
"Mas Budi... boleh saya ngomong sebentar sama Midia ????.." ijin Pak Adit dari ambang pintu, Kebetulan Mas Budi juga mau keluar,
"Silah kan..," Izin Mas Budi. Sebelum keluar dari kubikel.
"Mid!!sstt!!! Mid!! Hsss! Mid!" Mbak Dela memanggil ku seperti Ayam, sambil mengedik kan bahu nya dasar Miss Gosip.
"Apa Sih Mbak!!" Aku tak bergeming,masih Fokus dengan layar laptop.
"Tuh! sstt!!" sambil mengedikan bahu nya.
Bukan Mbak Dela nama nya kalau nggak paling cepat dalam hal berita. Langsung gesit menggeser kursi nya.
"Tuh! ada Pak Adit!" bisik nya
"Biarin aja lah!" jawab ku dengan cuek.
"Nyari'in Lo tuh Mid!!"
"Eheeem!!!! apa kalian selalu seperti ini saat bekerja!" tegur Pak Adit mendekati kami.
Mbak Della langsung menggeser kursi nya dengan teratur, kembali lagi ke posisi nya semula.
"Mid.. saya mau ngomong sama kamu.." kata Pak Adit membungkuk mensejajar kan posisi nya dengan ku. Membuat ku menjadi salah tingkah dan nggak enak sama mbak Dela.
"Ngomong apa Pak!" sumpah! parfum nya bikin nyaman di hidung.
Kini tubuh nya menelungkupi tubuh mungil ku, membuat ku canggung dan kikuk. Demi Apa pun, setelah ini pasti aku jadi bahan Bully di sini.
"Kita ke Pantry sebentar, saya mau ngomong serius sama kamu.."
Dengan ragu ragu, aku terpaksa mengikuti kemauan Pak Adit.
__ADS_1
"Pak Adit! mau ngomong apa!!" tanya ku dengan kasal setelah sampai di Pantry, ganteng sih iya.. tapi songong nya kebangetan.
"Membahas obrolan kita semalam di Whatsaap!" Pak Adit menatap ku dengan serius,
"Semalam??? yang mana??"Tanya ku dengan bingung. Gimanan nggak Bingung, Orang chat nya aja banyak dan enggak jelas! Berputar putar kayak komedi putar
"Kamu pura- pura Lupa??" Pak Adit menaik kan satu alis nya
Membuat ku mati kutu. Nggak! nggak mungkin Pak Adit serius dengan chat nya semalam.. Hallo Midia! bangun.. jangan Mimpi!
"Kalau becanda jangan gini dong Pak!"
"Mid Saya serius..Saya mau melamar dan menikahi kamu!"
"Hahahahah" aku terkekeh, bahkan terdengar sangat lucu, Saat Pak Adit mengutara kan ke inginan nya.
"Midia! saya Serius!!"
"Saya juga Serius Pak! memang sih saya lagi jomblo! tapi saya juga nggak Gampang Ge Er kali Pak!"
"Pak! saya memang berharap segera menikah Pada Waktu itu! Bahkan saat ini saya juga nggak mau main main lagi.. Bukan berarti saya menanggapi serius becandaan Pak Adit!"
"Saya nggak bercanda saya serius!! Kamu mau menikah kan dengan saya atau tidak!! Saya akan datang menemui orang tua kamu secepat nya, untuk melamar kamu.."
"Menikah?!! dengan saya?? Pak Adit! saya hanya akan menikah..dengan Pria! yang benar benar tulus mencintai saya!"
"Saya akan belajar untuk mencintai kamu!"""
"Saya nggak mau!!" tolak ku,
"Kenapa??? Kamu masih nggak percaya? Kalau saya serius ngajakin kamu nikah???"
__ADS_1
"Kita ini baru saja kenal Lho Pak?? Terus tiba tiba ngajakin saya nikah???? Emang nya saya perempuan apa'an?? Sekarang saya tanya ke Pak Adit!! Kenapa Bapak ngajakin saya Nikah???" Aku sendiri tak percaya dengan Pak Adit.
"Trisatan!!" jawab nya dengan tegas.
"Kenapa Dengan Tristan Dit!!" Pak Reza tiba tiba datang menghampiri kami. Seketika membuat raut Wajah Pak Adit menjadi kecut.
"Ngapain Mas Reza ke sini???"
"Kamu sendiri?? Kenapa disini??n bukan nya kamu harus meeting.." Seperti nya Pak Reza tidak mau kalah. "Tadi sih cuma lewat aja..tapi setelah mendengar kamu menyebut nama Tristan, aku langsung kesini".
"Apa kabar Mid?!" Tambah Pak Reza ,menyapa ku. Aku jadi nggak enak berada di antara Mereka.
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.p
"Mas! aku masih ada kepentingan sama Midia..bisa kan??Mas Reza meninggal kan kami berdua disini.."
"Pak Reza!!" Tiba tiba Mas Erwin datang seperti jalangkung, Fix aku berada di antara tiga cowok ganteng disini.
"Maaf Mengganggu..Meeting segera di Mulai, Staf dan perwakilan Karyawan sudah menunggu.."
Tanpa berbasa basi, alih alih menjawab Pak Erwin. Justru Pak Reza pergi begitu saja tanpa permisi.
"Maaf..Pak Adit, Midia!Permisi.." pamit Mas Erwin.
"Saya Juga Pamit Pak!" pamit ku beranjak dari Kursi, tapi tangan ku di jagal sama Pak Adit.
"Tristan Butuh ibu.. Hanya dari kamu, Tristan bisa menemukan Sosok seorang ibu. Kasihan..Tristan anak Yatim sejak lahir" Jelas Pak Adit membuat nya sendu.
Aku mematung, mendengar penjelasan Pak Adit. Hati ku terasa di iris, di balik senyum Tristan ternayata ada sepenggal kisah pilu.
"Mbak Desi meninggal kala melahir kan Tristan, belum di ketahui secara Pasti apa yang menjadi penyebab kematian nya.Mbak Desi jatuh dari tangga lalu tak sadar kan diri, Dokter tidak bisa berbuat apa apa selain mengeluar kan Tristan dari perut ibu nya" imbuh nya lagi, Membuat Hati ku semakin di Remas. Aku masih terdiam mematung.
__ADS_1
"Saya Mohon Mid..Fikir kan lagi, saya berharap kamu mau menjadi ibu untuk Tristan..Saya berjanji untuk membahagiakan kamu semampu saya..., Saya tunggu jawaban kamu Lusa"
Aku tidak bisa memberi jawaban apa pun selain Pergi dari hadapan Pak Adit. Mama, aku harus gimana??? Tristan bocahbitu sangt menggemas kan, apa lagi setiap kali bertemu.