
"Serius kita naik Bus ini??!" tanya nya, dengan wajah malas.. Aku tahu, pasti dia sedang membayang kan berbagai hal hal buruk.
"Ya elah!! Kita ini mau Piknik Sekolah apa Piknik keluarga sih Pak!!". Heran deh sama.manusia yang satu ini.
"Telinga kamu lagi sakit Ya???"
"Enggak lah! Masih Normal!!" jawab ku penuh penekanan.
"Jangan panggil saya Pak!"
"Baik lah Mas Adit???" kata ku dengan terpaksa sambil tersenyum.
"Mid..kamu yakin?? Gimana kalau kita naik mobil saja.. Kita ngikutin dari belakang.." Pak Adit sengaja menghentikan langkah ku saat hendak masuk ke dalam Bus.
"Aku nggak yakin Kalian bisa nyaman!! Tuh liat..berjubel banget orang nya..." protes nya lagi.
"Ayo Tante!! Aku udah nggak sabar mau naik Bus!!" rengek Tristan..Yang sudah tidak sabar.
"Kalau nggak mau Naik Bus!! Mendingan ga udah ikut Mas! Dari tadi di tungguin juga!!" sahut seorang ibu yang berdiri di belakang kami.
Ya Ampun..Pak Adit bener - bener bikin malu aja. "Maaf ya Bu.. Silah kan ibu naik duluan.." kata ku dengan ramah.
"Lain kali nggak usah ikut aja Mbak.., piknik sama keluarga aja.." tambah si ibu dengan wajah yang Masam.
"Tante ayo!!!" Trista menarik narik tangan ku. Sejak kapan juga sih! anak ini jadi terbiasa memanggil ku tante.
Sejenak ku pejam kan mata lalu ku ambil nafas dalam- dalam dan ku keluat kan lewat mulut .Agar aku sabar menghadapi Manusia yang minta di panggil dengan nama Mas Adit.
"Ayo!! Jangan bikin malu lagi!" bisik ku pada Pak Adit sambil masuk ke dalam Bus.
Kebetulan Kami mendapat kursi duduk nomer dua.
"Kita duduk disini???" Pak Adit mengerut kan dahi nya.
"Iya!! Please jangan banyak protes!!" bisiku.
Aku merasa tidak enak. Dari sekian banyak orang, seperti nya hanya Pak Adit saja yang banyak protes.
__ADS_1
Bukan nya segera duduk, malah berdiri mematung. "Mid.. Saya yakin..kita nggak bakal nyaman.."
Langsung saja ku tarik tangan nya agar segera duduk. Nggak sadar apa, kalau semua orang yang ada di sini , hanya menunggu kami duduk.
Aku duduk di sebelah jendela, dan Tristan memilih duduk di pangkuan ku.
"Tristan suka Naik Bus??" tanya ku.
"Suka! Baru kali ini Tante..aku naik Buss!" jawab nya antusias
"Masak sih??? Emang nggak pernah di ajak Om Adit pergi??"
"Iya! Mana mau om Adit naik Buss??" kata anak ini sambil membuat coretan abstrak di jendela kaca Buss.
"Nggak pernah ngajakin Naik Buss! Tapi naik pesawat!" sahut Om Adit.
"Tapi kan nggak bareng sama teman teman om???" bantah Tristan.
"Udah..udah, oh iya nanti kamu mau lihat hewan apa???"
"Banyak tante! Mau lihat singa, badak-"
"Jangan bila g tante ih.. Kakak aja atuh??" ku acak acak rambut nya, sesekali ku ciumi.
Tidak ada setengah jam, bocah ini sudah terkapar dalam pangkuan.
"Pindah sini aja..kalau kamu capek" kata Pak Adit sambil menepuk pangkuan nya.
"Nggak usah Pak..kasihan nanti Tristan kebangun.." kata ku.
"ini bukan kantor!! Jangan panggil Pak!!"
"Lupa!!" jawab ku.
Karena suasana kali ya, tiba tiba mataku terasa berat..mulut juga terus menguap. Mau tidur..tapi malu ,takut ngencess kan malu jadi nya..
Semakin kesini, makin nggak bisa di ajak kompromi dan entah apa yang terjadi.
__ADS_1
Yang terasa hanya lah kenyamanan.
Adit Pov.
ku lirik dari tadi perempuan ini, mencoba untuk menahan rasa kantuk yang mendera nya.
Berkali kali kepala nya bersender di pundak ku di saat mata nya mulai terpejam. tapi berusaha keras untuk membuka mata dan menahan kantuk nya.
tapi sepertinya ,kali ini ia benar-benar tidur tidak bisa menahan rasa kantuk nya. Kepala nya bersender di pundak ku.
Meski tidur begini, tangan nya masih erat memeluk Tristan. sebenarnya aku kasihan melihat mereka, jika aku mengambil tristan dari pangkuan nya. sudah pasti perempuan ini akan bangun dan juga dengan Tristan.
Kasihan..Tristan tertidur dengan pulas..aku tidak tega melihat nya. pada akhirnya aku membiarkan gadis ini tidur Bersandar di Bahuku di sepanjang perjalanan.
"Mid.." Gadis ini masih tidak mau bangun. Lalu ku sibak kan rambut nya. Cantik dan natural. Kenapa aku jadi memuji nya.
"Mid..ayo bangun.. Sudah sampai!!" ku tepuk pipi nya dengan lembut.
"Apa!! Maaf Pak Adit! eh Mas Adit! Saya ketiduran.." jawab nya seperti melihat hantu.
"Biar saya yang gendong Tristan..kasihan jangan di bangun kan.."
Aku menggendong Tristan dari Pangkuan Midia,
Kami berjalan berdampingan seperti orang tua Tristan.
Gadis ini sangat perhatian sama Tristan..Pantas saja Tristan sangat mengidolaka Midia.
"Mas kita duduk dulu disana!" ajak nya sambil menunjuk arah tempt duduk.
"Kamu capek??"
"Ganti baju dulu atuh.biar Tristan nyaman.."
"Baju nya kan masih bersih.."
"Kasihan kalau nggak ganti..pake celana jeans kan kurang nyaman..apa lagi tadi udah buat tidur..bikin sakit kaki. Jalan nya masih jauh, Tristan juga nggak bakal mau naik kereta. Nggak menikmati! Kalau pake celana pendek dan kaos ganti kan leboh nyaman"
__ADS_1
dengan telaten gadis ini mengganti baju Tristan dan menyisir rambut nya.
"Taraa sudah ganteng!! Ayok kita lets Go!!!"