
"Mbok! Nanti kalau mas Adit pulang...tawari makan malam ya?? Jangan lupa di panas kan lauk nya.. Nanti takut nya aku ketiduran.. Aku mau nemenin Tristan tidur..." Jelas ku sebelum menaiki anak tangga,untuk menyusul Tristan
"Baik Mbak.."
"Oh ya Mbok! Tolong nya, nanti jangan di bangunin..Aku capek banget! Bilang aja sama Mas Adit, Aku tidur di ataas nemenin Tristan dan jangan di bangunin.."
"Iya Mbak!"
"Makasih ya Mbok Ngat!"
Lalu aku pergi ke kamar untuk tidur bersama Tristan.
Mengingat hari ini, bikin sesak di hati. Aku tidak tahu entah ini perasaan ku yang salah atau bagaimana.
Dari cerita Mas Reza, seperti nya Renata sangat berarti buat Mas Adit. Sampai sampai hari ini tidak sempat mengabari ku.
Biasa nya kan dia menanya kan keadaan Tristan .
Elgin, Pria brengsek yang pernah ada di hidup ku.. Juga kembali datang. Aku sangat membenci nya, tapi walau bagaimana pun dia pernah bersama ku kurang lebih nya hampir delapan tahun lama nya.
Banyak hal yang pernah kami lalui bersama. Ahhh kenapa jadi Erorr. Yang jelas malam ini aku tidak ingin melihat Wajah Mas Adit.
"Makasih ya Dit!! Hari ini aku seneng banget! Kamu udah mau nganterin aku keliling Jakarta!! Im very Happy!!" kata Renata sebelum turun dari Mobil
"Sama- sama Ren.. Aku juga seneng, ngelihat kamu seneng gini. Kamu tinggal di Appartement sendirian???"
"Iya..kamu kan tahu, aku nggak punya siapa siapa di Jakarta. Mommy sama Daddy pindah ke Singapura"
"Jaga kesehatan ya..Kalau ada apa apa , kamu nggak usah segan untuk ngabarin aku!"
"Thankyuu ya Dit!! Kamu masih hangat seperti dulu..nggak ada yang berubah!!" Renata tersenyum bahagia.
"Atau kamu mau mampir dulu sebelum pulang!!" tawar Renata.
"Terimakasih. Lain kali saja Ren..sudah malam, Aku harus cepat pulang".
"Kenapa?? Istri kamu nungguin kamu di Rumah??? Atau-"
"Aku capek! Mau cepat cepat istirahat...."
"Dit!! Apa nggak ada kesempatan-"
Adit hanya tersenyum "Cepat turun! Sudah malam!! Dan jangan begadang!!" perintah Adit.
Tanpa di sangka sangka, Renata dengan berani nya mencium Pipi Adit sebelum turun.
__ADS_1
"Cupp!!!! Thankyu Dit!!!"
Adit hanya menggelengkan kepala nya dan segera menancap pedal Gas.
Jam sudah menunjukan pukul sebelas Malam
"Adit menyalakan Lampu"
"Maaf Mas! Tadi ketiduran.."
"Kenapa tidur di Sofa Mbok???" Adit menghentikan langkah nya
"Tadi nonton tv, sekalian nungguin Mas Adit pulang! Soal nya Mbok disuruh Mbak Midia untuk nyiapin makan malam buat Mas Adit!"
"Memang nya Midia kemana Mbok???"
"Capek Mas kata nya..Mungkin sudah tidur. Tadi juga nitip pesan sama Mbok..Agar Mas Adit tidak membangun kan Mbak Midia.."
"Mbok panasin dulu ya ya Mas Lauk nya.."
"Iya Mbok! Sup jamur nya saja ya Mbok! tapi nggak pakai nasi.. Aku mandi dulu.."
Setelah selesai Mandi, Adit segera naik ke lantai atas..untuk melihat Kamidia dan Tristan yang sedang tidur meringkuk saling berhadapan dari balik Pintu. Lalu menutup pintu nya kembali.
"Makasih ya Mbok! Tadi Kamidia pulang jam berapa Mbok???" tanya Adit sambil menyerutup Sup di mangkok.
"Mas Reza??? Lama mbok mampir nya??"
"Hampir satu Jam an kayak nya Mas.."
"Oh.. Ya sudah Mbok! Tidur aja lagi Mbok!" perintah Adit.
Adit Pov.
Setelas selesai makan, Aku kembali lagi ke kamar Tristan. Aku tahu, Pasti Kamidia sengaja menghindari ku. Aku sengaja menggendong tubuh kecil nya, ku pindah kan ke kamar kami.
Cantik dan seksi! Apa tadi tampilan nya juga begini, saat Mas Reza datang kemari.
Midia Midia, kalau tidur kayak orang mati.
Maaf seharian ini aku tidak memberi mu kabar.
Saat ku Buka mata, Midia sudah tidak ada di tempat nya. Padahal setiap pagi, Dia yang selalu usil membangun kan orang seisi Rumah.
Dengan suara nya yang mirip Toa masjid. Ku buka Gorden, Matahari sudah terik. Ku lirik jam di dinding sudah jam Delapan pagi.
__ADS_1
"Midia mana Mbok???" Aku mencari nya di dapur.
"Ikut Pak Yatin, nganterin den Tristan ke Sekolah Mas!"
Tak lama kemudian Midia datang, tapi masih diam tidak menyapa ku.
"Udah pulang Mid???" sapa ku.
"Udah.." jawab nya singkat lalu masuk kamar.
"Kenapa nggak ngebangunin aku Mid???" tanya ku sambil menutup pintu.
"Nggak tega mau ngebangunin..soal nya tidur Mas Adit pulas banget!!" jawab Midia masih tidak mau melihat ku.
"Seharus nya yang marah aku Mid?? Melihat kamu makan bareng sama Mantan pacar kamu itu!!"
"Maksud nya????" Midia baru mau membalikan kan badan nya.
"Seharus nya aku yang marah.. Melihat kamu Diam diam makan bareng sama Mantan.."
"Aku nggak janjian sama Elgin!!! Kemarin hanya kebetulan!!!! Bukan nya kamu yang Diam diam janjian makan siang sama Perempuan itu" Nada Midia naik satu oktaf.
"Kenapa Langsung pulang??? nggak nyamperin aku dulu??"
"Aku cuma nggak mau menganggu acara Kalian!!" Bahasa Midia semakin di pertegas.
"Renata itu hanya teman ku dulu di Australi Mid.. jangan salah Faham. Aku cuma nemenin dia jalan jalan aja.. Dia itu Rese banget..kalau aku nggak segera di turutin.. Besok besok pasti bakalan ngoceh dan terus."
"Mumpung.kemarin Free... Masak sih Mid, aku nggak ngajakin Renata Makan.. Kalau gini kan dia udah lega, nggak bakalan nagih ngajakin jalan lagi.."
"Teman dekat maksud nya?? Atau Mantan pacar??? Sampai Sebaik itu dan Sepeduli itu ya Mas! Kamu sama Dia!! "
"Mid..dulu waktu di Australi Renata sering membantu aku..Aku nggak punya siapa siapa disana, sakit pun dia yang merawat..jadi apa salah nya aku membalas kebaikan nya?? Dia Hanya Teman Mid!"
"Jadi masih teringat sama kenangan terindah dulu waktu di Australia??" Sindir Midia.
"Masalah Chat..Maaf aku tidak membalas nya, ..karena chat terkadang membuat kita salah faham..terus akhir nya kita berantem..Aku sadar Mid, Kalau aku sudah punya Istri.." Ku rengkuh pinggang mungul Kamidia dan mulai ku ciumi tengkuk nya.
"Mas Adit!!! Apa'an sih!! Geli tau!!" Midia menggelinjang "Sadar kalau di Rumah!!"
"Udah..jangan cemburu!! Jangan Marah! Aku yang harus nya cemburu melihat kamu makan sama Elgin!!"
"Aku nggak cemburu!!!"
"Sudah..aku Janji nggak akan mengulangi nya lagi!" Lalu ku Peluk Midia.
__ADS_1
Seperti nya , kemarahan Midia sudah mulai mereda. Perempuan jinak jinak merpati.