
Kamidia sudah bersiap.. Dengan gaya Khas nya..
Yang sederhana tapi tetap mempesona. Hari ini Dia akan pergi ke Lapangan Untuk meninjau Lokasi. Mengenai Projek pengembangan bersama Klien dari Filiphina kemarin
Kamidia mengenakan Kemeja putih yang di masuk kan ke dalam celana kulot jeans berwarna blue sky.
Sedikit Jinggrang, sehingga membuat mata kaki nya kelihatan. Dengan sepatuKat bercorak hitam dan Putih membungkus kaki nya.
Benar benar Modist. Menambah Nilai kecantikan Kamidia.
Kamidia sangat cantik di bawah sinar terik matahari, dengan memakai helm di kepala nya. Beberapa kali memotret, dan mencatat hasil pengukuran.
Mas Budi sedang berdiskusi dengan para Arsitek seperti nya.
"Coba Pak tolong di ukur garis bujur nya!" pinta Midia.
"Oh iya Pak.. Kita bisa menekan dana, dengan bantuan Alat berat..jadi tidak semua harus di kerjakan secara Manual! Fiture tanah nya lebih keras.. Karena sudah ada bangunan sebelum nya". tanya Midia sambil menginjak injak tanah.
"Nggak takut Hitam????" kata seorang Laki laki , tiba tiba berdiri di sebelah nya..
"El!!" Kamidia Tak percaya, Jika Elgin juga berada di sini.
Elgi mengulum senyum.. Senyum yang dulu pernah membersamai mereka "Kenapa?? Nggak usah kaget Gitu! Sekarang aku memang bekerja untuk Golden Projek," Jelas nya dengan hangat.
"Apa kabar???" Kamidia berbasa -basi, meski sebenar nya kurang nyaman, dengan kehadiran Elgin.
"Baik.. Kamu sendiri gimana??" Tanya Midia sedikit kikuk , Sambil bekerja mencatat apa yang seharus nya di catat.
"Baik Mid! Coba kamu cek di sebelah sana!" Elgin menunjukan arah yang di Maksud. "Seperti nya butuh Renovasi saja, dari segi bangunan Masih bagus dan Kokoh"
Kemudian Kamidia mengikuti saran Elgin dan pergi bersama nya. Semata hanya karena pekerjaaan saja, Meski sebenar nya hati nya masih mengganjal.
"Kamu sudah lama kerja di sini???" Kamidia memulai membuka percakapan, agar tidak terlalu canggung di antara mereka
"Ya!!Semenjak aku putus dari Sandra.."
"Oh.. Syukur lah..semoga selalu sukses di manapun kamu berada El!"
__ADS_1
"Mid..Aku minta Maaf, atas kejadian beberapa waktu Lalu..aku menyesal sudah menyakiti kamu.."
"Its oke El! Semua sudah berlalu.." sambil menepuk pundak Elgin sebelum pergi..
"Kamidia!! Tunggu!!" Elgin mengejar Kamidia
Midia berhenti dan menoleh kepada nya "Ada Apa El?? Masih banyak pekerjaan yang menunggu!"
"Kita masih bisa berteman kan.." Elgin mengulur kan tangan
"Bisa.. Tentu saja Bisa!" menerima uluran tangan Elgin.
Mereka berjalan bersama menuju bangunan kecil, yang di gunakan untuk beristirahat para Arsitek dan Pemborong. Termasuk Mas Budi
Tanpa Kamidia sadari, ternyata dari tadi Adit sudah berada di sana..Melihat semua kegiatan Kamidia.
"Mas Budi..coba di cek dulu" Midia menyerah kan hasil cek lapangan.
"Mas Budi nggak salah Patner! pekerja yang seperti ini patut di pertahan kan.. Nggak takut Hitam" puji Elgin.
"Eh Lo El!! Udah dari tadi ya Lo!!" sapa Mas Budi.
Kamidia duduk Di Kursi Plastik,sambil beristirahat.
"Hi semua nya!! " Sapa Renata baru datang langsung duduk di sebelah Adit .
Membuat Kamidia tercekat..Menambah panas suasana. Wajah nya berubah menjadi merah padam. Namun di tahan nya
"Nih Mid!! Minum dulu!" Elgin memberikan Air putih dalam kemasan botol, kemudian langsung di minum Midia.
"Makasih El!" Menutupi kekesalan nya pada Adit.
"Gimana Meeting nya tadi Ren??" tanya Mas Budi.
"Golden Wings Tbk, setuju dengan Pabrik baru kita! Adit emang pinter banget dalam meyakin kan para investor!". Puji Renata
Adit masih diam tak bergeming, sesekali hanya tersenyum. Tapi pandangan nya fokus pada Midia yang duduk di Kursi Plastik.
__ADS_1
"Dit! Coba Lo periksa rencana kerja kita!" Mas Budi memberikan hasil rangkuman yang di kerjakan nya tadi.
Adit duduk di sebelah Mas Budi, di ikuti dengan Renata yang terus terusan menempel pada Adit..
Kenapa juga harus duduk di sebelah Adit.
"Keringet kamu Dit!! Kamu kepanasan kan!! Kamu tuh! Dari dulu emang ga pernah betah kalau di suruh panas panasan gini!" Renata mengusap keringat Adit dengan tidak tahu malu nya.
"Mbak!" sapa seorang pemuda mendekati Midia.
"Iya! Ada apa yach Mas!!" membuyar kan tatapan tajam Midia pada Adit.
"ini!" Pria itu juga memberi Air putih dalam kemasan. "Pemberian dari Mas yang di sana!" sambil menunjuk beberapa Pria yang sedang bergerombol.
Mereka adalah Gerombolan operator Alat berat.
"Untuk saya????" Midia semakin bingung.
"Iya Mbak!! Dapat salam dari Mas Nya yang pake baju Biru!! Kata nya Mbak cantik!!"
Midia tersenyum ramah tapi juga merasa konyol. Ada ada aja ulah mereka. " Sampaikan juga sama Mas yang pakai baju biru itu.. Saya mengucap kan banyak Terimakasih atas Air minum nya..".
Adit jelas mendengar nya, sehingga membuat nya tidak fokus dan kesal.
"Mas Aku ke toilet dulu!!" pamit Kamidia.
"Eh Mid.. Kamu disini juga??? Sorry aku nggak ngeliat kamu" sapa Renata tersenyum mengejek.
Kamidia hanya mengangguk kan kepala nya. Malas menjawab omongan Renata
"Jangan di ambil hati Mid.. Anak anak kalau ngeliat cewek emang suka Gitu.. " hibur Elgin
"No Problem El! Udah terbiasa!". Kamidia sengaja menghindari pemandangan yang membuat nya Emosi.
Setelah kepergian Kamidia, Adit pun juga izin "Aku ambil Proposal nya dulu Mas! Tadi ketinggalan di Mobil!"
"Biar Aku aja Dit yang ngambil.. Terusin aja discuss nya!" kata Renata.
__ADS_1
"Kamu disini aja Ren!" nada Adit naik satu oktaf.
Adit tidak menghirau kan tawaran dari Renata.