
Adit Pov
aku datang bersama teman teman ku untuk makan di kantin. Ternyata di sana sudah ada Kamidia dan teman teman nya,
Ku Akui penampilan kamidia sangat menarik dan cantik.. Dia memilih berangkat ke kampus sendiri tanpa membangun kan ku.
Mungkin saja Dia masih marah, Aku tahu kalau aku salah.. Tapi sebagai Istri setidak nya Kamidia harus berpamitan dan ijin kepada ku terlebih dahulu jika ingin pergi.Walau semarah apa pun itu
Kamidia benar benar keterlaluan, Di depan suami nya saja , dia malah cekiki kan di goda sama bocah songong yang sok kaya itu.
Seharus nya Kamidia bisa menjaga sikap. Telinga ku sakit mendengar anak songong itu selalu merayu dan memuji Kamidia.
Mau kemana lagi Dia??
Baru saja beranjak dari kursi nya tiba tiba Elgin datang nyamPerin Kamidia.
"El! baru aja Lho aku mau nyamperin kamu.."
"Tugas ku udah selesai kok Mid!" sambil menyodor kon satu lembar uang seratus ribu dari dalam dompet nya.
Benar - benar membuat darah ku mendidih.
"Ya!!! Baru aja mau Gue ajak kenalan!! Malah sudah ada Do'i nya!!" Celetuk Jefri.
"Dasar Lo Jef! Kalau ada yang bening mata Lo jeli banget!!" Ledek Aryo
"Dari anak baru yang Gue lihat! Cuma dia tuh!" sambil menunjuk Kamidia "Yang cantik! Cara berpaikain nya aja Elegan.. Nggak norak kayak temen temen nya!" puji Jefri.
Adit hanya bisa menahan kesal, dikala teman teman nya memuji Kamidia.
"Dit! Lo kenapa!!" tanya Aryo
"Enggak kenapa kenapa!!" Mengalih kan pandangan nya, padahal dari tadi selalu mencuri curi pandang pada Kamidia..
" Menurut Loh cewek yang pake kemaja berwarna putih itu Gimana??" tanya Aryo lagi.
"Biasa!" jawab Adit Datar.
__ADS_1
Adit terus mencuri curi pandang ke Arah Midia. Sampai lah tatapan mereka bertemu.
Adit menatap nya dengan tajam.
Apa sebenar nya Mau Kamidia! Kenapa malah minta uang sama Elgin.
Jangan kan seratus ribu! Satu juta aja bakalan aku kasih.
"Makasih ya El!!" Kamidia tak perduli dengan tatapan tajam Adit. ia kembali duduk di kursi nya.. Bercanda dengan teman teman nya. Biar tahu rasa!!
Dari tadi Mas Adit terus menatap ku, aku jadi bergidik ngeri. Apa dia Marah??? Ngapain marah! Salah sendiri pagi ini nggak bertanggung jawab! Membiar kan istri nya meminjam uang sama Mantan pacar nya.
"Mid! Boleh dong Gue mampir ke Rumah Lo!!" pinta Jordan, aku hanya tersenyum. Ku rasa Mas Adit mendengar nya.
"Pulang aku antar ya Mid!!! Tenang..Mobil Gue baru! Masik ada plastik nya!!".Rayu Jordan Lagi.
"Mid!! Ra!! Tuh Lihat cowok yang tadi Pagi!! Duduk berhadapan sama Kita???" kata Naima mulai mencari perhatian dengan heboh.
"Masih gantengan kita kali!!" celetuk Wahyu
"Mid!! Gue mau ngajak kenalan tuh cowok!! Tuh mereka senyum senyum ke kita!!! Ya Ampun.. Ganteng banget!!!!" imbuh Naima dengan percaya diri nya. Ya Ampun kenapa jadi begini.
Memang benar, Dua teman Mas Adit melambai kan tangan nya ke arah kami.
Naima benar benar nekat membalas lambaian tangan mereka..Sedang kan Aira terpaksa ikut tersenyum.
Mas Adit masih menatap ku dengan dingin. Teman Mas Adit datang menemui kami.
"Hai cantik! Anak baru ya! Kenalin aku Jefri!"
"Hai! Aku Naima!" Naima menjabat tangan Jefri "Senang berkenalan dengan kamu Jef.."
"Eh! kok nggak di kenalin sama temen teman nya sih Naima!!" pinta Jefri
"Kenalin dong Guys!!! Ini Aira! ini Wahyu dan dia Anak raja Minyak! Nama nya Jordan!! Dan yang sibuk sama hape nya itu..nama nya Kamidia!" Naima memperkenal kan teman-teman nya pada Jefri
Aira menjabat tangan Jefri, Aku sibuk dengan dengan layar ponsel ku. Ternyata Mas Adit mengirimi pesan Chat. Kata nya mau ngomong sama aku.
__ADS_1
"Mid!! Kok diem aja sih Lo!! Ni Jefri ngajak kenalan.."
"Oh! Kamidia! " Kamidia hanya mengangguk kan kepala, tanpa menjabat tangan Jefri.
Kemudian Mas Adit datang bersama Aryo menyusul Jefri , dan berkenalan dengan kami
"Adit!" Saat mas Adit menjabat tangan ku sambil diremat dengan keras.. Berpura pura untuk berkenalan.
Kamidia meringis merasakan sakit di telapak tangan
"Aku Naima!" Tiba tiba Naima mengulur kan tangan nya, disaat Adit masih menjabat tangan Kamidia.
Lalu buru buru melepas tangan Adit.
"Adit!" jawab nya memlerkenal.kan diri kemudian menjabat Naima
"Aku Panggil Mas Adit aja ya!! Biar lebih sopan.." kata Naima mencari perhatian Adit.
"Terserah kamu saja!". Adit hanya menjawab ala kadar nya saja.
"Mas Adit..boleh Minta nomer Wa nya nggak?? Siapa tahu..aku nanti nya bisa minta bantuan kamu Mas.. Secara kan Mas Adit udah berpengalaman dalam pengambilan S2, kebetulan juga kita satu jurusan!! Boleh yach!! Please..." pinta Naima dengan mengatup kan kedua tangan nya penuh dengan permohonan.
Kamidia langsung membuang Muka.. Tidak menyangka jika Naima memang senekat ini.
"Aku lupa nomor ku Naima!"
"Oh gitu..kalau Medsos ada kan Mas??? Instagram atau Facebook punya dong pasti nya??" Naima tidak mau menyerah.
"Maaf Naima..aku tidak punya MediaSosial!!"
"Waah! Jarang lho ada orang kayak Mas Adit! Hari gini??? Nggak punya Akun Medsos.. Wiih keren banget!!!" Naima terus mencari perhatian Adit. Tapi tidak di tanggapi oleh Adit
"Aku buru-buru, masih ada keperluan!!" Lalu pergi.
Tak lama kemudian Ponsel kamidia bergetar. Ternyata Adit mengirimi nya pesan
"Gue duluan ya Guys!!!" Pamit Kamidia.
__ADS_1