
Aku melihat Kamidia datang bersama teman nya yang suka menggosip itu.
Sebenar nya , aku menunggu sampai Midia untuk nyamperin aku.
Bukan nya datang ke meja ku, malah mencari meja yang lain dan lunch bareng sama Della.
Kenapa nggak kesini, Apa karena ada Renata??? Atau memang dia lupa.
Seharus nya dia tidak lupa, Meski pun karena ada Renata harus nya Midia tetap datang menemui ku. Dia kan istri ku.
"Dit! Boleh gabung kan di meja kamu.." tiba tiba Renata datang dengan membawa makanan yang sudah di pesan nya.
"Silah kan Ren.." aku tidak mungkin menolak perempuan cantik ini. Dia baru saja disini, aku yakin Renata belum punya banyak teman. Tidak ada salah nya jika harus berbagi meja dengan nya.
"Kamu makan apa??? Masih suka Makanan yang berkuah ya???"
"Benar..aku nggak bisa ninggalin makanan yang berkuah.."
"Tadi aku pesen sup Iga! Teringat kamu aja.. Jadi aku take away sup iga. Nih!! Kita bisa makan bareng.."
"Makasih, aku udah pesen Sup Ayam Kampung.."
"Dit.. kenapa sih kamu selalu menghindar??? Kamu masih Marah sama aku?? Please Maafin aku! Aku nyesel waktu itu! Aku-"
Adit tersenyum Ramah " Aku tidak marah sama sekali Ren..Buat aku, kamu perempuan yang sangat berarti buat aku! Banyak hal yang nggak bisa aku lupain saat kita di Australia dulu.." Kemudian Adit mengambil sup Iga di Mangkuk Renata.
"Oh ya! Kapan kapan kita jalan bareng Ya!! Lama banget nih nggak keliling Jakarta! Kamu mau kan???" sambil memasukan nasi di dalam mulut nya.
__ADS_1
"Bisa! Pasti bisa..cuma nggak sekarang! Kerjaaan banyak banget! Nanti kalau ada waktu Luang..aku bisa nganterin kamu keliling Jakarta!"
"Makasih Ya Dit!!!" Renata mengenggam tangan Adit.
Kemudian tatapan Mereka bertemu dan saling mengunci sejenak.
Mau kemana Midia?? Aku melihat nya pergi meninggal kan Pantry! Padahal masih ada waktu Lima belas menit.
Midia Pov.
Kenapa aku bisa seperti orang bodoh begini. Apa aku terlalu Ge Er! Sudah lah..aku nggak mau membahas Hal yang bisa membuat ku Gila.
Setelah mencuci Muka, Ku Beri bedak di wajah ku, dan Lipgloss di Bibir ku. Agar tidak terlalu pucat.
"Midia!!" Tiba tiba Adit sudah ada di depan pintu toilet.
"Mas Adit!!" pekik ku tidak percaya
Adit mendorong tubuh ku sampai mentok ke tembok.
"Ngapin kamu disini Mas!! tau nggak ini toilet perempuan!!!" Adit mengangkat kedua tangan ku dan mengunci nya. Tatapan nya terasa dingin dan tajam membuat ku bergidik ngeri.
"Kenapa tidak menemui ku??" wajah nya semakin di dekat kan.
"A-ku! Aku.. Lupa!!" mencoba melepas kan tangan ku.
"Bohong! Kamu tahu??? Aku menunggu mu!"
__ADS_1
"Bohong! Kamu saja asik makan bersama perempuan itu!!!"
"Kamu cemburu???" Adit tersenyum menyeringai dan melepas kan tangan ku, tapi justru menghimpit tubuh ku.
"Nggak!! Ngapain aku cemburu!"
"Kalau kamu nggak cemburu! Harus nya kamu datang menemui ku Midia!" Adit menyatukan pelipis nya.
"Mas! Ini toilet!! Please! Jangan berbuat yang aneh aneh!!!"
"Whay??? Ini kantor ku! Aku berhak melakukan apa saja pada istriku.." Bisik Adit sambil menggigit kecil telingaku, sehingga membuat ku bergetar.
"Mid..lain kali aku tidak mau melihat kamu seperti ini lagi.. Jangan berlaku seperti ini, mengacuh kan ku.. Aku ingin di perhatikan oleh istriku sendiri " jelas nya sambil mengelus tengkuk ku, hidung kami saat ini sudah saling menempel.
"Tapi Mas..Mana mungkin aku datang nyamperin kamu!!, sedangkan kamu menikmati makan siang dengan wanita lain..aku nggak mau mengganggu!!" Protes Kamidia
"Kamu terlalu ke kanak kanakan!!" Tanpa ba bi bu Adit langsung mensesap Bibir manis Kamidia.
Tangan nya mulai beraksi, dan kini berpindah menggigit leher ku.
"Mas Adit!!" pekik ku mendorong dada nya. Astaga jangan sampai berbuat yang tidak tidak di sini. Ini toilet Mas!!!
Adit segera merapikan Jas nya,
"Ini sudah masuk jam kerja!!" kata Adit melihat jam yang melingkar di tangan nya
" Ya udah..cepet buka pintu nya.. Emang kamu nggak malu! Di lihat orang!!".
__ADS_1
"Oke! Aku duluan kalau gitu!! Lain kali ikuti perintah suami!!" pesan Adit sebelum pergi