Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Saah


__ADS_3

Hingga hari Pertunangan kami tiba, Aku tidak menyangka.. Gadis yang berpenampilan sederhana ini terlihat sangat anggun dan cantik ketika memakai kebaya yang Pas melekat ditubuh mungil nya.


Dengan riasan Flawless di wajah nya. Bibir nya merekah saat menyambut kedatangan rombongan kami. Bahkan aku di buat melongo oleh nya. Aku tidak menyangka.. Jika Kamida bisa seanggun seperti malam ini.


Biasa nya kan gadis ini cengengesan dan urakan.. Apalagi saat bersama teman teman nya ,Seolah sulit untuk di atur.Acara berjalan dengan Hikmat ,sederhana dan meriah.


Meski hanya di hadiri oleh beberapa anggota keluarga dan beberapa tetangga saja. Sambutan dan doa doa mulai di lantun kan.. Entah hati ku begitu bergetar ketika mendengar lantunan doa.


Kamidia mulai mendekat ku lingkar kan cincin di jari manis nya. Sorak dan Tepuk tangan terdengar dengan meriah.


Sudah ku duga gadis ini masih terlihat canggung.


"Kamu kenapa Mid??"


"Engg- enggak kenapa kenapa kok pak!!" sambil menggigit bibir bawah nya.


"Sekarang aku ini tunangan mu..bisa disebut juga Calon suami!! jangan memanggil ku Pak!!"


"Iya Mas!!!"


Aku dan Midia tidak percaya, jika acara selanjut nya adalah mengikrar kan sumpah Suci di depan penghulu. Mata kami saling menatap tajam.


Bagaimana acara nya bisa seperti ini??? Bukan nya pernikahan kami masih tiga bulan lagi??? Toh seandai nya harus menikah malam ini.. Seharus nya ada musyawarah terlebih dahulu.


Dengan perasaan bercampur aduk, aku mendekati Papa.


"Pa! Bukan nya pernikahan ku masih tiga bulan lagi??"


"Acara nya berubah Dit! Lebih cepat lebih baik... Kamu nggak keberatan kan??"


"Buka nya gitu Pa!! Semua butuh persiapan! Kenapa Papa nggak ngomong dulu saMa Aku!!"

__ADS_1


"Ini memang rencana Mama Dit! Kalau nunggu persetujuan kamu!! Kelamaan. Mama memang sengaja mengatur pernikahan ini secara diam diam..tanpa sepengetahun kamu dan juga Kamidia!!" kata Mama tanpa rasa bersalah.


"Ya Ampun Mama!!!"


"Jangan memasang wajah begitu!!! Kamu tenang aja! Sudah Mama bicara kan sama Besan.. ya jadi nggak ada Masalah!! Mama mau cucu perempuan Dit!" Bisa bisa nya Mama bicara seperti itu dalam keadaan nya yang seperti ini.


"Maaf tante.. Bisa saya bicara sebentar sama Mas Adit???" Kata Midia mendekati kami.


"Silah kan.. " Mama mempersilah kan kami.


Kamidia menggandeng tangan ku dan mengajak ku ke kamar nya.


"Pak Adit!! Kenapa Pak Adit nggak ngomong dulu ke saya! Kalau kita akan menikah malam ini!!" tanya Midia terlihat syook di raut wajah nya.


"Mid! Kamu jangan salah faham dulu! Aku juga nggak tahu! Ini semua rencana Mama dan juga Mama kamu!!".


"Ya setidak nya ! Kan bisa di omongin dulu!! Saya nggak persiapan apa pun!!" seolah Midia belum bisa menerima.


Tok! Tok! Tok!! "Permisi! Bisa kita mulai sekarang kan Mbak??? Saya Sindi mbak! Mau merias Mbak nya!!!"


"Masuk!!" kata ku membuka pintu.


Midia masih diam mematung, aku tahu pasti ia sangat Syok. Tapi mau bagaimana lagi, tidak mungki jika harus mengusir penghulu.


Seperti nya Mama sudah mempersiap kan rencana ini jaih jauh hari dengan matang.


Si Perias tidak hanya datang membawa makeUp saja.


Tapi juga kebaya berwarna putoh dan jass untuk ku. Pantas saja, sejak turun dari mobil aku merasa ada hal yang aneh.


Cattering yang tersedia begitu beraneka ragam dan berjumlah banyak..

__ADS_1


Aku menggenggam tangan Midia,untuk menenang kan nya.Meskia Ia terlihat sangan nervous.


"Kamu Grogi???"


Gadis ini mangangguk dan menatap ku sayu "Maaf kan aku, jika aku merepot kan dan membuat mu sedih.."


"Tidak.. Bukan itu maksud ku-"


"Aku tahu?? Kamu belum siap kan??? Kita lewati hari ini bersama sama.. Aku berjanji, aku tidak akan melakukan apa pun setelah ini" ucap ku dengan Lembut.


Kamia mengangguk. Aku sangat faham bagaimana perasaan Midia saat ini. Dengan lembut aku menuntun dan menengkan nya.


Midia benar benar terlihat sangat cantik.


"Kakak Midia!!!" Tristan berhamburan memeluk Kamidia.


"Tristan!!!" Midia menyambut pelukan dari bocah ini, seperti nya membuat perasaan Midia membaik.


Anak ini mengantar kan kami duduk di depan Pak Penghulu.


Bahkan aku tercengan saat ini, kenapa tiba tiba sudah banyak orang disini?? Dan seketika decor nya berubah menjadi Mewah???


Mama memang jago dalam hal seperti ini.Pantas saja Mama ngotot minta acara pertunanagan nya di selenggarakan jam 10 pagi..


Sebelum Aku mengucapkan Sumpah suci, Papa Kamida memberi wejangan terlebih dulu padaku. Rasa nya seperti orang yang sangat bersalah.. karena aku membawa Kamidia berjalan sejauh ini. Meminta menikah dengan ku tanpa ada nya rasa cinta. Hanya untuk menjadikan nya Ibu untuk Tristan.


Dengan sekali tarikan Nafas..akutelah berhasil Mempersunting Kamidia. Mengucapkan dan berikrar Sumpah Suci di depan Penghulu.


Dan Mulai hari ini Kamidia saah menjadi Istri ku.


Ucapan selamat dan doa bertubi tubi mengalir untuk kami, Bahkan Erwin juga datang untuk menghadiri acara penikahan kami.

__ADS_1


__ADS_2