Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Mulai Posesiv


__ADS_3

"Mas!! Mas Adit!!" panggil Mbok Ngat sambil mengetuk pintu.


"Ada apa Mbok??" Midia yang membuka pintu.


"Ada Pak Reza di depan Mbak.."


"Mas Reza?? Suruh menunggu sebentar ya Mbok!! Aku panggil Mas Adit dulu!"


Kemudian Mbok Ngat menemui Mas Reza di depan.


"Ada Mas Reza tuh Mas di depan!" beritahu Midia dari balik pintu, karena saat ini Adit sedang Mandi.


"Ya! Ini sudah selesai kok!!"


Midia berinisiatif untuk menemui Reza, sambil menunggu Adit selesai Mandi.


Seperti biasa, Midia hanya mengenakan celana pendek saja sehingga Paha Mulus nya terlihat menggoda dengan kaos rumahan berwarna Mint.


Meski terlihat sederhana, namun pesona Kamidia begitu seksi dan menggoda. Apa lagi rambut nya yang di kucir kuda.


"Mas Reza! Maaf! Nunggu lama yach!!" sapa Kamida duduk di ujung sofa, meski begitu Posisi mereka saling berhadapan.


"Nggak kok Mid! Adit nya ada??? Oh iya..Mana Tristan kok nggak kelihatan.."


"Mas Adit baru ganti baju, bentar lagi juga keluar..Tristan menginap di rumah Mama Mas! Kata nya hari ini mau jalan jalan.." jelas Midia.


"Nunggu Lama ya Mas!!" tiba tiba Adit datang menatap Kamidia dengan intens dengan tatapan tidak senang.

__ADS_1


"Enggak! tadi habis ketemu Klien dari Filiphin..Aku sempt kewalahan menangani nya untung saja ada Renata.. Anak itu memang benar benar cerdas! Bisa di andal kan!!". Puji Mas Reza karena sangat kagum.


"Gima tadi hasil nya.."Tanya Adit dengan datar.


"Mereka sepakat untuk bekerja sama Dengan perusahaan kita.. Tinggal meninjau Lokasi saja, ada dua pilihan.. Kita Buat Pabrik baru..atau kita ikut Pabrik mereka.." jelas Mas Reza.


"Kemarin sih dengar dari Mas Budi, kita sudah dapat lahan untuk Pembangunan.. tinggal menunggu hasil rapat saja..baru kita anggarkan biaya lokasi dan Alokasi nya.." Imbuh Kamidia.


"Gimana Dit??"


"Aku belum membaca proposal dan rencana kerja..jadi aku belum bisa memberi keputusan.. Selain itu aku juga belum meninjau lokasi Baru atau Pabrik yang sudah siap.."


"Perusahaan memang beruntung punya karyawan seperti Renata dan juga Istrimu... Perempuan perempuan hebat pekerja keras.." Puji Mas Reza.


"Renata dan Midia punya peran masing masing di bidang nya Mas.. Perusahaan membayar mereka dengan Mahal.. Jadi Wajar saja kalau mereka harus memberi Kontribusi terbaik mereka. Besok biar Erwin yang mengatur jadwal meeting kita di kantor". Lagi lagi Adit hanya menanggapi nya dengan dingin.


"Saya dengar beberapa waktu Lalu.. Kamu berantem sama pemborong di Lokasi baru ya Mid???" tanya Reza. Mengalih kan pembicaraan


"Hahaha aku acungi jempol buat keberanian kamu!"


"Ya Ampun! Aku sampai Lupa nawarin minum Mas Reza.. Mas Reza mau minum Apa??"


"Apa saja yang ada.." Jawab Reza tersenyum ramah.


"Aku ke toilet sebentar Mas!" pamit Adit, sebenar nya dia menyusul Kamidia di dapur.


"Mid! Masuk kamar.. Udah nggah usah keluar lagi!" perintah Adit dengan wajah yang serius.

__ADS_1


"Kenapa??" Midia nampak bingung.


"Biar Mbok Ngat yang membuat Minum."


"Kamu kenapa sih Mas!"


"Coba liat Penampilan kamu!! nggak sopan banget! cuma pake celana pendek sama kaos tipis gitu..buat nemuin tamu! Aku malu tau nggak!! Kayak embak embak di pinggir jalan aja!!" Nada Adit naik satu oktaf.


Midia mengerucut kan bibir nya dan segera masuk ke dalam kamar dengan perasaan kesal.


Midia menangis di tepi Ranjang. Kata kata Adit memang keterlaluan. Masak Midia di sama kan dengan embak embak di pinggir jalan.. Apa coba Maksud nya .


Tak Lama kemudian, Adit kembali menyusul nya.


Duduk di sebelah nya. "Kok nangis Sih Mid!"


"Terus aku harus ketawa gitu????" sambil mengirup ingus nya. Srok srok srok


"Ngapain coba kamu nangis kayak gitu???"


"Aku sakit hati sama omongan kamu tadi! Malu punya istri kayak aku!! Kenapa dulu nikahon aku!! Terus kamu juga bilang!! Aku kayak embak embak di pinggir jalan!!"


Aditya menghela nafas sambil memijat mijay pangkal hidung nya. "Mid..Aku tuh perduli sama kamu..Kalau aku nggak perduli. Aku nggak bakalan negur kamu.."


"Mau kamu keluar pake Bra kek! Cd ke! Atau telanjang pun! Aku nggak bakal negur kamu! Dari tadi Mas Reza tuh terus memperhatikan kamu!! Kamu nggak ngerasa ya?? Atau emang sengaja?? Pake muji muji kamu segala!!"


"Sebagai Pria normal! Pasti Mas Reza tertarik sama tubuh kamu!! nggak sadar celana kamu pendek banget!! Baju kamu juga tipis gitu!! Aku cuma nggak mau ada orang lain yang menikmati tubuh kamu selain Aku Mid!! sekali pun cuma mata!!" Adit nya merasa kesal dengan sikap ke kanak kanakan Midia,

__ADS_1


Adit memilih untuk pergi dari kamar.. Baru saja memegang gagang pintu.


Midia melempari nya dengan Bantal "Aku nggak terima di bikang kayak embak embak di pinggir jalan!!! Aku mau pulang ke Rumah Mama!!!" Umpat Midia.


__ADS_2