
"Cieeeeeeee Hmmm rasa rasa nya, bakal ada yang berjodoh nih Mas!!" Ledek Mbak Dela, padahal baru aja aku mau duduk.
"Bener kan Kata Gue!!! Benci jadi cinta Del!!" Mas Budi ikut menimpali, gaya nya aja lagi sibuk menata Berkas..
"Apa'an sih Lo Mbak!! Mana Gue tahu..kalau tadi Dia..mau ikut makan bareng kita??" bantah ku dengan wajah kecut.
"Dia???? Lo aja kaliiiii!! Gue sama Mas Budi Mah enggak!!!" Dasar Miss Gosip, ada aja bantah nya.
"Akuin aja kenapa sih Mid!! Lagian Adit juga nggak jelek jelek amat..Gantengan dia kali, ketimbang Elgin.." Jawab nya dengan santai.
"Apa'an sih Lo Mas!! Memperkeruh suasana aja!!" aku masih tidak mau kalah.
"Bener banget tuh!! Aminin aja kenapa Sih Mid!! Udah Ganteng, Tajir mlintir lagi.. Judul nya Lembur membawa jodoh! Hahahaha" Mbak Dela malah terkekeh.
"Hahahah nggak sudi Gue Mas! Dasar jomblo karaten!!" ledek Mas Budi sambil komat kamit menirukan gaya bicara ku saat aku mengumpat Pak Adit di waktu itu. "Nah sekarang??? Kemakan omongan sendiri kan Lo!!! " Ledek Mas Budi semakin menjadi jadi.
Apalah daya, nggak mungkin aku berArgumentasi lagi dengan mereka, Memang kenyataan nya seperti ini. Aku tidak bisa membayang kan lagi, seandai nya mereka tahu..Kalau sebenar nya kami akan Bertunangan dan segera menikah.
"Mid!! Ayo pulang!!" tiba tiba Pak Adit datang sambil mendekati ku.
Ya Ampun!! Harus bagaimana lagi aku menjelas kan kepada Miss dan Mr Gosip ini?? Belum saja mereka selesai meledek ku, ditambah lagi sekarang.. Pasrah aja deh.. Emang kenyataan sekarang begini.
__ADS_1
"Pulang??? Bareng??? Kita????" tanya ku seperti orang bodoh.
"Aku tunggu di bawah!" kata nya lagi, Lalu pergi.
"Ehem! Ehem! Ehem!!" Mas Budi terus mengoceh.
"Ihhh Mas Budi apa'an sih!!!" sumpah aku malu banget.
"Hehehee udah Mas..jangan di ledekin, entar nggak jadi pulang bareng lho!" tambah Mbak Dela.
Akhir nya aku pamit dengan mereka, Meski harus di ledek oleh Mr dan Miss Gosip.
Semua orang yang bekerja di sini, menatap ku dengan sinis.. Apalagi saat melihat ku masuk ke dalam mobil Pak Adit.
"Pak Adit.. Mas Budi itu Senior di kantor.. dan kita kerja bareng.. Nggak mungkin lah! Kalau kita nggak dekat!"
"Aku tahu!! Aku paling nggak suka Lihat perempuan yang gampang dekat dengan pria yang bukan pasangan nya..".
"Ini apa sih maksud nya?!" aku memang tersinggung dengan ucapan nya yang ini.
"Mid! Sebentar lagi kamu akan jadi bagian dari keluarga Sasmita..tolong jaga Marwah keluarga Sasmita..." Astagfirulloh kata kata nya halus tapi nusuk banget di hati
__ADS_1
Sejenak aku pejam kan mata, dan mengambil nafas dalam dalam agar bisa lebih tenang menghadapi Pria ini.
"Maksud Pak Adit apa ngomonh gitu??? Marwah??? apa hanya karena saya dekat denfan Mas Budi..Pak Adit merasa marwah nya saya rendah kan???" ucap ku dengan kecewa.
"Kamu selalu berasumsi negative dengan apa yang saya kata kan.."
"Berasumsi gimana??? Jelas jelas Pak Adit ngomong kalau saya dekat dengan Mas Budi. Itu tanda nya saya nggak bisa menjaga Marwah keluarga Sasmita..." aku hampir tak percaya, entah kali ini aku benar benar merasa tersinggung.
"Kamidia!!" ucap nya dengan nada tinggi.
"Kalau menurut Pak Adit..saya bukan tipe perempyan yang bisa menjaga Marwah keluarga.. Lebih baik, Fikir kan ulang mengenai pertunangan kita deh Pak!!"
"Mid!! Kamu kok jadi negative thinking gini sih!" Pak Adit nggak terima.
"Satu ya Pak! Dari kecil saya di didik Agama dan etika di keluarga saya.. Hampir 9 tahun saya pacaran sama Elgin..nggak pernah sekalipun Elgin menyentuh saya! Apa lagi Mas Budi yang notaben nya sudah beranak dan beristri Pak!"
"Bukan Maksud ku seperti itu, aku cuma-"
"Cuma Apa??? Beneran deh Pak! Saya tersinggung dengan kata kata Bapak! Baru seumur umur saya di gunjing karena cowok! gara gara Bapak!Apa Pak Adit tahu??? Satu kantor ini menggunjing saya! Karena saya deka dengan Bapak! " jelas ku berapi api.
"Oke! Oke! Saya minta Maaf! Saya hanya mengingat kan!". Ucap nya tanpa berdosa.
__ADS_1
"