
"Ngapain Lo ngelihatin Gue kayak gitu Mbak??" tanya Kamidia memperhati kan Dela dengan serius.
"Gue Lihat-lihat sekarang lo tambah padat Ya Mid!" jawab Dela terus memperhatikan bagian bagian tubuhKamidia, sambil mengaduk Es Teh di dalam gelas mengguna kan Sedotan.
"Gue tambah gemuk ya Mbak!!" Kamidia langsung memperhatikan anggota tubuh nya.
"Nggak! Maksud Gue, Lo itu semakin padat dan berisi! Tuh Dada Lo semakin besar!!"
"Mbak Dela!!" mata Kamidia melotot "Jorok banget sih Lo Mbak!!" Midia sangat risih mendengar kata kata Dela.
"Bilang aja..sering di elus, di pegang pegang gitu!!!dan-" Dela sengaja tidak menerus kan perkataan nya, namun tangan nya terus bergerak mempraktek kan sambil membayang kan dan ketawa.
Lalu Kamidia melempar nya dengan tisu.
"Mid! Gue cari cari malah Lo disini!" Kata Mas Budi menghampiri.
"Ya elah Mas!! Nama nya juga jam Istirahat! Mau kemana lagi kalau nggak Makan!!" Lalu kamidia kembali menyedot Minuman nya.
"File yang kemarin Gue minta Mana???"
"Masih Di Flashdisk! kenapa?? Mau dikerjain sekarang???"
"Ntar Di copy ya!!" Mas Budi langsung memakan makanan, yang tadi sudah di pesan.
"Mid! Mid!! Tuh Adit datang!!" Beritahu Dela mengedikan bahu nya.
Kamidia menoleh ke arah Adit yang baru datang dari arah pintu..karena posisi Kamidia duduk membelakangi arah pintu.
"Emang si Jamur kurap nggak ada pekerjaan lain apa?? Selalu nemplok Adit terus!" gerutu Dela dengan sebal.
"Jangan jadi Kompor Del!! Mungkin saja, mereka ada kerjaan bareng."
"Bareng apa??? Dari hongkong?? Bareng cukup di kerjaan lah! Nggak harus nemplok kemana mana! Kenapa nggak nemplok sama Pak Reza aja!! Dia kan sekretaris nya Pak Reza!!
"Eh! Malah kemana - mana sih omongan Lo!" Mas Budi kembali menyantap.
"Iya Lah!! Mas Budi tuh!! Bawaan nya membela si Jamur kurap kudis itu!! Dasar cowok sama aja!!!"
"Eh!! Kok jadi kaum Gue sih yang Lo judge jelek! Bukan nya Gue membela Renata Del-"
"iya-Nggak membela! Tapi terus mendukung ulah bibit Pelakor!!!" Dela sangat kesal
"Eh!!!" Mas Budi tidak bisa berkutik lagi..Kalau Dela udah nerocos..nggak ada yang bisa ngelawan Dia.
__ADS_1
"Tuh Mid lihat!! Pake baju kantor kayak ke Club Malam aja!! Itu tuh ya..tujuan nya biar Adit tergoda!! Pokok nya! Jangan sampai Ikan bandeng kalah sama ikan asin!!!" kata mbak Dela sambil mrengut.
"Mbak Dela???" Aku tidak menyangka Mbak Dela sangat sensitive Pada Renata.
"Masak sih Lo diem aja Mid?? Tuh Lihat!! Dari tadi nemplok terus sama Adit! Sok ngasih ini itu lah!!!"
"Mbak..aku nggak mau Ribut..malu! Ini kantin mbak!!"
"Kalu aku jadi kamu!! Sudah ku jambak! Jambak! tuh Rambut nya!" Dela menggebu gebu.
"Del! Lo tu apa'an sih!!" sela Mas Budi.
"Permisi Mbak?!? Ini dapat kiriman dari Pak Adit!!" kata Mbak penjaga stand makanan di kantin..sambil menunjuk Arah Mas Adit.
"Buat saya????" sambil menunjuk wajah ku sendiri dengan jari telunjuk.
"Iya Mbak! Mbak nama nya Kamidia kan???"
Aku hanya mengangguk "Makasih ya Mbak!!" Lalu aku melihat ke Arah Mas Adit.
Tapi ya Gitu Deh..Mas Adit pura- pura nggak melihat ku. Malah Asik ngobrol sama Renata.
"Apa'an tuh Mid??" tanya Mbak Dela memgintip ,bungkusan yang baru ku Buka.
"Mid! Kerjaan Lo udah beres belum???" tanya Mas Budi sambil mengetik.
"Udah sih Mas! Tinggal dikit doang!!"
"Tinggal aja! Biar di terusin Dela Nanti! barusan Adit nelfon?? Lo di suruh ke Ruangan nya??"
"Ngapain???"
"Mana Gue tahu???? Adit mulai nggak Profesional Nih!!!" goda Mas Budi.
...----------------...
Ruang manager.
Kamidia membuka pintu.
"Ada Apa Mas?!! Kenapa nyuruh aku ke sini???"
"Sini" Adit memberi Isyarat,lali Kamidia mendekat.
__ADS_1
"Aku lagi nggak enak badan!! coba pijit pundak ku!!!"
"Mau kemana?" Melihat Adit meninggal kan Kursi, lalu membuka pintu sebuah ruang kecil di Ruangan nya.
"Pijit di kamar aja! Sekalian aku mau Istirahat". Beri tahu Mas Adit, saat membuka Gagang pintu.
Aku baru tahu, ternyata di ruangan nyq ada kamar gini..nggak Luas sih?? Tapi cukup nyaman..tertata Rapi juga. Lengkap ada kamar mandi dalam nya juga.
"Eh!! Mau ngapain!!!" Melihat Mas Adit mulai membuka kancing kemeja.
"Kamu kan tahu! Aku nggak bisa tidur pake baju kaya gini!!!" Setelah kemeja nya di lepas, kini giliran celana juga yang di lepas.
Seperti naik Kuda! Aku menaiki tubuh Mas Adit dengan posisi nya yang tengkurap lalu mulai ku pijiy bahu nya
"Kamu sakit Mas??"
"Nggak!! Capek aja!"
"Terus meeteng nya gimana???"
"Udah selesai! Biar Erwin yang ketemu Klien!!"
Lalu Mas Adit meminta dipijit kepala nya.
Dengan Tidur di pangkuan ku.
"Udah! udah Mid!!" Mas Adit beranjak Untuk duduk.
"Mau kemana!!"
"Kerja Lah! Mau ngapain lagi..."
"Sini sebentar!!!" Mas Adit menarik tangan ku, sehingga membuat ku terduduk lagi di tepi ranjang
"Mas Adit Mau ngapain???!!" sambil mendorong tubuh ku, lalu memeluku dengan erat. "Mas Nanti di lihat orang!!!"
"Nggak ada yang berani kesini!!" Mas Adit menenggelam kan wajah nya ke dalam dada ku.
Lalu ku elus kepala nya.
"Kamu kenapa sih Mas? Nggak biasa nya gini??"
"Kepala ku pusing mau pecah!!".
__ADS_1