Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
berantem lagi


__ADS_3

Aditya Pov


"Win! Nggk bisa kalau terus terusan begini! Kalau kamidia masih satu kantor sama Renata..!!Pasti bakalan banyak masalah baru!"


"Solusi nya harus ada salah satu yang keluar dari kantor ini!"


"Renaata?? aku tidak punya kewenangan sama sekali untuk memecatnya! apalagi dia tidak punya kesalahan dan masih dalam status kontrak!!"


"Terus??? Keputusan Lo sendiri Gimana????"


" Gue nggak tahu kenapa Renata bisa senekat ini! gue juga nggak mau kalau Kamidia terus terusan salah faham sama gue Win!!"


"Kasihan Midia Dit!! Lo harus bisa menjaga perasaan Dia! Sedangkan Renata??? Lo tahu sendiri kan gimana Dia??? "


Adit Berfikir keras Bagaimana caranya agar Kamidia, tidak terus-terusan menaruh curiga dan salah faham kepadanya.


itu sebabnya Adit berinisiatif untuk menguliah kan Kamidia lagi.Seperti ke inginan nya dulu


Bukan untuk menghindari Renata..ia hanya ingin Melihat Kamidia mengejar Mimpi nya, dan membuat Kehidupan mereka lebih Damai.


Kamida telah memberi banyak Warna baru dalam kehidupan nya.


Hanya saja ,Adit tidak bisa megungkap kan nya.


Setelah berpamitan dengan Mama dan Papa Mertua, Adit segera melaju agar lebih cepat sampai Jakarta

__ADS_1


Tapi sebelum itu..mereka membeli oleh oleh terlebih dahulu untuk teman teman di kantor nya sebagai tanda perpisahan


"Buat siapa jam tangan itu??"


"Mas Budi! Bagus yang mana ?? Yang ini! Apa yang ini! Sambil menunjuk kan kedua jam tangan yang di pilih nya.


"Perhatian banget sama Mas Budi!!"


"Iya lah!! Aku sengaja beliin jam tangan ini..karena Mas Budi tuh orang nya On time!"


"Nggak perlu se Istimewa itu! Mas Budi itu sudah punya istri!"


"Aku tahu!! Apa salah nya juga kalu aku ngasih Hampers terbaik buat Dia! Yang nama nya temen udah deket.. berasa keluarga ya ,wajar Lah!!"


Adit hanya memicing kan mata nya, percuma saja meladeni Kamidia yang keras kepala.


Baru saja Adit menghempas kan tubuh nya di atas kursi, Ponsel nya sudah berdering lagi.


"Siapa Mas???" Kamidia melirik Adit yang sedang menngecek hape nya.


"Biarin aja nggak usah di angkat!" kata Adit dengan malas..lalu meletak kan Hape nya di atas meja.


Kamidia segera mengambil dan mengecek ponsel Adit.


"Dasar tukang sihir! Nggak seneng kalau melihat orang lain bahagia!!" gerutu Kamidia.

__ADS_1


Adit hanya diam tak berkomentar. Kalau di Ladenin, jelas Midia akan mengomel lagi.


Belum saja hape di letak kan di meja, sudah muncul notifikasi pesan masuk dari Renata.


"Dit! Aku mau ngomong.. Bisa nggak sekarang ke Appartement ku.. Aku tunggu ya"


Jelas Membuat hati Kamidia memanas.


dan Membuat darah Kamidia mendidih. Lalu menunjukan Layar ponsel nya kepada Adit


"Apa ini Maksud nya!!"


"Nggak usah di respon!" jawab Adit santai


"Mas! Kamu jadi cowok yang tegas dong!! Gimana dia nggak ngejar ngajar kamu! Kalau kamu nya gaya gini!!" Nada Kamidia sudah naik satu oktaf.


"Mana aku tahu! yang ngeChat kan Dia?? Lagian juga nggak aku balas!!"


"Aku tahu!! Ngapain dia nyuruh kamu ke Appartement nya!!"


"Tanya aja sendiri! Kalau kamu mau tahu!!" Adit tak kalah kesal nya.


"Ya maka nya! Tanya dong! Apa sih mau nya dia!! Kan juga udah tahu! Kalau kamu nya udah punya istri!""


"Kalau mau ngegass!! Ngegass aja sana sama Renata!!! jangan sama aku!!"

__ADS_1


Lalu meninggal kan Kamida sendiri di Ruang tamu.


Membuat Kamidia semakin kesal


__ADS_2