
"Mbak Gue cabut dulu ya!!! Salam Buat Mas Budi!!" kata Midia Buru buru sambil membereskan meja nya.
"Hati hati di jalan Mid!" kata Dela ,mematikan Komputer.
Kamidia terus berjalan sesekali melihat jam yang melingkar di tangan nya. Kalau telat si Ganteng Tristan pasti ngambek nih.
Lagian,kemana juga sih Mas Adit ini. Dari tadi di chat nggak ada balas -balas. Mungkin saja masih sibuk.
"Mbak Midia!!" Pak Yatin sudah berdiri di depan pintu Lobi.
"Lho Pak Yatin.. nyari Pak Adit yah???"
"Enggak Mbak! Justru di suruh Mas Adit buat ngenterin Mbak Midia buat Jemput Mas Tristan!!" jelas Pak Yatin
"Oh Ya..Pak Yatin..nanti Mas Adit sama siapa?? Kalau Pak Yatin nganterin saya????"
"Tadi Mas Adit sudah keluar Mbak.. nyetir sendiri, Tuh! Saya bawa mobil dari rumah rumah" Jelas Pak Yatin sambil menunjukan mobil nya.
Oh iya, tadi pagi kan Mas Adit ke kantor baareng aku, bawa mobil sendiri.
Aku segara masuk ke dalam mobil, setelah Pak Yatin mempersilah kan ku.
"Pak!! Mas Adit Keluar?? Meeting atau-" Kamidia sengaja tidak menerus kan ucapan nya.
__ADS_1
"Nggak tahu Mbak.. Tapi tadi pergi sama teman nya?? Memang nya Mas Adit enggak pamit ya Mbak??"
"Nggak sempet kali Pak???"
Mas Erwin yach???"
"Bukan..kalau Mas Erwin mah saya kenal, cewek Mbak! Kayak nya karyawan baru.."
"Oh..." hati ku berubah menjadi sebal. Ada apa sih sebenar nya.
Masih ada waktu satu jam.., Ternyata Tadi Guru karate nya datang terlambat.. Makanya Pulang nya jadi di undur. ..
Tadi sudah mengirim pesan sama anak ganteng itu..kalau aku mau ngadem di Mall depan Sekolah nya. Dari pada nunggu di depan sekolah..bisa bisa kering nih.
Kalau sudah selesai bisa langsung menelfon ku.
Ah!! Sudah lah?? Coba nunggu sampai Aditya Sasmita cerita sendiri pada ku.
Dari pada berfikir berlebiha bikin tensi naik,lebih baik makan Bakso dan Es teh.. Nanti di take away'in aja buat Pak Yatin sama Tristan!!
"Midia!!"
Mataku melotot, bahkan rasa nya ingin menyiram cowok ini dengan kuah bakso!
__ADS_1
"Elgin!!!" Wajah Midia berubah seketika. Nafsu makan ku jadi hilang..Jantungku berdegup dengan kencang. Astaga!! Kenapa buaya darat ini muncul lagi kepermukaan.
Ku kira sudah hilang di telan bumi! Setelah sekian purnama menghilang. Tenggorokan ku serasa di cekik. Aku segera bangkit untuk pergi!
"Midia! Mau kemana!" Elgin meraih pergelangan tangan ku.
Kenapa mata ku perih begini,pkease jangan sampai ada air mata yang jatuh.
"Lepas El!!" ku kibas kan tangan ku.
"Mid! Dengerin aku.. Aku mau minta Maaf sama kamu!!" pinta El dengan wajah nya penuh sesal.
"Nggak perlu ada yang minta Maaf El! Dulu Kita sudah sama sama sepakat untuk mengakhiri hubungan ini!" Aku masih berdiri mematung.
"Mid! Kalau kamu minta aku bersujud! Aku pasti akan bersujud! Aku menyesal!! Aku mau minta maaf Mid!!" Elgin langsung memohon di kaki ku. Astaga! Drama apa lagi ini.
"El! Lepasin!! Malu di lihat orang!!" sambil ku kibas kan kaki ku. Sudah ada beberapa pasang mata yang memperhati kan kami.
"Nggak! Sampai kamu mema'af kan aku Mid!"
"Elgin!! Oke! Lepasin kaki aku! Aku maafin kamu!!" kalau nggak begini, orang ini akan terus menggelendoti kaki ku.
Mau tidak mau aku kembali duduk di kursi ku.Aku masih diam seribu bahasa, aku nggak tahu harus ngomong dari mana. Yang jelas perasaan ku saat inu Nggak bisa di ungkao kan dengan kata kata.
__ADS_1
"Mid..Aku minta Maaf! Aku menyesal, sudah menghianati kamu berselingkuh dengan Sandra.." Jelas El penuh sesal.
Aku menghela nafas,mencoba berdamai dengan diri ku sendiri.