Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Permohonan


__ADS_3

Gara gara Pak Adit nih! Bikin Gue jadi nggak fokus, jadi kepikiran terus. Bangun kesiangan lagi deh..


"Mid!" Sapa pak Reza tiba tiba menarik lengan ku. Membawa ku ke sudut dekat pintu Lift


"Eh! Pak Reza.. Saya belum passcard!" jawab ku seperti orang bodoh. Berabe kan kalau absensi ku telat, nggak cuma gaji yang di potong..Gue jamin juga bakal kena semprot sama Mas Budi.


"Masalah absensi Biar saya yang ngurus!"


Aku menatap tajam pada Pak Reza setelah melihat tangan nya di lengan ku.


"Maaf Mid!" Pak Reza buru buru melepas kan tangan nya dari Lengan ku. "Saya mau ngobrol sedikit.."


"Tentang???" aku mulai penasaran sama duda keren ini, nggak biasa nya Pak Reza sampai seperti ini.


"Mas Reza!!!" suara Pak Adit menghentin kan percakapan kami, Ada apa lagi sih sebener nya. Sampai lari lari seperti itu. Ehh ternyata di belakang nya ada si ganteng Pak Erwin.


"Sedang apa Mas Reza sama Midia disini!" pertanyaan dingin dari Pak Adit mulai terdengar..suasana jadi menegang seketika.


"Apa semua hal harus aku ceritakan ke kamu Dit??" jawab Pak Reza tak mau kalah. Membuat nyali ku menciut seketika.


"Saya tahu Mas! Tidak bagus di lihat mata! Tolong jaga image kantor ini.." Nada Pak Adit semakin meninggi.


Membuat Pak Reza langsung pergi dengan wajah yang tidak mengenakan.


"Maaf Pak saya Permisi..." Pamit ku, dari pada aku disini semakin memperkeruh suasana.


Memang takdir atau apes, baru saja mau pergi..Tangan Pak Adit justru menarik lengan ku dan sial nya lagi..semua mata tertuju padaku dan orang Ganteng yang ada di sebelah ku.


Salah satu di antara mereka adalah Mas Budi, buseet!! Siap siap di kuliti nanti.

__ADS_1


"Mau kemana! Ada hal yang harus kita bicarakan!" ucap nya tepat di daun telinga ku. , Fix Gue bakal jadi bulan bulanan di kantor ini.


"Tapi saya belum Passcard Pak.." jelas ku dengan memelas.


"Mana Id kamu??" pinta Pak Adit dengan serius.


Begini lah kacung, dengan segala ketidak berdayaan, langsung di ambil nya id ku yang masih menggantung di leher


"Win!! Atur Absensi Midia! Dan suruh mereka pergi! Karena ini bukan tontonan!" Perintah sang Maharaja penguasa kantor ini.


Dengan senyum nya yang teduh, Pak Erwin segera menunai kan Titah sang Maha raja.


"Ikut aku sebentar!" perintah nya lagi sambil memencet tombol Lift. Sambil menarik lengan ku.


"Tunggu!" Mas Budi datang menghampiri kami, Semoga Mas Budi bisa menyelamat kan ku hari ini.


"Saya Butuh Midia untuk menyelesaikan pekerjaan nya Dit! "


"Biar Erwin nanti yang membantu Mas Budi! Saya sedang ada perlu sama Midia..nggak lama kok Mas.." Dasar kurang ajar! Nggak ada sopan sopan nya sama orang tua. Langsung Menarik ku untuk masuk ke dalam Lift.


"Pak Adit!" pekik ku sambil ku hempas kan tangan nya yang menempel di lengan ku. Enak aja! Emang nya Gue cewek apa'an.


"Hmmmm" jawab nya santai sambil mengutak atik layar ponsel nya.


"Pak Adit ada perlu apa sih?? Saya nggak enak sama Mas Budi.."


"Kenapa nggak enak?? Emang yang ngeGaji kamu Mas Budi??"


"Bukan nya gitu Pak! Saya nggak mau di cap sebagai Karyawan yang tidak berintegritasi! Gini gini dulu nilai saya paling tinggi di kampus pak!"

__ADS_1


"Terserah kamu saja lah Mid! Ayo masuk keruangan saya!" perintah Sang Maha Raja setelah pintu Lift terbuka.


sebenarnya sih deg-degan banget cuma pura-pura biasa aja biar Pak Adit nggak gede kepala.


Pak Adit memperilah kan ku duduk di sofa


"Apa jawaban mu Mid??? Mengenai keseriusan yang saya aku tanya kan kemarin??" Lagi lagi wajah nya menjadi serius.


"Besok saya baru mau pulang kampung Pak! Mau saya Musyawarah kan sama orang tua saya dulu!"


"Baik!! papun yang kamu Minta dan Berapa pun Mahar yang kamu mau..pasti akan saya berikan..katakan saja"


"Mahar itu memang penting Pak! Tapi dalam pernikahan tidak melulu soal Mahar! Tapi tentang kesiapan kita untuk berumah tangga!"


"Kenapa Pak Adit berniat sekali menikahi saya??! di luar sana banyak sekali


perempuan ,bahkan yang lebih dari saya! Kenapa harus saya?? Dan apa keuntungan nya buat saya???"


"Karena hanya kamu yang mau menerima Tristan! karena saya menikah bukan hanya untuk diri saya sendiri! Tapi juga ibu untuk keponakan saya!"


"Bagaimana dengan kedepan nya nanti?? Saya enggak mau jadi Janda pak!! Karena hubungan kita di awali dengan mencari ibu untuk Tristan..bukan Istri untuk Pak Adit???"


"Saya tahu itu Mid!! Saya akan membahagia kan kamu semampu saya! Kita sama sama belajar untuk membangun rumah tangga..,meski saya belum tahu kedepan nya. Saya berjanji akan menjadi suami yang baik".


"Kita bersama sama membangun Rumah tangga Mid.."


"Mengenai Hak sebagai Istri?? Jujur saja saya belum siap... Saya butuh waktu."


"Aku tidak akan meminta nya sampai Kita sama sama siap..jangan terlalu memikir kan hal ini.. . Jangan merasa terIkat atau apa pun..Utama kan Untuk mengasihi ,Tristan.."

__ADS_1


__ADS_2