Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Transfer Dosa


__ADS_3

"Mas Budi.. Untuk pengajuan proposal hari ini sebaik nya di tunda dulu.."


"Pak Erwin.. Kalau proposal hari ini di tunda.. bagaimana dengan produk yang sedang berjalan?? kerjaan kocar kacir kalu gini cara nya.." Mas Budi bernada agak tinggi.


"Perintah dari Pak Adit Pak.. Kamidia masih belum bisa berangkat hari ini.."


"Seharus nya Pak Adit menginformasikan dulu ke saya..Bukan seenak nya begini menarik Midia! Midia tanggung jawab saya di kantor! jadi saya bisa merevisi jadwal pekerjaan nya! kami semua yang kena imbas nya.. Seenak nya saja mengembil alih tugas!"


"Maaf Mas..atas ketidaknyamanan nya.."


Ruangan Manager.


"Mas Budi marah Dit!" meletak kan kertas di atas meja Pak Adit.


"Soal???"


"Kamidia.."


"Lo tau kan Tristan nggak mau di tinggal sama Kamidia???"


"Wajar sih Mas Budi Marah, yang berhak memberi kewenangan cuti atau libur kan dia Dit.."


"Iya!! Nanti biar Gue yang ngomong sama Mas Budi"


"Coba Lo cek Produsen yan sudah berani nya menjual barang ke Kita dengan kwalitass rendah".


"Oke! Gue berangkat hari ini!!"

__ADS_1


Kamiidia belum sadar atas kedatang ku. Gadis itu masih sibuk dengan layar laptop nya. Sesekali menguap, pasti dia ngantuk karena dua malam ini tidak tidur. Pekerjaan nya pasti sudah menumpuk. Karena di tinggal dari kemarin.


"Makan dulu!" tawar ku, meletak kan bungkusan plastik di depan nya.


Sengaja sebelum kesini ,take away makanan untuk Dia


"Eh! Pak Adit.."


"Nanti sore, saya antar pulang. Tristan juga sudah boleh pulang".


"Baik Pak!.Apa ini Pak????" Midia bingung dengan amplop coklat yang ku berikan.


"Anggap saja Bonus, karena sudah menemani dan merawat Tristan... Saya nggak mau berhutang kebaikan sama kamu"


"Pak! simpan saja bonus nya..Saya ikhlas membantu! lagian kapan lagi saya bisa berbuat baik sama orang. itung itung nyari Pahala Pak!" sukurin, panas kan tuh telinga. Hahah maka nya jangan sok sama Gue Pak! di bantuin bukan nya bilang terimakasih.


"Kalau segala sesuatu di ukur dengan uang, kapan kita bisa berbuat baik sama orang Pak..kapan kita bisa ber buat ikhlas! ingat Pak nanti di akhirat..yang di tanya malaikat itu bukan berapa banyak aset yang kita Miliki, tapi berapa banyak amal ibadah yang sudah kita lakukan selama hidup di dunia Pak!"


"Saya sudah mendengar kan banyak ceramah Mid.. nggak usah di perjelas lagi. Niat saya juga baik.. kamu saja yang selalu suka melebih lebih kan.. Jatuh nya berprasangka buruk!"


"Ah! debat sama Pak Adit emang percuma!"


"Maka nya di terima. Saya tahu gimana miris nya kehidupan anak kost! Cepat makan.. besok jam lembur sudah menanti!"


Sial, kalau ngomong kenapa selalu Frontal gitu sih.


"Apa!!! Pak besok saya mau pulang kampung..masak harus lembur lagi sih.."

__ADS_1


"Itu bukan urusan saya Mid.."


"Ya elah Pak! sudah dua bulan saya nggak pulang kampung! kangen sama keluarga ..saya kan juga mau curhat sama Mama Pak.. Apa lagi saya habis Patah hati! saya mau cerita banyak sama Mama di rumah Pak!!"


"Itu bukan urusan saya!"


"Terserah Pak Adit aja deh! setiap Tangisan ibu itu membuat kita berdosa! jadi Kalau Mama saya nangis gara gara kangen sama saya, Pak Adit yang harus nanggung dosa nya! Salah Pak Adit, nggak ngebolehin saya buat pulang kampung!"


"Kamu ada ada aja Ya Mid! kadang otak kamu nggak sepenuh nya bisa berfungsi dengan Normal..Mana ada Dosa kamu saya yang nanggung?? Kamu pikir bakalan mempan??? Lebih berdosa lagi, Kalau Orang tua di jadikan alasan untuk mencapai tujuan tertetu!" Balas Pak Adit nggak mau kalah.


Pak Chairul dan Bu Ivone tertawa cekikikan mendengar kami berdebat.


Gara gara Pak Adit nih..bikin Martabat turun aja!


"Bu Ivone Pak Chairul.. sudah lama disini???" tanya ku canggung, malu woe malu kalau sampai semua percakapan ku di denger mereka


"Sepuluh menit yang lalu" sambil tersenyum. Rasa nya pengen mengganti wajah saja.


"Jangan hirau kan omongan Adit ya Mid!" kata Bu Ivone. Lalu meninggal kan kami.


Suka heran aja gitu, Pak Chairul dan Bu Ivone


orang nya baik banget. Kenapa punya anak macam Pak Adit?? Sabarr Mid..


Sebelum pulang tak lupa ku cium punggung tangan Bu Ivone dan Pak Chairul, sebagai orang yang lebih tua dari ku sekaligus Atasan di kantor, aku sangat menghormati beliau. Lagian Tristan sudah tidak merengek lagi.


"Mau makan apa?? Kita makan dulu sebelum saya antar pulang." pesan Pak Adit sebelum menyala kan mesin mobil nya.

__ADS_1


"Apa aja deh Pak! yang penting kenyang!" .


__ADS_2