
Adit sudah dalam posisi ternyaman tidur selonjoran di atas kasur empuk nya.
Dengan perasaan setengah hati, Midia meyakin kan diri nya untuk memegang gagang pintu seraya memejam kan mata nya sejenak.
Lalu membuka pintu cklek!!!
Ia tak menyangka,bahkan hampir dibuat melongo.
"Ini kasur apa lapangan??? Lebar begini???" kata Midia heran dan masih mematung.
"Aku tahu! Kamu belum siap tidur dengan ku..maka nya aku sengaja memesan kasur selebar dan sebesar ini..." sambil memperhatikan Midia
"Kamu bisa tidur di ujung sebelah sana, dan aku disini!!" tunjuk Adit memberitahu
"Nggak usah di perjelas!! Gue udah faham!!?" Bibir Midia mengerucut sambil menarik selimut dengan kasar
"Pake bilang Gue lagi!! Nggak sopan banget!" protes Adit tidak terima.
"Iya Maaf!! Nggak sengaja.." Midia mulai menata bantal dan merebah kan tubuh nya.
"Kebiasan kumpul sama orang orang Gesrek tuh!!!" Ejek Adit.
"Terserah mau ngomong apa!! Aku ngantuk!!" balas Midia beraungut sungut.
Seperti malam malam biasa , Midia hanya mengenakan celana pendek dan kaos oblong tipis saja, agar lebih nyaman.
Sebagai lelaki normal, Tentu saja Adit tertarik melihat pemandangan indah di depan mata nya.Wajah yang cantik dan juga tubuh mungil yang seksi.
Dengan perlahan Adit mulai mendekat.
Midia sendiri berusaha untuk menutupi rasa nervous di hati nya..karena ia bisa merasakan jika lelaki yang sedang berada di ujung kian mendekat.
Tapi ia memilih untuk pura pura tidur.
Adit langsung mendekat Tubuh mungil Midia.
"Mas Adit!" Midia kaget, karena tiba tiba Adit memeluk nya.
"Nggak usah Ge Er! Aku cuma mau meluk doang!! Nggak mau ngapa ngapain kamu!!" Adit mulai meletak kan kepala nya di ceruk leher Midia.
__ADS_1
Midia mulai merasakan tempat ternyaman nya, Dasar orang kaya.. Pasti beli Guling yang harga nya Mahal. Pantas saja nyaman gini kalau di peluk.
Semakin erat Midia memeluk Guling nya itu.. Lama lama ia menyadari jika guling yang ia peluk terasa hangat bersuhu.
Dengan terpaksa Midia membuka mata untuk memastikan. Perempuan ini terbelalak.
Ternyata semalaman ini, Ia tidur memeluk Adit.
Ya Ampun mau di taruh dimana muka ku, Kalau sampai Mas Adit tahu. Midia mendongak.. Memang benar meski masih dalam keadaan Muka bantal begini dengan rambut acak acakan , Adit tetap Ganteng maksimal.
Senyum dibibir manis nya Lolos begitu saja
Membuat Mida berdebar tak karuan.
Setelah berjibaku dengan segala urusan perumah tangga'an.
"Sayang!! Hari ini jadi karate nggak!!" tanya Midia menyiap kan bekal Tristan.
"Jadi Kak!! Nanti sore jangan lupa jemput aku ya Kak!!" teriak Tristan dari dalam kamar Mandi
"Siap Boss!!!! Oh ya...Baju nya kakak siapain ya??? Kakak taruh di dalam Paper Bag warna Hitam.." Nada bicara Midia agak keras, karena Tristan sedang Mandi.
Sekarang saat nya bersiap untuk ke kantor.
Mata Mas Adit mulai memperhatikan ku dengan tajam. Mengamati penampilan ku dari ujung kako sampi ujung rambut.
"Ada perubahan jadwal atau gimana Mid??"
"Enggak!! Kebetulan hari ini mau cek lapangan". Setelah selesai berdan, aku berbalik menatap mas Adit.
"Memang nya kemana Dela???" apa apa'an ini, cek lapangan aja kenapa harus dandan secantik itu.
"Rilis Laporan..jadi aku yang ke lapangan"
"Nggak bisa!! Kamu nggak boleh ke Lapangan! Kerja di kantor aja".
"Mas.. Biasa nya kan juga gitu?? Terus siapa yang ke lapangan.. Jangan gitu dong Mas! Aku nggak enak sama Yang lain.."
"Biar Erwin yang mengurus.. sebentar lagi aku selesai..nanti berangkat bareng aja."
__ADS_1
"Mas Adit ih!!" Midia Mendelik dengan kesal lalu menunggu suami nya di ruang tamu.
Lalu Adit merengkuh pinggang mungil Kamidia.
"Eh!! Mau ngapain Mas!!!" Midia terlihat Kikuk, siap berkuda kuda.
"Jangan suka membantah Suami.. karena itu nggak baik!" Adit mengikis jarak, semakin mendekat kan wajah nya.. Dengan tatapan nakal.
Midia memundurkan langkah nya, Tapi Adit semakin memajukan langkah nya.
Kini benar benar tak ada jarak lagi
"Mas Adit!!!!" pekik Midia, Jantung nya seperti mau lompat dari rongga dada.
Adit mengusap lembut Bibir Midia dengan ibu jari nya. Lalu mengecup bibir Ranum Midia "Cup!!"
"Mas Aditt!!!!!" pekik Midia, mencoba melepas kan diri.
"Kenapa???" suara Adit semakin seksi..apalagi tatapan mata nya. Sambil menyelip kan anak rambut ke belakan telinga.
Membuat Midia bergidik ngeri.
"Cup!!!!!" Adit kembali mengulangi kecupan nya, namun kali ini lebih mendalam.
"Kenapa tidak membalas???" tanya Adit mengelus pipi mulus istri nya.
"A-ku... Aku tidak terbiasa. " Jawab Midia dengan menunduk kan kepala nya.
"Hahahah! Jadi kamu nggak pernah berciuman sebelum nya..Pantas saja kaku kayak Patung!" ledek Adit
"Nggak Lucu!!!" Kamidia mencubit perut Adit "Aku ini kan sudah bilang! Aku perempuan baik baik! Bukan perempuan teh celup!!"
"Teh celuup???? Maksud nya????"
"Pikir aja sendiri!!!". Midia keluar kamar dengan perasaan Malu bercampur kesal.
Tak lama kemudian, Adit menuruni anak tangga. "Nanti kita lunch bareng aja Mid.."
"Aku usahain Mas..soal nya banyak kerjaan.. Harus aku selesaikan siang ini..Soal nya nanti sore aku udah Janji mau jemput Tristan!!" kenapa Mas Adit jadi rese begini..kapan aku ngumpul sama temen temen kalau kayak gini.
__ADS_1
"Harus bisa! Kalau kamu nggak datrng..aku susulin nanti kamu!!"
Jangan lupa like dan komen sebanyak banyak nya