Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Tidak menyangka


__ADS_3

"Pokok nya! Lo harus mempresentasikan RPK kita dengan sebaik baik nya!" pesan Mbak Dela penuh semangat.


"Siap Mbak!!" kata ku menata Lembaran kertas.


"Jangan sampai kalah sama si Jamur Kurap!!"


Kamidia mempresentasikan RPK (Rencana Program Kerja) dengan sempurna. Hanya Adit saja yang nampak biasa saja tanpa berEkspresi. Dasar, jadi Manusia Cuek banget sih!


Semua orang memberi selamat dan bertepuk tangan. Akhir nya Finall juga, setelah mngorban kan banyak waktu dan menyita pikiran di tambah lagi Drama dengan Bu Renata. Dia kan se usia Mas Dit, tanda nya lebih tua dari ku.


Panggil aja dia dengan sebuta Bu, enak aja di Panggil Mbak. Bisa gede kepala dia.


"Awww!! Pekik ku. Tiba- tiba Bu Renata menarik ku saat aku membuka pintu Toilet. Kenapa sial banget sih! Harus ketemu dia di Toilet.


"Sakit tahu!!!" Lalu ku hempas kan tangan nya.


"Kamu pikir kamu siapa Hah!! Jangan bangga! Kamu Nggak tahu apa-apa tentang Adit!! Aku yang lebih Faham dan tahu siapa Adit"


"Kenapa tiba tiba jadi membahas Mas Adit!!"


"Kamu itu nggak pantes jadi istri nya Adit Kamidia!! Kamu siapa??? Kamu berasal dari keluarga Rendahan! Pendidikan mu saja Rendah nggak selevel dengan Adit!!"


"Jaga mulut ibu Ya!! Bu Renata boleh menghina saya! Tapi saya tidak suka Ibu merendah kan keluarga saya!!!" Kamidia mulai terpancing.


"Kamu lupa berkaca?!! Harus nya kamu tahu diri!!! Adit nggak pantes buat kamu!! Saya peringat kan sekali lagi!! Lebih baik kamu tahu Diri!!!" kata Renata sebelum pergi dari toilet.


Kamidia benar benar marah dan tersinggung atas ucapan Renata. Dasar Perempuan tidak tahu diri.


Semua kesalah fahaman harus segera di selesaikan agar tidak berlaru larut. Tentang Kamidia, dia perempuan yang sangat keras kepala dan peka mudah merasa, . Aku sudah membawa nya terlalu jauh melangkah. Semua harus jelas dan selesai hari ini.

__ADS_1


Untuk Renata, Perempuan yang dulu pernah dekat dengan ku..banyak kenangan yang telah ku habis kan bersama dengan nya.


Bahkan sempat ku kubur dalam dalam kenangan ku bersama nya dulu. Tapi entah bagaimana, kini ia hadir kembali setelah aku memiliki kehidupan baru bersama Kamidia.


yang Terkadang membuat ku gamang.


Kemudian setelah makan siang, aku mengajak Renata ke Ruangan ku untuk bicara


"Mau ngomong apa Dit???" tanya Renata ceria


" Ngobrol aja Sama Lo.. Kaya nya kita udah Lama nggak mengobrol santai!" sambil ku suguh kan secangkir kopi.


"Hahahah Gaya Lo!! Kenapa????? Lo kangen sama Gue??" tanya Renata dengan percaya diri nya.


Adit tersenyum Ramah sambil mnyerutup kopi nya.


"Lo mau ngobrol apa sih!! Bikin Gue penasaran aja!!" Renata mulai menyerutup kopi.


"Maksud Lo???""


"Sebaik nya mulai hari ini kita harus saling menjaga dan menghormati..Lo kan juga sudah tahu..sekarang Gue sudah menikah" Jelas Adit agak sungkan..


"Hhahaha jadi Istri Lo cemburu??? Dasar ke kanak kanak kan! Lo cuma mau ngomong gitu doang sama Gue???" Renata terkekeh.


"Dit! Kita ini berteman sejak duduk di bangku SMA. kita kuliah bareng.. Bahkan kita sangat dekat.. Dan Bahkan juga kita hampir lebih menjadi seorang teman.. Masak sih?? Cuma gara gara sekarang kita dekat lagi.. Lo nyuruh Gue jaga jarak!!!" jawaban Renata menohok.


"Ren.. sekarang Gue udah punya Istri??? Beda sama dulu.."


"Berikan alasan ke Gue! Agar Gue bisa menjauh dari Lo! Jujur aja Dit! Gue menyesal!! Andai Gue bisa memutar waktu..Gue nggak bakalan nyia nyia'in Lo!! Gue bakalan nerima permintaan Lo di saat itu!!" jawab Renata penih Emosional.

__ADS_1


"Sudah Lah Ren..semua sudah berlalu.."


"Aditya!!! Asal Lo tahu! Sebenar nya gue Kesini Buat Lo!! Gue berharap kita sama-sama bisa memperbaiki hubungan kita yang dulu!! Tapi kenyataan nya Sekarang Lo justru sudah menikah dengan perempuan Lain!!!" mata Renata berkaca - kaca.


"Nggak ada yang salah di antara kita Ren! Waktu yang membuat kita seperti ini.. Aku enggak pernah menyesal dengan semua nya! Aku berharap..kamu mengerti!"


"Katakan! Katakan!! Berikan aku alasan yang tepat!! Agar aku tidak mengharap kan mu lagi!!" Air mata nya mulai menetes, namun di usap nya dengan kasar.


Benar - benar sakit melihat Renata seperti ini.


"Renata!! Aku ini Pria yang sudah beristri! Aku tidak mau menyakiti Kamidia ataupun kamu!! Kamu bersikap seolah olah, kita masih seperti dulu! Ada perasaan yang harus aku jaga! Dan aku tidak mau membuat mu berharap dalam ketidakpastian!!" Adit mulai serius.


"Apa tidak ada kesempatan untuk ku lagi Dit? Apa kesalahan ku benar- benar Fatal????" Sejenak Renata memejam kan mata nya.Apa kamu benar benar mencintai Kamidia??? Apa kamu benar benar bisa melupa kan ku??"


"Renata!! Mengerti lah dengan kehidupan yang sekarang kita jalani!". Adit mulai menurun kan nada bicara nya.


"Apa kamu benar-benar mencintai nya??? Sampai sampai kamu bisa melupakan ku, melupakan kenangan yang pernah kita lewati bersama sama dengan begitu saja".


"Aku tidak perlu lagi menjelas kan nya.. Aku harap kamu mengerti!"


Renata menatap mata Adit dengan tajam, Air mata nya terus mengalir. Ku Lihat kepedihan di hati nya, Renata menangis tanpa bersuara.


Ku peluk perempuan yang dulu pernah menemani ku,untuk menenang kan nya sebagai sahabat.


"Aku tidak memutus kan hubungan dengan mu Ren..hanya saja kita tidak bisa seeprti dulu, Aku akan tetap ada untuk membantu mu.." Sambil ku elus pundak nya.


Tangis nya semakin dalam, membasahi Kemeja ku.


Lalu Renata mengangkat wajah nya dan menatap ku setelah puas menangis "Berikan aku tanda perpisahan..Agar aku bisa melupakan dan tidak berharap pada mu lagi Dit..".

__ADS_1


Ku angkat wajah nya, Namun Tiba tiba Renata Justru membalas nya dengan ciyuman yang sangat dalam.


"Mas-" Tiba - tiba Kamidia datang, semua berkas yang ia pegang jatuh berserakan setelah melihat Kami.


__ADS_2