
Bandung.
Aku menceritakan semua nya pada Mama dan Papa. Perihal niat Pak Adit yang ingin meminang ku. Untung saja, adik ku yang paling rese sedang tidak ada di Rumah.
"Coba Fikir kan sekali lagi mengenai keputusan yang akan kamu Ambil Mid.., kamu tidak hanya akan menjadi Istri tapi juga menjadi ibu.. Jangan karena umur mu yang sudah matang.. Kamu jadi salah langkah. Papa hanya mau yang terbaik untuk kamu, kamu harus Bahagia menjalani pernikahan..." kata Papa dengan Bijak.
"Benar kata Papa Mid! Jangan karena perasaan tidak tega..kamu harus mempertaruh kan masa depan kamu sendiri.." ucap Mama.
"Iya Ma.. Tapi nggak tahu kenapa.. Ada persaaan yang berbeda saat anak itu bersama Teteh Ma..."
"Semua kembali pada pilihan mu Mid.. Papa hanya tidak mau nanti nya kamu merasa terbebani..dan akhir nya kamu tidak bahagia.." kata Papa.
"Mama sendiri kurang setuju! Coba kamu timbang timbang lagi.." kata Mama.
Ya aku bisa mengerti maksud Mama dan Papa. Mereka lebih tahu tentang Asam manis dan pahit nya kehidupan ini.
Untuk bocah yang bernama Tristan, jujur saja ada perasaan yang berbeda untuk nya. Hati ku selalu luluh saat melihat nya.
Tidak ada obrolan lagi setelah pembicaraan ini selesai. Aku memutus kan untuk ke kamar dan tidur.
Seperti nya Papa dan Mama masih mengobrol di depan Tv.
__ADS_1
Malam semaki Larut, mata ku mulai terpejam.
"Miiiddddd!!!! Awassss!!!" Mataku terbelalak mendengar teriakan yang tidak asing bagi ku.
Kemudian aku berangsur, duduk tegak dengan kaki ku menjuntai ke lantai. Perlahan ku Usap keringat dingin yang keluar di sekujur tubuh ku. Saat inu jantung ku masih berdegub dengan kencang.
Entah pertanda apa ini, Lagi Lagi Pak Adit datang dalam mimpi ku seperti kemarin. Menarik tangan ku, disaat aku akan terperosok jatuk ke dalam jurang yang dalam karena di kejar bayangan hitam. Persis seperti Mimpi ku kemarin.
Lalu ku lihat jarum jam.. Ternyata masih jam setengah tiga pagi. Ku ikat rambut ku asal asalan dan segera pergi ke dapur untuk mengambil minum.
"Tumben teh! Jam segini udah bangun!" Mama mengageti ku.
"Eh kok jadi nyalahin Mama sih!! Maka nya kalau minum jangan berdiri atuh!! Pamali tauk!"
"Iya!! Sakit nih tenggorokan teteh!" jawab ku dengan kesal.
"Nggak biasa nya teteh jam segini bangun?? Abis sholat?? Sejak kapan Teteh jadi rajin sholat malam??" tanya Mama sambil memegang pelipis ku.
"Mama ih!! Ngejek wae suka nya!"
"Ya..kan siapa tahu??? Alkhamdulillah kalau teteh Rajin beribadah".
__ADS_1
"Jangan ngeledek Mah! Teteh bangun tu karena Mimpi!"
"Mimpi???"
"Iya Mah! Udah dua kali ini..Teteh mimpi aneh! Mimpi nya kayak nyata.."
"Gimana sih teh? Coba cerita yang jelas?"
"Gini Mah..teteh tuh mimpi ketemu sama Pak Adit..di dalam mimpi teteh, Pak Adit datang nyelamatin Teteh yang di kejar kejar sama banyangan hitam.. Teteh hampir masuk jurang Mah..Jurang nya dalem banget! Tapi Pak adit berhasil narik tangan teteh..terus dibawa pergi naik mobil nya..dan mimpi ini sama! Seperti kemarin..."
Mama diam seketika, "Coba kamu sholat istikharah..Minta sama Alloh , jika Pak Adit jodoh kamu..pasti alloh akan memberi pertanda, Ambil cuti 3 hari ya Mid!"
"Apa??" Ya Ampun Mah..emang ini Perusahaan embah buyut??
"Kalau satu kali lagi kamu mimpi yang sama, Mama pastikanb kalau Papa dan Mama akan merestui niat Baik Pak Adit..kalau dalam 3hari ini Pak Adit tidak datang dalam mimpi kamu..berarti dia nggak jodoh sama kamu"
"Mamah! Nggak boleh gitu atuh! Kita nggak boleh mendahului takdir Alloh! Dosa Mah!"
"Mid! Mama tidak mendahului takdir..Mama mau kamu berihktiar..biasa nya Alloh akan memberi kamu pertanda lewat mimpi..kalu tidak begitu, Alloh akan memberimu kemantaban hati.. perbanyak dzikir! Jangan ngedumel aja kerjaan mu.."
"Iya Mah.."
__ADS_1