
"Sudah tidur Mid.." Tiba tiba mas adit datang menemui ku , ia masih mengenakan baju kerja nya tadi pagi
"Udah pulang Mas!! Maaf ketiduran..Tristan agak Demam tadi.." jelas ku lalu Duduk.
"Ya sudah aku mandi dulu.."
Tak lama kemudian Mas Adit datang ikut tidur di sebelah ku.
"Mas Adit!!!" pekik ku menggeser tubuh ku agar berjarak
"Hmmmm"
"Sempit atuh!! kenapa tidur disini".
"Mau tidur bareng kalian!!" justru memeluk ku.
Jantung ku berdegub lebih kencang dari sebelum nya.
"Hahaha kenapa! Kamu nervous??" Mas Adit seperti nya mendengar laju jantung ku.
"Enggak!!! Sempit aja! Jadi nggak nyaman!"
"Hahaha bohong kamu!! Tuh detak jantung kamu kaya suara kaki kuda!!!" ledek nya.
"Capek seharian kerja. Aku mau tidur disini!!" Mas Adit langsung mematikan Lampu.
Apa ciba maksud nya, datang datang langsung tidur di sebelah ku.. Tanpa minta izin terlebih dahulu.
Harus nya kan tanya, boleh atau tidak. Ku lewati malam dengan seribu perasaan yang aku sendiri tidak mengerti.
seperti biasa Setiap pagi aku berkutat menyiap kan sarapan.
"Tristan.. Kakak nya jangan di ganggu, cepetan mandi..nanti terlambat.." perintah Adit melihat Tristan terus menjahili Kamidia.
__ADS_1
"Iya Om!!" Tristan segera Mandi.
"Mid.. Seperti nya mulai nanti Malam..Tristan sudah bisa tidur sendiri.., jadi kamu nggak usah nemenin tidur Tristan lagi" jelas Mas Adit saat mengambil nasi.
"Apa!!!"
"Biar Mbok Nah..yang aka memindah baju kamu di kamar kita.."
"Tapi Mas????" Kamidia masih Ragu.
"Mid.. aku nggak mau Mama curiga..Kapan aja Mama bisa datang ke Rumah. Gimana kalau sampai Mama tahu kita nggak satu kamar???"
" Baik.." tak ingin memperpanjang persoalan, Kamidia memilih untuk menyetujui saran Adit.
Adit Pov
Seperti biasa aku melihat Midia menemani Teristan belajar di Ruang tangah.
"Om Adit pulang!! Yeeee!! Tadi bawa pesanan aku nggak om!!" Tristan kegirangan
"Bawa dong!! Ini" ku berikan Papar Bag pada Tristan, Tadi sore anak ini pesan minta dibawakan Pizza .
jadi sebelum pulang ke rumah, aku menyempatkan untuk mampir dulu ke sebuah kedai yang menjual pizza.
"eh! Baju baru ya!!! Pantes ponakan om lebih ganteng hari ini!!"
"Iya Om!! Tadi sore jalan jalan sama Kaka Midia!"
"Maaf aku lupa ngabarin..tadi hape ku mati..jadi langsung pergi aja tadi.." jelas Midia.
"Oke! Coba Om mau Kiss pipi kamu!! udah lama nih, om nggak mencium Pipi kamu!! ternyata sekarang Tristan udah besar!"
Tristan menyodor kan pipi nya. "Cup!!" Adit mencium pipi ganteng fotocopyan nya Kiing Faaz.
__ADS_1
"Sekarang Giliran Tristan. Yang cium Pipi Om! Cepat!" Adit menyodor kan pipi nya.
"Cupp!!!" Tristan mencium pipi Adit
"Mana Pipi nya Kak Midia!!" pinta ku, memanipulasi keadaan.
"Apa!!!" Mata Midia langsung melotot, wajah nya memerah seperti kepiting rebus,
"Tadi kak Midia juga beli kan Tristan??" tanya Adit tersenyum Smirk
"Iya beli banyak om!"
"Ih apa'an beli baju satu sama belanja bulanan kok!" Midia membela diri, tidak ingin ikut permainan ciyum menciyum.
"Udah ih! Cepetan mandi!! Bau atuh! Pamali kalau nggak cepet cepet mandi!!"
"Aduh!!! Ini pipi ku Kenapa ya Mid!!" dengan panik Adit terus menggosok gosok pipi nya. membuat Kamida juga ikut panik takut kenapa kenapa..lantas memeriksa nya.
"Nggak ada apa apa nya ini Mas". Kata Midia dengan cemas sambil terus memeriksa
"Coba lihat lebih dekat!!" Midia semakin mendekat, untuk memeriksa Pipinya.
jarak sudah sangat dekat, Justru Adit memalingkan wajah nya.
Membuat bibir Adit bersentuhan dengan bibir Midia.
kesempatan tidak boleh disia-siakan, Adit langsung saja menikmati bibir Midia meski hanya sekilas. Adit segera berlari melarikan diri.
"Mas Adit ih!!!!!" omel Midia
udah yang ada di hadapannya itu tertawa tertinggal pingkal pingkal, melihat ulah Adit dan Kamidia.
setelah sampai di kamarnya Adit tertawa terbahak-bahak mengingat kisah lucu yang baru saja dialaminya, ya sengaja melakukannya untuk mencari kesempatan agar bisa mencium Midia.
__ADS_1