
Ya Ampun ternyata sudah jam setengah setengah empat sore. Hihiho jarang jarang bisa tidur sampai jam segini..Mumpung cuti dinikmati aja.
Tadi habis makan siang, aku kembali ke kamar Tristan Ikut tidur disana.
Aku sendiri belum siap untuk tidur satu ranjang sama Mas Adit. Kalau bukan karena kemarin di Bandung saja.
Disisi Lain Mas Adit sendiri belum atau entah sengaja tidak menawari ku untuk tidur dikamar nya.. Mungkin saja juga belum siap untuk tidur satu Ranjang dengan ku.
Jadi tadi sewaktu tiba, aku langsung membawa masuk koper ku kedalam kamar Tristan.
"Mbok!! Mas Adit belum bangu ya???" tanya ku saat Mbok Ngat menyapu di ruang tengah.
"Lho, apa Den Adit nggak pamitan Mbak?? Tadi sekitar jam 2 den Adit Pamit berangkat ke kantor"
"Mungkin sengaja nggak mau ganggu aku kali Mbok!"
"Iya Mbak! Tadi Aden bilang, kasihan kalau Mbak Midia bangun.."
"Oh Gitu.." jawab ku.
Tidak lama kemudian Mas Adit datang.
"Tristan Mana Mid???" tanya nya, duduk di sebelah ku.
"Di Depan..main sama anak anak komplek! Tadi izin mau main bola"
"Kenapa nggak di suruh pulang?? Sudah sore.."
"Tadi udah aku bilangin, jam 5 harus pulang.. Jangan terlalu di tekan.. biar kan Tristan menikmati masa bermain nya dengan bahagia. Tadi ke kantor ya???"
"Iya! ada masalah sedikit sama Sistem!"
"Terus sekarang gimana???"
__ADS_1
"Udah bisa di atasi, Ya udah aku mandi dulu .." Pamit nya.
Adit Pov
Malam ini aku melihat Midia menemani Tristan belajar di ruang tengah. Sedangkan aku, selonjoran di atas sofa sibuk dengan Tab ku.
seperti anak dan induk kucing saja, setelah selasai belajar. Tristan menggulat Kamidia sampai terguling di atas lantai sambil tertawa cekikik kan.
Perempuan ini memang pintar mengambil hati Tristan.
"Tristan! Kakak nya capek.. jangan di gulat terus!" perintah ku.
"Ah om Adit suka ganggu aja!!!"
"Berdiri Mid! Bisa bisa gepeng nanti! Udah kurus kecil digulat lagi!" sambungku.
"besok lagi ya! Kakak capek!!" nafas Midia Ngos ngosan. "Ayo cuci tangan.. Minum susu terus tidur" sambung nya.
Aku masih sibuk membaca laporan dari Erwin.
"Belum..laporan nya belum selesai.. "
"Sudah malam..jangan terlalu di forsir..besok kan masih ada waktu."
"Mau kemana??"
"Laper!!"
Aku tidak bertanya lagi sampai Kamidia kembali dan melewati ku. Hingga pagi menyingsing.
Ada yang berbeda di rumah ini Tentunya Lebih ramai.
Kamidia sudah heboh dengan Mbok Ngat di dapur, menyiap kan bekal dan sarapan untuk kami.
__ADS_1
Kebetulan hari ini hati Sabtu , Tristan juga sudah berangkat ke Sekolah bersama Pak Yatin.
"Bisa menghandle Rumah dan kantor??? Kalau kamu merasa repot.. Lebih baikdi rumah aja Mid.."
"Enggak kok!! Sama sekali nggak repot!! Lagian udah kangen sama temen temen di kantor!!"
"Mas Budi????"
"Semua nya! Aku nggak bisa kalau berdiam diri di rumah"
"Terserah kamu aja! Yang penting jangan sampai Tristan nggak ke urus!"
"Iya aku tahu!!"
"Nanti aku mau keluar sebentar..." ijin ku pada Kamidia.
"Kemana???"
"Ketemu temen temen.."
"Dimana???"
"Makan aja sih.. Ngumpul doang! Mumpung Free..kalau kamu mau jalan, silah kan yang penting saat Tristan pulang.. Kamu sudah ada di rumah???"
"Aku jalan sendiri??? Kamu jalan sendiri???"
"Iya!! Aku kan sudah bilang Mid! Aku nggak akan mengikat mu.."
"What??? Rumah tangga macam apa ini??? "
"Mid! Aku tahu! Kamu belum siap sepenuh nya.. Aku cuma nggak mau kamu tertekan"
"Mas! Terserah kamu aja lah Mas!! Aku nggak tahu komitmen aapa yang kamu maksyd kemarin..
__ADS_1
"Mid!! Aku sedang belajar! Di sisi lain aku juga nggak mau mengekang kamu.. Aku juga nggak mau egois!!"
"Terserah!!!!!!"