
Karna hujan, Seina jadi susah jika harus memegang payung sambil mengayuh sepeda. Karna itu dia memutuskan untuk menggunakan angkutan umum.
Cukup lama ia menunggu , namun angkutan umum tak kunjung lewat, sampai sebuah motor datang dan menepi ke arahnya.
"Ayo!" ucap suara yang seperti dikenalinya, dan semakin Seina kenali saat pria itu membuka kaca helmnya, yah, dia Alzyland, Pria yang di tolongnya kemarin.
"kamu kan-"
DUARR!
Tiba tiba kilat menyambar membuat keduanya memekik ketakutan.
"cepat!" serunya
Tanpa menunggu lagi , Seina buru buru naik ke atas motornya. Namun belum juga ia duduk dengan benar, Alzyland sudah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Ngeeng!
Brum!
"astaga dia benar benar gila!" gumamnya sambil memekik ketakutan. Seina tidak mengerti bagaimana dia bisa melaju secepat ini sementara penglihatan mereka kabur karna derasnya hujan, meski jalanan tak begitu ramai kendaraan tapi berkendara seperti ini tetaplah berbahaya.
Jauh di depan sana, ada sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi dan mengangkut bebatuan, namun Alzyland sudah membungkukan badannya, tangannya siap menambah laju kecepatan.
"Hey kau mau apa?" tanya Seina was was. Kini pakiannya sudah basah kuyup karna payung yang dipakainya sudah terbang entah kemana.
"lingkarkan tanganmu di pinggangku!" perintahnya.
__ADS_1
"Jangan berfikir untuk menyalip truk itu!" cegah Seina benar benar merasa takut.
"lingkarkan saja tanganmu dipinggangku!"
GREP!
Seina terpaksa melakukannya karna motornya sudah berada dalam kecepatan paling tinggi. Ia tak mau melihat kejalanan dan lebih memilih untuk menyembunyikan wajahnya di punggung pria itu. Tangannya memeluk erat, hatinya gelisah, mulutnya berkomat kamit.
"kakak, jika hidupku berakhir di sini, aku yakin kita akan segera bertemu" batinnya benar benar pasrah.
Ngeeng!
Syur!
Motor berhasil menyalip truk, Namun Seina masih Setia memeluknya dan tetap bersembunyi di balik punggung Alzyland sampai mereka tiba di sekolah.
Tubuh Seina melemas, ia sangat ketakutan tadi.
"Turun!" Alzyland meninggikan suaranya, entah kenapa dia berbeda dari kemarin. Alzyland yang dia kenal adalah dia yang cerewet dan manja, tapi kini terdengar pemarah dan pemaksa.
"Cepat!"
Seina langsung saja turun. Dan berdiri menghadapnya.
"apa kau tidak ingat padaku? Kita bertemu dan berkenalan kemarin" jelasnya.
Alzyland terdiam, menatap Seina dari atas sampai bawah. "siapa?"
__ADS_1
Memang gila, ada apa dengan pria itu? Seina masih tak mengerti dirinya.
"Aku Seina, kau memintaku menulis namaku di tanganmu, dan kau juga memintaku untuk menyapamu kalau kita bertemu"
"aneh" ucapnya langsung saja membuka helmnya dan pergi berlalu begitu saja.
"dasar gila, yang kau sebut aneh itu siapa? Seharusnya dirimu" oceh Seina pelan, namun masih cukup terdengar oleh Alzyland.
"apa katamu?" Alzyland berhenti dan berbalik, tatapan tajam itu sudah seperri hendak menerkamnnya.
"b b bukan apa apa" jawabnya teramat gugup.
...--------SKIP--------...
Sebelum masuk ke kelas, Seina mengganti pakaiannya terlebih dahulu, yah, musim hujan seperti ini ia selalu membawa baju cadangan, dan selalu membungkus buku bukunya dengan plastik, supaya tidak basah dan ia tetap bisa mengikuti pelajaran.
Setelah itu ia mampir ke kantin terlebih dahulu untuk memastikan kalau Ana tidak menjahilinya, tapi tidak, Es dagangannya sudah di titipkan di sana, sekarang Seina dapat menghembuskan nafas lega dan langsung saja menuju kelasnya.
Sementara Ana yang menguntit kedatangan Seina sejak tadi tersenyum lega.
"akhirnya aku bisa membantumu"
......................
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...