pesan tadi. Manunggu Midia selesai Mandi.
"Mid!" mata ku terbelalak,saat Kamidia melewatiku. Cantik dan Seksi! Dalam keadaan seperti ini, bisa bisa nya Junior meronta dan menegang.
Wajah nya memang merengut,bahkan membuang muka saat melewati ku, tapi Aura kecantikan nya benar benar mempesona.
Wajah cantik alami tanpa MakeUp.
. Mengenakan kaos putih yang sangat tipis, sehingga terlihat Bra berwarna merah yang ia kena kan.
Apa lagi celana nya sangat pendek..Sehingga terlihat paha mulus nya.
"Nggak laper!" jawab nya ketus.
"Kamu belum makan dari tadi siang"
Kamidia tidak menyahut sama sekali,
Lalu aku mendekati nya dengan membawa kan semanguk sup Iga,mumpung masih hangat.
"Mid.. Kamu boleh marah?? Tapi minum dulu obat nya.."
"Nggak usah sok perhatian!! Bukan nya kamu senang.. Kalau aku cepat Mati!! Kamu bisa nikah lagi sama Perempuan Sihir itu!!"
__ADS_1
"Kamu kenapa sih Mid!! Dari tadi bawaan nya ngajak berantem terus!! Yang kayak nenek sihir tuh kamu!!!! Bukan Renata! Kerjaan kamu tuh marah marah! Kalau aku nggak perduli , nggak mungkin kita sampai di sini!!!" kesabaran ku sudah habis.
" Jadi kamu lebih membela Renata!!! Kamu tu ya Mas! Udah salah! Ketahuan berbuat Mesum!! Nggak mau ngaku!! nggak mau minta maaf lagi!! Kamu tuh punya hati nggak sih!!!" teriak Midia dengan menangis.
"aaaaa!!!" teriak ku sambil meraup wajah ku dengan kasar. Aku sadar kata kata ku telah menyakiti Kamidia.
"Oke! Aku minta Maaf! Sumpah! Aku nggak mencium Renata! Seperti apa yang kamu lihat tadi!!! Renata tiba tiba mencium aku!! Belum sempat aku menolak dan menghindar.. Keburu kamu datang!! Please Mid! Aku udah jujur.. Tolong hargai kejujuran ku!" jelas ku.
Kamidia masih merengut dan menatap tajam mata Adit. Ia mencari kejujuran di mata nya.
"Terserah! Kamu mau percaya apa Enggak!!!"
"Kruuuk!!!" terdengar suara dari perut Kamidia.
"Kalu mau marah! Marah aja nanti! Sekarang makan dulu! Aku nggak mau di bilang suami yang enggak bertanggung jawab!!" sambil menyodor kan sendok yang berisi makanan ke Mulut Kamidia.
Dengan setengah kesal, Kamidia membuka mulut nya.
Selesai makan, Adit juga menyiap kan obat untuk nya.
Hati yang tadi nya kesal, kini sudah mulai meluluh. Kamidia masih diam dan menata bantal setelah meminum obat.
"Eh!!!" Kamidia Kaget, karena Adit ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk nya.
"Aku tahu! Kamu nggak bakalan bisa tidur kalau nggak aku peluk! jadi jangan punya fikiran untuk pulang ke Bandung tanpa Aku!"
What??? Bisa sepede ini????? Ya Ampun Aditya!!
"Pede banget!!!" gerutu Kamidia, nyata nya hati nya sudah mulai membaik, meski masih gengsi.
__ADS_1
Jarak mereka sangat rapat. Sampai sampai kamidia bisa merasakan ada yang tegang di bawah sana menyentuh kulit nya.
Kalu nggak segera tidur, pasti akan ada hal Lain yang akan terjadi.