
"Kakak cantik!!!" Panggil Tristan dari dalam mobil mendekati ku.
Ya ampun, mau bernafas lega aja nggak bisa?? tapi kalau ngeliat wajah Fotocopyan nya King Faaz gini, hati jadi meleleh.
"Hai!!" sapa ku sambil berdada,
"Ayo kak Naik!!" mobil ini menepi tepat di deoan ku
"Anak ganteng!! Kakak masih ada urusan.. Lain kali aja ya???" sambil ku cubit pipi nya dengan gemas.
"Naik saja!!" Pak Adit ikut menyuruh ku.
"Makasih Pak.. Lain kali saja.." tolak ku dengan halus.
"Cepat naik!!" Pak Adit langsung membuka pintu nya dari dalam
"Tapi Pak-"
"Kamu gimana sih, kata nya nggak mau kemalaman..kenapa masih berdiri di situ!! Ayo naik!!".
Hallo!! Emang nya gue bilang apa tadi?????. Perasaan cuma bilang lain kali..
Nggak enak rasa nya kalau harus duduk di depan, aku ini kan hanya kacung. Udah nebeng, masak duduk nya di depan sih.
"Saya duduk di belakang aja Pak.."
"Di depan aja sama Tristan!! ayo cepetan naik!! atau memang kamu sengaja ya..biar orang orang pada ngeliat kamu naik.mobil saya???"
Ya ampun, dia yang ngajakin pulang bareng..tapi kenapa dia juga yang nuduh seolah Gue yang mau nebeng di mobil dia.
Aku memilih diam , dimana mana Boss memang lah yang paling Benar.
Anak ganteng ini terus mengoceh kayak burung Beo, sesekali tertawa cekiki kan.
Kalau Pak Adit Mah lempeng fokus menyetir.
"Tristan Pindah ke belakang! nanti kakak nya capek.." perintah nya tanpa melirik kami..
__ADS_1
"Nggak mau om!! aku mau duduk di pangkuan Kak Midia!"
"Nggak apa apa kok Pak.. lagian sebentar lagi sampai.." aku memotong pembicaraan.
"Masih Lama.." jawab nya masih serius.
"Ehhh kita mau kemana nih Pak! ini kan bukan arah pulang Ke Kost saya Pak!" Mata ku melotot.
"Kita makan dulu.."
"Tapi Pak-"
"Kenapa sih Mid??? bawaan nya kamu selalu nolak ajakan saya?? saya cuma ngajakin makan saja.. lagian kamu juga belum makan kan???"
"Iya Pak.!!!"
Akhir nya kami sampai di sebuah Restoran , yang ku rasa cukup mewah..
Pak Adit tiba tiba menggandeng tangan ku sambil menggendong Tristan ,saat aku keluar dari mobil membuat ku terpelonjat.
"Eh! jangan pegang pegang Pak!"
Ya ampun orang ini kalau ngomong suka nggak pake Filter.
Ya sudah lah, aku nggak mau berdebat dengab nya..Cacing di dalam perut sudah berdendang Ria.
"Kalian mau pesan apa???" Pak Adit menyodori kami buku menu. Aku dan Tristan memelih menu yang sama, Bak Mie jowo dan segelas Es Teh yang menjadi Favorit.
"Tunggu sebentar biar saya yang Antree!" imbuh nya.
sukur deh, kalau dia mau Antree.
Kami menikmati makan malam dengan sedikit canggung. Terlebih aku, Tumben Malam ini tidak ada Protes sedikit pun dari Pak Adit mengenai Es teh,
Dasar Tristan, mentang mentang perut kenyang..Mulut nya terus menguap karena kantuk.
"Kak aku ngantuk!" kata bocah ini masih menggandeng tangan ku.
__ADS_1
"Ya udah! kita duduk di belakang, biar bisa selonjoran" tawar ku.
"Nggak mau! nanti sempit!! Kakak di depan biar aku di belakang!!!" eh bocah Ini kenapa Protes Lagi.
"Tristan kalau tidur emang suka Gitu?? kamu di depan aja!" kata Pak Adit.
Langsung aja duduk di depan,
"Kapan kamu pulang ke Bandung?" tiba tiba Pak Adit tanya begitu.
"Emang kenapa Pak??"
"Saya hanya bertanya saja.. kamu bisa bilang dulu kalau Mau pulang Ke Bandung.."
Aku melirik Pria ini dari ekor mata ku, apa sih maksud nya. Nggak biasa nya gini, dia punya rasa kemanusiaan..yang ada di otak nya kan bissnis dan lembur doang.
"Kenapa tadi nggak balas chat Wa dari saya??"
Mati aku! kenapa masih membahas chat tadi siang.
"Hehehe Pak, Kalu ngumpul sama temen temen emang suka bikin lupa Pak??" jawab ku cengengesan.
"Sedekat itu kamu sama Mas Budi??"
"Deket sih Pak?! Mas Budi itu Hamble banget orang nya.."
"Kamu nggak tahu kalau Mas Budi sudah punya istri dan anak Dua???"
"Tahu!?! emang nya kenapa Pak?"
"Kamu nggak takut istri nya marah, kalau tahu kalian sangat dekat???"
"Tunggu! tunggu! Maksud Pak Adit apa nih??"
"Seharus nya kamu jangan terlalu dekat sama Mas Budi.., Mas Budi itu Pria yang sudah beristri. ya kali aja.. nanti ada perasaan lain di antara kalian.."
"Ya ampun Pak! saya ini masih waras.. meski saya baru putus dari pacar saya, tapi saya nggak segila itu kali Pak! bisa di coret dari daftar anggota kelurga nanti Pak! Bisa juga dgantung sama Papa!!".
__ADS_1
"Bagus deh! kalau fikiran kamu masih waras! kadang fikiran kamu kan nggak berjalan dengan normal!!" Pak Adit menarik sudut Bibir nya, hingga membentuk sebuah senyuman.