Bisniss Cinta Dengan PakBoss

Bisniss Cinta Dengan PakBoss
Tulus


__ADS_3

Nggak tahu kenapa, kenapa sebagian dari mereka melihat ku dengan aneh.. Bahkan ada yang Bisik bisik. Bodo amat lah, ini pasti Gara gara Pak Adit.


Awas aja kalau nanti Gue udah jadi nyonya Sasmita! Lewat semua Lo! Heheheh. Eitss ngebatin Sasmita, jadi bikin kambuh sakit hti Deh..


Apalagi kalau teringat kata kata Pak Asit kemarin, rasa nya pengen Gue gamoar mulut nya.


"Kak Midia!!!!" teriak Tristan dari ujung pintu Lobi berlarian mendekati ku,padahal baru aja selesai Passcard untuj Absensi.


"Lho!! Kesini sama siapa???" tanya ku sambil clingukan. "Kenapa nggak sekolah atuh???" sambil ku cubit pipi nya.


"Sama Papa! Tuh di sana!" sambil menunjuk ke Arah Pak Reza.


"Kenapa nggak sekolah????"


"Tadi bohong sama Nenek! Tristan bilang, kalau Tristan sakit! Biar ikut Papa ke kantor! Ketemu sama Kakak!" jelas nya dengan polos.


"Eh!! Nggak boleh gitu!! Bohong itu dosa!"


"Habis nya??? Mau ikut Om ke kantor nggak di bolehin.." jelas nya lagi.


"Pagi Mid..." sapa Pak Reza mendekati kami.


"Pagi Pak!!" sambil ku angguk kan kepala.


"Pa!! Tristan mau ikut Kak Midia!! Boleh ya???" rengek anak ini.


"Tristan..Kak Midia nya kan kerja! Ikut Papa aja ya??" jawab Pak Reza.


"Nggak mau!! Tristan mau ikut kak Midia!!"


"Eh!!!" Gimana ini,Cucu Mahkota mulai berkaca kaca, setiap keinginan nya harus segera dituruti nih kayak nya.


"Ssssstt! Tristan nggak boleh membuat keributan.. Boleh kok ikut Kakak! Tapi janji nggak gangguin Kakak ya???" bujuk ku.


"Iya kak! Tristan janji." ucap anak ini bersemangat.


"Mid..Maaf ya lagi-lagi harus ngerepotin kamu.."

__ADS_1


"Nggak apa apa Pak.. Ya sudah saya masuk duku ya Pak.." pamit ku.


"Kamidia tunggu!!" Pak Rwza menghenti kan langkah ku.


"Iya Pak..ada apa????"


"Sekali lagi Terimakasih..Oh ya..gimana kalau nanti siang kita Lunch bareng..."


"Lunch bareng????"


"Iya!! Kamu bisa kan????"


"Aduh!! Kita lihat nanti aja ya Pak??"


"Saya tunggy jawaban nya"


...----------------...


Kebetulan di ruangan baru Mbak Dela saja yang nampak, Seperti nya Mas Budi belum datang.


"Mid..Lo kok bisa ngajak keponakan Pak Boss kesini sih???" tanya Mbak Dela dengan heran.


Tristan langsung duduk di sofa sambil bermain Tab di tangan nya.


"Masalah nya ini tuh jam kerja Kamidia????"


"Gue tahu mbak!! Kalau mau dimarahi.. Biarin aja! Oh ya.. Ini coklat apa'an sih???" tanya ku sambil mengambil coklat yang ada di meja kerja ku.


"Ayang lah!!"


"Ayang??? Maksud nya-"


"Siapa lagi kalau bukan Adit!! Tadi Erwin yang nitipin kesini!! Kata nya buat Lo dari Pak Adit!!"


"Ohhh..."


Coklat ini lalu ku Bagi dengan Mbak Dela juga Tristan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Mas Budi datang, tetap dong dapat bagian coklat nya.


Tristan sangat menurut tidak membuat keributan sampai jam istirahat.


Jurus jitu menjinak kan anak kecil, Pak Reza emang pengertian, di dalam tas anak ini terdapat beberapa makanan cemilan yang tentu nya Cemilan orang kaya dan beberapa kotak susu.


Lumayan lah, aku sama mbak Dela bisa ikut nyemil gratiss hehehe.


"Mid..." Pak Adit mendatangi kami, Gue nggak mau aja kelihatan nggak profesional di depan Mbak Dela. "Tristan???"


"Iya Pak!! Tadi pagi ikut Pak Reza ke kantor..tapi ikut saya kerja Pak.. Maaf sebelum nya".


"Mid! Gue tadi Take Aaway nasi Padang Favorit Lo!!" kata Mas Budi saat masuk ruangan.


Wajah Pak Adit langsung berubah "Kalian kompak sekali ya??" kata nya


"Biasa lah Dit!! Satu team kan harus kompak!" Mas Budi masih nggak ngeeh dengan maksud Pak Adit.


"Mid.. Saya tunggu di Ruang Manager! Sekalian ajak Tristan!!" perintah nya.


Ternyata di ruangan Pak Manager alias Pak Adit Sasmita sudah tersedia makan siang disana.


"Lunch disini saja!" titah nya.


aku menyuruhnya untuk makan, tapi KamiDia memilih untuk menyuapi Tristan terlebih dahulu.


tangannya sungguh terampil dan telaten. bahkan Tristan sendiri dibuat menurut olehnya. Tristan terlihat sangat bahagia, apa apa Kak Midia. Minta ini iti juga Minta nya sama Kak Midia.


perhatian dan kasih sayangnya terlihat sangat tulus bukan dibuat buat.


Meski aku tak begitu mengenalnya, aku yakin Kamidia adalah ibu yang baik untuk Tristan.


aku sendiri berusaha untuk membuka hati untuk belajar mengenal dan mencintai Midia.


"Mid.. Mengenai kata kata ku yang kemarin..tolong di pahami..Biar kamu nggak salah faham.."


"Saya mengerti Pak! " jawab nya singkat.

__ADS_1


"Jangan Lupa minggu depan kita Tunangan.."


__ADS_2