
Hari hari berjalan seperti biasa nya, Siang ini di pantry. Setelah berfikir panjang , aku memutus kan untuk Meminta Midia menjadi istri sekaligus ibu untuk Tristan.Gadis ini memang layak untuk menjadi pendamping hidup ku.
Masalah perasaan, aku berjanji untuk belajar dan menjaga Midia.
Baru kali ini ,aku mengenal gadis yang sangat
berbeda.
Ku lihat dari kejauhan, Midia sedang makan siang bersama teman - teman nya.
ku kirim pesan Wa kepada nya
Me : Mid.. bisa bicara sebentar????
Kamidia : Nanggung Pak.. lagi makan siang.
Me :Saya mau ngomong penting.
Pesan yang ku kirim, tak kunjung mendapat balasan Padahal sudah di baca.
Gadis itu malah cekikikan bersama teman teman nya, Mungkin sengaja untuk tidak membalas pesan Wa dari ku.
Lalu ku Kirim pesan chat lagi. Gadis itu hanya manatap layar hape nya..kemudian meletak kan kembali hape nya di atas meja.
__ADS_1
Tidak mungkin jika aku harus menyusul nya kesana, Apa kata mereka nanti. Apa lagi Kamidia suka berbuat sembrono.
"Kenapa Lo Dit!" tanya Erwin langsung duduk, menatap ku dengan serius.
"Win! menurut Lo?? Kamidia itu gimana??"
"Gimana?? apa nya yang Gimana?? Maksud Lo??" Erwin mengernyit, mungkin saja Erwin bingung, karena tiba tiba aku menanya kan peri hal Kamidia.
Lalu ku utarakan segala niat baik ku untuk mempersunting Kamidia kepada Erwin.
"Good! Gue setuju, dari sekian perempuan yang pernah deket sama Lo..Nggak ada satu pun yang bisa ngambil hati Tristan. Di depan Lo doang pada sok sayang! Kalau nggak ada Lo?? Tau sendiri kan??"
"Iya sih! tapi masalah nya..Gue nggak mau kelihatan, seolah Gue yang membutuh kan Dia,..Atur gimana kek! biar Gue bisa nyampein niat baik Gue ke dia!"
"Lo tau sendiri kan gimana Gadis Bar bar yang kadang fikiran nya nggak normal itu??"
"Kalau masalah kerjaan, gue siap Lo perintah-perintah. Tapi kalau masalah yang satu ini, Gue nggak bisa ngebantu Lo!"
"Percuma Gue ngundang Lo ke sini Win!" Kali ini Erwin benar - benar membuat ku kesal.
"Pokok nya Kamidia itu ibu yang tepat untuk Tristan..dan juga istri buat Lo.. Kalau sampai Lo telat bertindak, Gue Jamin Mas Reza yang bakalan ngedapetin Dia duluan!" Erwin malah mengkompori kompori.
"Nggak bisa! cukup kejadian sama Mbak Desi aja!..Gue nggak mau Tristan sedih untuk yang ke dua kali nya.." Telinga ku memanas setelah mendengar apa yang telah di kata kan oleh Erwin .
__ADS_1
"Maka nya itu Dit! Lo jangan sampai kalah cepat..kalau saingan Gue bukan Lo atau Mas Reza..Gue pastiin Gue bakal Maju untuk ngedapetin Kamidia"
Aku melempar Erwin dengan bulpoin yang ada di meja "Sialan Lo!" umpat ku.
...----------------...
Enak aja, Udah tahu lagi Makan siang pake kirim Wa segala. Gue tahu Pak.. pasti di suruh lembur lagi kan. Sok sok'an bilang mau ngomong penting.
Gue bakalan lembur Pak, tenang aja..nggak usah miscall- misColl. Emang enak Gue cuwekin. Rasain..terima pembalasan dari ku Hahah.
"Siapa Mid???" tanya sang Ratu Gosip, siapa lagi kalau bukan mbak Della.
"Biasa lah! Pak Adit..biasa, info lembur!!" jawab ku dengan cuek.
"Cieeee calon jodoh, perhatian banget sih???" Mbak Della mengedip kan satu mata nya dengan genit.
"Nggak mempan Mbak!! nggak usah ngeledekin Gue terus! Jodoh Gue masih ontheway! yang jelas Bukan Pak Adit Sasmita!! Gedek Gue!!!"
"Nggak segitu nya kaliii!! awas aja Lo ya... kalau sampe beneran berjodoh sama Pak Adit.."
"Mbak, Gue ini kacung biasa! sedangkan Pak Adit Sasmita anak pemilik dari Perusahaan ini.. Lo pikir Hidup Gue bakalan kayak di novel novel online gitu Mbak??? Gue cukup sakit hati karena di tipu sama si Elgin! Nggak mau lagi sakit hati gara gara Perbedaan status Sosial!! Gue sadar diri Woeee!!!" ucap ku ber api api.
"Siapa tahu Lo berjodoh??"
__ADS_1
"Jangan berhayal Mbak Della??? Gila apa!!"