
Kata kata Mama terus berputar di otak ku.. Membuat ku tidak bisa tisur saja. Miring ke kanan, Miring ke kiri. Memaksa mata agar terpejam.
Ishhhh!! Mama memang paling Jitu kalau masalah nasehat menasehati. Aku segera berangsur ,menegak kan tubuh ku. Duduk tegak di pinggir Ranjang , melihat jarim jam di Dinding.
Ternyata jam sepuluh malam. Nasehat Mama memang benar, dari pada Aku bimbang sampai pagi dan penasaran.
Apapun itu, Bagaimana Tuhan menuntun ku. Aku akan berlapang Dada. Berpacaran bertahun - tahun dan kandas begitu saja, Aku pun bisa melewati nya.
Masak hanya karena Seorang Aditya Sasmita yang tidak begitu jelas ku kenal harus membuat ku seperti ini. Aku adalah Kamidia Radisti binti Tanjung Gunawan seorang Perempuan hebat!.
Segera mengambil Air untuk Wudhu, Lalu ku tunai kan sholat istikharah. Dengan khusuk ku lantun tan ayat ayat suci Memohon jalan terbaik kepada Sang Kuasa.
Entah mengapa, tanpa ku sadari Air mata ini jatuh begitu saja membasahi pipi ku. Terus ku lantun kan bacaan Dzikir,
ku rasa kan kedamaian di hati ku. Angin berhembus melalui ventilasi terasa sejuk menyapa tubuh ku yang berbalut dengan Mukena.
Di saat ini pula, Bayangan Tristan tiba tiba muncul dan tersenyum dalam benaku. Seketika ku henti kan bacaan Dzikir ku.
Apa kah ini pertanda??? ku rasa bukan.. seharus nya Aditya yang muncul, bukan Tristan. Ku terus kan lagi untuk meminta petunjuk dari yang Kuasa.
Mata ku sudah mulai mengantuk.. Aku memutus kan untuk menyudahi ibadah ku. Hati ku lebih tenang dari tadi, dan Aku meyakin kan diri ku sendiri Fix Aditya Sasmita seperti nya bukan jodoh ku.
__ADS_1
Jam sudah menunjuk kan pukul setengah dua malam, udara semakin dingin. Langsung saja ku tarik Selimut dan bersiap untuk tidur. Perlahan mulai memejam kan mata dan Akhir nya terlelap.
"Ya Tuhan!!!!" aku langsung terduduk dari tidur nyenyak ku. Benar kan ini petunjuk dari Mu???? Padahal baru saja, aku meyakini jika Aditya bukan lah jodoh ku.
Lagi- lagi ku Lihat jarum Jam di dinding. Waktu menunjuk kan jam setengah tiga pagi. Kepala ku serasa ingin pecah.
Lalu ku raup wajah ku dengan kasar. Aku bermimpi hal yang sama seperti kemarin malam. Benar kan Aditya jodoh ku????
Apa kah mungkin??? Aku saja tidak mengenal nya dengan baik. Bagaimana ini????.
kuputuskan pergi ke dapur untuk mengambil Air minum. Dan kembali lagi ke kamar.
Pagi menyingsing, suara Rese Rizal sudah mengganggu telinga ku. Anak ini berisik sekali.. Mau pergi joging sama teman teman nya saja Gaya nya selangit kayak Artis.
"Teteh tuh! Jam segini baru bangun! Pasti nggak sholat subuh kan???" jawab nya sambil berkaca di depan cermin
"Sembarangan!!! Mau kemana?? Pagi buta gini udah bergaya gitu???"
"Joging sama temen temen lah Teh!! Sambil cuci mata.. Biar cewek cewek pada nempel gitu??" Kata Rizal cengengesan.
"Heh! Sekolah yang bener! Jangan pacaran terus.. Baru aja Lulus! Gaya nya selangit! Belajar atuh!! Biar dapat kampus yang bagus! Nih contoh teteh mu!!"
__ADS_1
"Hedeh!! emang Teteh doang yang pinter! Tanya Papa tuh! Adek di terima di kampus Mana.. ITB coy!! ITB!!" Kata nya dengan sombong, Lalu ku Jitak kepala nya.
"Kalian ini..kalau ketemu selalu ribut!!" potong Papa.
"Adek nih Pa!" kata ku membela diri.
"Teteh tu Pa yang mulai!!" Rizal nggak mau kalah.
"Sudah!! Sudah!! Papa pusing.." kata Papa memelototi kami.
"Ya udah Pa.. Aku pamit ya!!!" Pamit Rizal , lalu menjulur kan lidah nya untuk mengejek ku. Dasar adik kurang ajar.
Kemudian aku mencerita kan semua nya, mengenai mimpi ku pada Mama dan Papa.
"Semua kembali lagi ke Kamu Teh.. Kamu masih bisa mundur, Sebenar nya Mama yakin Pak Adit jodoh kamu.. Tapi kan kembali lagi ke kamu.." kata Mama.
"Mid.. Ini saat nya kamu mengambil keputusan..setiap yang datang dan pergi pasti itu terbaik buat kamu..entah itu Elgin atau pun Pak Adit. Banyak hal yang bisa kamu ambil..sekarang tinggal kamu nya gimana??? Kalau Papa sih..yang penting kamu bahagia".
"Sudah ku Fikir kan semalaman Pa..Ma.. Aku yakin untuk menerima niat baik Aditya.."
"Kamu yakin Teh???? Kalau kamu yakin..Kamu harus siap untuk mengambil segala resiko nya. Segala sesuatu itu ada resiko nya?? Kata Mama kembali meyakin kan ku..
__ADS_1
"Teteh yakin Ma!!" Lolos begitu saja dar Mulut ku.
Aku sendiri hampir tak percaya.. Kenapa aku bisa seyakin ini.