Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
kesal


__ADS_3

"Nanti kita jadi pergi kan???" Tanya Adit sambil mengecup pucuk kepala Kamidia, saat duduk bercermin.


"Pergi??? Kemana??" Midia mendongak menatap Adit.


"Emang nya Naima nggak bilang sama kamu?????!".


Kemudian Kamidia menatap suami nya dengan kesal.. "Aku Tolak!!!" jawab Kamidia tanpa berbasa basi dengan nada Judes.


"Lagian kan Malam Minggu.. Sekalian kita jalan Gimana????" Adit mencoba memberi penawaran agar Kamidia tidak jengkel kepada nya


"AkuNggak mau!! Lagian ngapain juga sih Mas! Kamu mau di ajak makan sama Naima!! Kamu kan tahu..dia suka sama kamu! Bukan nya nolak atau menghindar! Malah di iyain!!" Kamidia beranjak karena kesal.


"Ngomong nya kok gitu sih Mid! Aku udah nolak.. Yang setuju kan Jefri.."


Adit hanya bisa menatap punggung istri nya


"Ya udah! Kalau yang setuju Jefri! Biarin aja Jefri yang pergi Makan sama Naima!!" Kamidia menarik selimut dengan kasar, hati nya benar benar Gondok.


"Kalau nggak mau ya udah.. Nggak usah ngeGas gitu..."


"Gimana Aku nggak nge Gas!! Coba aja kalau aku yang kayak gitu! Pasti udah kamu bilang Aku yang keganjenan!!".


Baru saja Mulut Midia diam, tiba tiba Ponsel Adit berbunyi. Ternyata telfon dari Jefri.


Setelah menerima Telfon, Adit mendekati Kamidia yang sudah dalam posisi membelakangi nya. Tubuh nya sudah terbungkus selimut..hanya kepala nya saja yang kelihatan.


"Mid.. Aku mau keluar dulu. Nggak enak sudah di tunggu Jefri sama Aryo" Pamit Adit,


Midia tidak bergeming, tak menghirau kan Adit.


Hati nya benar benar kesal. Mendengar Deru mobil dari Garasi, Kamidia segera beranjak dan membuka korden jendela.


Mengintip dari sana, benar saja Adit pergi tanpa Seizin nya.

__ADS_1


"Suami macam apa dia!! Pergi tanpa ijin dari istri nya!! Di kantor ada Renata! Di kampus ada Naima!!" gerutu Kamidia, mata nya mulai berair.


Ia merasa tidak di hargai. Lalu dengan buru- buru Kamidia mengusap Air mata nya dengan kasar.


"Drrrtttttt!!" hp Kamidia bergetar


Ternyata Aira yang menghubungi nya.


"Hallo!! Ada Apa Ra???"


"Lo dimana Mid??"


"Di rumah! Emang nya kenapa??"


"Dirumah??"


"Eh!! Bukan! Bukan! Maksud Gue di kontrakan!!" Kamidia hampir saja keceplosan


Tanpa berpikir panjang. Kamidia menyetujui ajakan dari Aira. Dari pada di rumah sakit hati.


Mending jalan jalan aja sama Aira.


Kamidia segera bergedas. Mengenakan kaos berwarna Greentea denga celana kain di atas mata kaki.


Hanya berpenampilan seperti itu saja, Kamidia sudah terlihat cantik. Mereka bertemu di simpang jalan kebetulan dekat dengan Rumah nya.


Aira gadis yang judes dan sedikit tomboi, anak nya sangat cerdas dengan pemikiran yang terbuka.


Gadis berhijab ini belum mempunyai pasangan di usia nya yang sudah matang. Penampilan nya juga sangat keren, meski sering mengenakan Gamis


"Mid kita Makan yang berkuah kuah giamana?? Tapi yang tempat nya ada Band Akustik nya gitu???" ajak Aira sambil Fokus menyetir.


"Hahahah pantes nya tuh! Pergi makan nya sama gebetan atau pasangan Ra!!" Kamidia terkekeh mendengar ajakan Aira.

__ADS_1


"SialaN Lo!! kayak Lo punya pacar aja!!!" Kamidia menelan saliva nya dengan kasar.


"Nggak gitu juga kali!!! Oh ya Ra! Emang Lo nggak kepikiran nyari pacar gitu.." tanya Kamidia Ragu ragu, takut membuat Aira tersinggung.


"Membuang buang waktu Mid! Gue nyari yang serius!!" jawab nya santai.


Aira memilih Restoran yang cukup terkenal dengan nuansa outdoor di dekat dekat sini..


saat mereka berjalan mencari kursi yang masih kosong, tanpa sengaja dompet Kamidia terjatuh tepat dibawah kaki salah seorang pengunjung.


"Maaf!! Maaf ya Mas!" Midia segera mengambil dompet nya tanpa menatap wajah si pemilik kursi, namun secara bersamaan si Pengunjung itu juga membantu untuk mengambil dompet Midia.


Alangkah kaget nya,ternyata pengunjung itu adalah Adit.


Tatapan mereka saling bertemu, Midia buru buru menyambar dompet nya. Dan memaling kan wajah ya.


"Mid!! Lo makan disini juga!" sapa Naima,tak kalah kaget nya.


"Iya Na!!" jawab Midia memaksa bibir nya untuk tersenyum dengan sangat tidak nyaman.


"Tadi di ajakin nggak mau!! gimana sih Lo Mid!" protes Naima.


"Tadi Gue yang ngajakin Midia, Na!!" Sahut Aira.


"Ya udah gabung aja..makan bareng kita!!" ajak Naima.


Darah terasa mendidih sampai ke kepala. Itulah yang di rasakan Kamidia saat ini. Bagaimana tidak?? Tadi saja pamit nya pergi sama Jefri dan Aryo!


Tapi kenyataan nya, Malah Adit dan Niama saja yang berada disana.


Namun ia tak ingin terlihat lemah di depan Adit.


Akhir nya Midia memilih tempat duduk lain.tak jauh dari kursi Adit.

__ADS_1


__ADS_2